IASEO.us

Sponsored Video

Cora SEO Software measures 520 on-page and off-page SEO factors for your keywords

Valeria IA SEO

WPC 2016 Opening

by admin @ World Photographic Cup

The World Photographic Cup, 2016, NOW OPEN ! Which country will take over the top spot from team USA, the defending champion? Portugal, Australia (2nd and 3rd place finishers in 2015) or one of the almost 30 other participating countries who had outstanding submissions? The World Photographic Cup 2015 – a unique international Olympics-styled team […]

PAPER :: PART 1

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                     : Paper 

Author                  : ...^LeeSangMi^...

FB                         : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)

Link                      : http://www.facebook.com/adhelia.pholepelii 

Twitter                : @adeliakarlinaa (Follow, akan d’follback) XD

Rating                 : T

Genre                  : Romance gagal (?), Comedy

Main Cast            : Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk, Park Seul Young

Support Cast      : Kim Soo Mi, Kim Heechul, dan member Super Junior



“CAST DI DALAM FF INI SEPENUHNYA MILIK TUHAN DAN KELUARGANYA. DAN FF INI MILIK SAYA DAN MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA. MIAN KALAU BANYAK TYPO BERTEBARAN. TOLONG HARGAI AUTHOR DENGAN ‘RCL’, SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!! DON’T BE SILENT READERS!!


=================^^=======^^=================

 ~“Aku yakin cinta itu akan datang! Soal datangnya kapan, biar waktu yang menjawab..”~

=================^^=======^^================= 

NOTE : Disini ceritanya Heechul udah pulang wamil.



^AUTHOR POV^



@TAMAN KOTA



Terlihat dua yeoja yang sedang duduk pada bangku taman tersebut, dalam suasana keheningan. Mereka seolah asik memandangi anak-anak kecil yang sedang berlarian kesana-kemari dengan riangnya. Kadang mereka tersenyum sendiri membayangkan bagaimana anak mereka nanti jika sudah menikah. Semilir angin di musim kemarau, kadang membuat beberapa anak rambut mereka tertiup halus. Berbagai penampilan orang yang berlalu lalang menjadi tontonan malas kedua yeoja ini. Yaitu Park Seul Young dan Kim Soo Mi.

“Seul Young-ah..” ucap Soo Mi memecahkan keheningan. Jengah dengan suasana yang tidak menarik ini, dimulailah pembicaraan mencoba mengurangi kecanggungan.

“Wae?” tanya Seul Young singkat. Yeoja ini masih sebal atas aksi sahabatnya ini yang terkesan suka sekali memaksakan kehendak. Kalau tidak menuruti permintaan Soo Mi sudah dipastikan jika saat ini Seul Young masih bergelut dengan selimutnya.

“Ck! Kau masih marah, eoh?” tanya Soo Mi balik, karena kesal dengan jawaban bosan sahabatnya.

“Menurutmu?” tanya Seul Young lagi (?) . Yeoja ini bukanlah tipe orang yang akan berbasa-basi ataupun berbicara berlebihan –cerewet-. Seul Young adalah yeoja yang akan berbicara seperlunya, dan lebih terkesan diam.

“Aigoo.. Pantas saja kau tidak memiliki pacar sampai sekarang? Kau terlalu dingin Seul-ah..” ujar Soo Mi menebak. Soo Mi benar-benar bingung dengan kelakuan sahabatnya itu, bagaimana bisa seorang yeoja terlihat begitu dingin dan seakan tidak mau tau dengan keadaan sekitarnya? Padahal jika diketahui Seul Young itu sangatlah peduli, hanya saja dia tidak mau terlalu ambil pusing atas setiap yang terjadi.

“Huh! Kenapa kau selalu membicarakan itu, heh? Aku sudah bosan, pabo!” ucap Seol Young jengah atas setiap perkataan Soo Mi yang selalu mengenai pacar. -_-

“Yak! Kau bilang aku pabo? Kau yang pabo! Cih.. Sampai sekarang saja tidak mempunyai pacar..” balas Soo Mi sengit dengan senyum remehnya. Dia tidak ada maksud membuat Seul Young sakit hati atas perkataannya, dia hanya ingin sahabatnya itu membuka hati untuk seorang namja agar bisa memasuki hatinya.

“Itu hanya masalah waktu Mi-ya.. Jika memang Tuhan mentakdirkan kita bertemu, kita pasti akan dipertemukan dalam ruang cinta yang sama..” jelas Seul Young pada sahabatnya, bermaksud menghentikan celotehan rianya (?)

“Omona.. Harus berapa ratus kali lagi aku mendengarkan alasanmu itu, heh?” ucap Soo Mi yang sudah bosan dengan alasan sama yang selalu terlontar dari bibir sahabatnya itu.

“Mungkin.. Sampai kau tidak menanyakan hal bodoh itu lagi..” jawab Seul Young asal disertai kekehan ringan. Bermaksud mencairkan suasana dari pembicaraan berat mereka.

“Tapi, bagaimana kalau aku yang mencoba mencarikan kau jodoh?” usul Soo Mi pada Seul Young dengan senyum berbinar.

“Hal bodoh apa lagi yang akan kau pakai, eoh?” tanya Seul Young remeh. Yeoja ini sudah sangat bosan dengan berbagai usul Soo Mi untuk mencarikan dia pacar, yang ternyata masih berakhir nihil!

“Bagaimana dengan kertas?” lanjut Soo Mi, memberikan ide.

“Maksudmu?” tanya Seul Young yang masih tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya.

“Jadi aku akan menaruh sebuah kertas didalam balon, kertas itu akan diisi dengan nama dan nomertelephone-mu. Eotthe?” jelas Soo Mi tentang ide yang sedang bergelayut dalam pikirannya.

“Kau gila..” komentar Seul Young tentang ide sahabatnya itu.

“Biarkan saja.. Daripada melihatmu terus-terusan menjadi perawan tua..” jawab Soo Mi asal.


#PLETAK


“Yak! Appo..” rintih Soo Mi atas perbuatan sahabatnya, padahal tadi Seul Young hanya menjitak ringan kepalanya. Kadang Kim Soo Mi itu suka bereaksi berlebihan –lebay- ataupun berbicara berlebihan –cerewet-.

“Rasakan itu! Cihh, jangan karena kau ingin menikah dengan manusia 4D itu, kau malah menghinaku!” balas Seul Young sengit. Yang diajak bicara malah mengerucutkan bibirnya.

“Namanya Heechul! Ya.. Kelakuannya memang aneh, yang penting dia mencintaiku..” ucap Soo Mi tak kalah sengit.

“Apa kau yakin dia mencintaimu?” interupsi Seul Young yang membuat Soo Mi seketika menengok kearahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Soo Mi yang bingung dengan ucapan sahabatnya itu.

“Coba kutanya, berapa kali dia mengatakan dia mencintaimu? Apa kalian sering bertemu? Dan apakah dia selalu menanyakan kabarmu?” tanya Seul Young beruntun membuat si lawan bicaranya bingung mencari jawabannya.

“Hemm.. Seingatku dia hanya sekali mengatakan cinta, yaitu saat dia menyatakan perasaannya padaku. Kita juga jarang bertemu itu dikarenakan jadwalnya yang sangat sibuk, dan karena itu pula dia jarang menanyakan kabarku.” Jawab Soo Mi yang perlahan suaranya melemah dengan raut wajah yang sendu, seperti menyimpan kesakitan tersendiri. Soo Mi sadar dia sedang berpacaran dengan salah satu member Super Junior, dimana boyband yang super sibuk. Tapi dia tetaplah seorang kekasih yang butuh kasih sayang khusus, namun selama ini Soo Mi dengan pintarnya menutupi semua kerinduannya. Dari siapapun, termasuk Seul Young.

“Justru itu aku tidak mau berpacaran dengan artis!” ucap Seul Young setelah mendengar penjelasan Soo Mi, dia tau betul apa yang dirasakan sahabatnya itu. Tapi dia mencoba pura-pura tidak tau, agar hubungan sepasang kekasih itu tetap baik. Tiba-tiba suasana hening, tidak ada yang berbicara lagi. Seketika telinga Seul Young menangkap suara isak seseorang, yang ternyata adalah Soo Mi.

“Yak! Kenapa kau menangis? Memalukan..” ujar Seul Young shock dengan kelakuan sahabatnya itu. Yang ditanya malah menaikkan volume tangisannya, dan semakin membuat Seul Young frustasi.

“Omona.. Kau tau? Kau dan Kim Heechul-mu itu memang benar-benar pasangan 4D, sama-sama aneh!” pengakuan Seul Young. Soo Mi sendiri masih betah dengan isak tangisnya.

“Kau membicarakan dia membuat aku merindukannya... hikss.. hikss..” balas Soo Mi dengan isakan.

“Yasudah diamlah.. Kau membuat kita jadi pusat perhatian.” Ucap Seul Young berbisik, sambil tersenyum kikuk pada orang-orang yang menatap aneh pada mereka.

“Shireo! Belikan aku ice cream dahulu..” rengek Soo Mi, membuat Seul Young ingin seketika menenggelamkan sahabatnya itu ke Sungai Han.

“Mwo? Jinjja..” balas Seul Young lalu bangkit meninggalkan sahabatnya itu. Bukan untuk membelikan ice cream, tapi pulang kerumahnya. Rumah, dimana tanpa gangguan manusia 4D itu.

“Yak! Seul Young-ah, jankkamman..” teriak Soo Mi karena jarak mereka yang perlahan menjauh, Soo Mi sadar jika Seul Young pasti akan pulang. Tidak mungkin membelikan apa yang dia minta.



============@@============



@HALTE SUBWAY



Terlihat seorang dipinggir bangku halte, dengan tersenyum-senyum sendiri sambil memegang sebuah kertas kecil berbentuk memo. Yeoja itu adalah Soo Mi. Dia sedang menunggu bus untuk mengatarkan dia menuju kantornya. Karena mobilnya yang masih berada di bengkel, membuat dia harus menaiki bus untuk pergi kekantornya. Sebenarnya dia sudah meminta Heechul untuk mengantarkannya, namun karena Heechul sibuk membuat dia berada disini. Soo Mi belum jera untuk mencarikan Seul Young kekasih, buktinya rencana yang kemarin dia katakan akan segera dia laksakan seusai pulang kerja nanti. Namun, tanpa sepengatahuan Seul Young tentunya. Kertas yang sekarang dia pegang berisikan nama dan nomer telephone Seul Young dan beberapa kalimat tambahan. Tiba-tiba bus yang sudah ditunggu datang juga, cepat-cepat dia masukan kertas itu. Namun, tanpa sadar karena terlalu terburu-buru, kertas yang harusnya masuk kedalam tasnya itu malah jatuh. Mungkin Tuhan sedang merencanakan hal lain.

Setelah beberapa menit berlalu, datang seorang pria menempati bangku yang diduduki oleh Soo Mi. Dandanan pria itu terlihat mencurigakan. Dimana jaket, topi, serta masker menutupi tubuhnya. Namja itu adalah Enhyuk. Dia berpenampilan seperti ini agar tidak dikenali oleh fansnya. Eunhyuk berada di halte bus ini karena ingin menikmati dunia tanpa mobil mewahnya. Digerakkan kakinya sambil menunggu bus datang, namun seketika matanya menangkap lipatan kertas yang bergerak kedepan akibat tendangannya. Karena rasa penasarannya, diambilnya kertas itu lalu dibuka. Eunhyuk bingung saat melihat isi kertas itu.



Park Seul Young
010-4460-1117
Aku masih single, mari kita berkenalan lebih jauh.. ^^



“Semenderita apa wanita ini, sampai-sampai melakukan ini.. Apa dia sudah tidak laku?” batin Eunhyuk sambil tersenyum geli setelah membaca deretan kalimat itu. Ide jahil tiba-tiba terlintas dipikirannya. Dimasukkannya kertas itu, siapa tau nanti dia kurang kerjaan sehingga bisa mengerjai si pemilik nomer telephone. Atau mungkin bisa menjadi jodoh, pikir Eunhyuk lebih luas.



=============@@===========



@CHANG CORP, -SEUL YOUNG OFFICE-
_12.30_ 


Suasana sepi menghiasi ruang kerja di kantor ini. Beberapa karyawan yang lain sudah menuju kantin atau restoran terdekat guna menikmati waktu istirahat mereka. Namun seorang yeoja masih enggan meninggalkan kursinya, file-file yang menumpuk lah menjadi alasannya. Seul Young, yeoja yang selalu sibuk dengan filenya. Deru nafas berat keluar dari bibir mungilnya. Tiba-tiba handphonenya bergetar lama, menandakan ada panggilan.

“Nomer siapa ini? Kenapa aku tidak mengenalinya?” gumam Seul Young, lalu mengangkat panggilan itu. Dinyalakan speaker pada handphonenya, agar dia tetap bisa bekerja. Lagipula diruangan itu juga hanya terdapat dirinya seorang.

Yeoboseyo?” suara namja membuka panggilan itu.

“Nde, nuguya?” tanya Seul Young to the point. Sekali lagi, Seul Young bukan orang yang akan berbasa-basi pada lawan bicaranya.

“Apa kau wanita single yang sedang mencari jodoh dengan sebuah kertas bodoh heh?” tanya balik sang namja, Seul Young hanya mengerutkan dahinya. Bingung, atas pertanyaan itu. Dihentikan kegiatan mengetiknya, lalu terdiam mencerna ucapan namja itu.

“Maksudmu?” tanya Seul Young yang belum mengerti arah pembicaraan sang lawan bicara.

“Kau Park Seul Young kan?” tanya sang namja lagi (?). Dan itu membuat Seul Young geram, karena pertanyaannya selalu dijawab dengan tanya juga.

“Nde, Lalu kau siapa? Kalau kau menjawab dengan pertanyaan lagi, akan kututup telepon ini!” ancam Seul Young yang jengah atas sikap si lawan bicara yang tidak diketahuinya.

“Tck! Kau ini sensitif sekali nona, Eunhyuk imnida. Kau pasti mengenal aku bukan?” ucap namja yang sudah diketahui Eunhyuk itu percaya diri. Tentu saja Eunhyuk begitu percaya diri, gadis mana yang tidak mengenal dia ataupun Super Junior? Bakat mereka yang fantastis dan tampang mereka bagai malaikat didunia ini.

“Nugu? Aku tidak mengenalmu..” jawab Seul Young polos. Dalam urusan mengenal artis, Seul Young sangatlah buruk. Yeoja ini benar-benar tidak ingin terlibat dalam cinta rumit artis.

“Mwo? Kau tidak mengenalku? Apa kau tidak memiliki televisi? Kau hidup di bagian mana, eoh?” sengit Eunhyuk sekaligus membuat Seul Young kesal.

"Untuk apa aku mengenalmu? Tidak penting! Memang kau siapa, heh?” balas Seul Young tak kalah sengit. Seul Young selain dingin dan cuek, dia juga angkuh.

“Aku Eunhyuk, member Super Junior! Kau pasti mengenalnya kan?” tanya Eunhyuk yang sebenarnya meremehkan pengetahuan Seul Young.

“Oh, nde. Aku mengenalnya, tapi hanya seorang Kim Heechul. Kalau yang lainnya aku tidak peduli, lagian aku juga tidak tertarik untuk mengetahui yang lain ..” jawab Seul Young dengan nada datar. Sementara Eunhyuk diseberang sana sudah terpengarah dengan ucapan yeoja itu.

‘Bagaimana bisa hanya seorang Kim Heechul yang dia kenal? Si manusia 4D itu?’ batin Eunhyuk ditempatnya.

“Mwo? Neo.. Jinjj—“


BIP


“Tck! Menganggu saja..” ucap Seul Young setelah memutuskan telepon secara sepihak. Seul Young paling tidak suka jika kegiatannya diganggu hanya untuk hal-hal yang tidak penting.

“Dan Soo Mi, akan kupastikan kau akan merasakan nerakamu malam ini!” ucap Seul Young tajam, sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya.



==========@@===========



@DORM SUPER JUNIOR



“Mwo? Neo.. Jinjj—“


#BIP


“Mwoya? Yeoja itu memutuskan teleponnya sepihak? Jinjja! Pantas saja tidak laku! Tidak sopan..” cicit Eunhyuk kesal karena panggilannya diputus sepihak.
Kini Eunhyuk masih berada di kamarnya, ia tidak mau orang tau bahwa ia sedang menelpon yeoja karena iseng. Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar dari pikirannya.

“Seul Young hanya tau Heechul hyung? Bagaimana bisa? Apa mereka dekat? Lebih baik aku tanyakan saja..” gumamnya lalu keluar dari kamarnya. Dilihatnya Heechul yang sedang menonton televisi dengan yang lain, kebetulan mereka sedang tidak ada jadwal untuk beberapa jam. Setidaknya itu bagus untuk mereka, sekedar untuk meregangkan otot dan menikmati waktu bersama.

“Hyung, apa kau mengenal Park Seul Young?” tanya Eunhyuk to the point. Sambil duduk disamping Heechul. Pertanyaan Eunhyuk yang tiba-tiba membuat semua mata tertuju padanya, lalu dia hanya senyum polos guna mengembalikan suasana kembali.

“Kenal, wae?” tanya Heechul balik masih dengan mata menatap televisi.

“Anni, hanya saja yeoja itu sangat tidak sopan..” jawab Eunhyuk kesal, mengingat bagaimana pemutusan telpon sepihak tadi.

“Bagaimana kau bisa tau? Kau mengenalnya?” tanya Heechul yang bingung dengan perkataan dongsaengnya itu.

“Hanya berbicara sebentar lewat telepon, dan tidak mau lagi..” balas Eunhyuk sambil merampas makanan Shindong (?). Namun langsung dirampas lagi oleh Shindong, sebelum Eunhyuk mencicipi makanan tersebut. -_-

“Yak! Hyung kau itu pelit sekali..” gerutu Eunhyuk.

“Biarkan saja, ambil saja sana sendiri. Di dapur masih banyak..” balas Shindong tanpa menoleh.

“Dari mana kau mendapatkan nomer teleponnya?” tanya Heechul masih dengan topik yang sama.

“Igo! Tidak sengaja melihatnya di halte bus..” ucap Eunhyuk sambil menyodorkan kertas yang ia temukan tadi. Heechul pun langsung membuka kertas itu, lalu tertawa tanpa suara setelah melihat isinya. Heechul sebenarnya sudah tau apa maksud dari surat itu, sebelum dibaca. Namun dia hanya penasaran apa yang ditulis pacarnya pada kertas itu. Soo Mi telah menceritakan semua padanya.

“Soo Mi, kau benar-benar keterlaluan..” gumam Heechul yang langsung mendapat tatapan heran dari Eunhyuk.

“Mwo? Apa yang kau bicarakan hyung?” tanya Eunhyuk yang bingung dengan ucapan Heechul.

“Semua ini sebenarnya kerjaannya Soo Mi, bukan Seul Young. Yah, memang betul sih buat Seul Young juga. Karenamu Seul Young jadi tau, akan kupastikan Soo Mi akan kena semprot oleh yeoja dingin itu..” aku Heechul pada Eunhyuk yang sebenarnya.

“Yeoja dingin? Sebenarnya Seul Young itu seperti apa, hyung?” tanya Eunhyuk penasaran dengan kepribadian yeoja yang baru dikenal suaranya itu.

“Seul Young itu wanita yang dingin, cuek, dan angkuh. Dia terlihat sama sekali tidak memperhatikan sekitarnya, tapi sebenarnya yeoja itu sangat memperhatikan sekitarnya hanya saja dia pura-pura tidak tau..”

“Lalu..”

“Dia bukan wanita yang manja dan cerewet seperti kebanyakan, justru itu dia wanita yang menarik. Sikap dinginnya membuat para namja begitu sulit menaklukannya, makanya sampai sekarang dia belum mempunyai pacar. Tapi dia jauh lebih cantik dari Soo Mi, ah! Aku punya fotonya..” lanjut Heechul sambil mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan foto Seul Young.


“Itu foto Seul Young yang diambil Soo Mi tanpa sengaja..” ucap Heechul menjelaskan. Sementara Eunhyuk masih betah memandangi foto itu dengan seksama, dia tidak menyangka bahwa yeoja yang dingin tadi sangatlah cantik. Karena member lain merasa tertarik dengan yeoja yang mereka bicarakan, akhirnya satu persatu ikut melihat foto itu.

“Yeopo..” ucap Eunhyuk tanpa sadar.

“Nde, neomu yeopo..” ucap Ryeowook dengan senyum merekah.

“Yeopo, hyung! Kenalkan padaku..” ucap Donghae dengan sambil menatap Heechul.

“Aku juga.. Aku juga.. Aku juga..” begitulah teriakan-teriakan mulut playboy mereka.

“Tck! Dia memang cantik, kalian ini tidak bisa melihat yeoja cantik sedikit, eoh?” ucap Heechul kesal atas kelakuan para dongsaengnya itu.

“Yak! Dia milikku!! Kenalkan dia padaku, hyung!” ujar Eunhyuk tiba-tiba, dan dibalas dengan senyum remeh Heechul.

“Dia tidak suka artis! Hebat, jika kau berhasil menaklukannya..” aku Heechul dengan seringainya.

“Lihat saja nanti, aku pasti bisa menaklukannya! HWAITING!” ucap Eunhyuk menyemangati dirinya sendiri. Sementara Heechul geleng-geleng kepala melihatnya, member yang lain pun ikut menggelengkan kepalanya.



^AUTHOR  POV END^


=========@--T--B--C--@===========


Kyyaa..
Dah lama hiatus dari dunia ff, dan muncul lagi membawa twoshoot!
Konfliknya sengaja gak terlalu berat agar kalian gak pusing bacanya, dan kalian juga pasti banyak yang merasa tau endingnya gimana, yang jelas dipart end akan ada orang baru *tunjuk someone* :P
Part selanjutnya akan dijelaskan lebih rinci kenapa Seul Young gak suka ama artis!
Ini ff adalah request’an dari “Dyah Nur Hidayah” klo gak salah! XD
Mian nde klo gak memuaskan.! :D
Gomawo yang udah RCL! :D
*bow

lyric From U

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .

From U
By : Super Junior

This song is dedicated
to the world’s biggest fan club
The ‘ELF’, my girls, my angels.

urin, su nyeon jeone cheoeum manna
cheot nune sarange ppajyeobeoryeotgo
Baby, naega eodil gadeun machi
geurimjacheoreom nae gyeote seo itgo


saranghandaneun ge ttaeron
jeungmyeonghal ge neomu neomu manha
 

apeul ttaeedo naega muneojil ttaedo
 

geunyeomani naege nama inneungeol

Baby baby baby baby baby
uri jeoldae heeojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady
naega jeongmal neoreul saranghanda
Shawty shawty shawty shawty shawty
ojik neoya nareul seontaekhan geon
naui nunmulkkajido,
jageun misokkajido.. ani?
neorobuteo oneungeoya


naega neoui sogeul neomu manhi sseogyeoseo
beolsseo neulgeo beoryeotdae geureon mal hajima
 

amuri bwado naegen neomankeumman yeppeun saram
jeoldae sesange tto eobseo
(geureon maldo hajima)


I don’t know why you keep staying with me.
tto nan nege neomu mojaraseo mianhae
 

geujeo mideobwa. naega naega jalhalge

Baby baby baby baby baby
uri jeoldae heeojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady
naega jeongmal neoreul saranghanda
Shawty shawty shawty shawty shawty
ojik neoya nareul seontaekhan geon
naui nunmulkkajido,
jageun misokkajido.. ani?
neorobuteo oneungeoya


neobakke eopdan mari neomu ppeonhae boyeodo
eotteoke nae maeumeul boyeo jugenni
 

uri ssaul ttaedo itgo miwojukgetda malhaedo
ne gaseumeun imi algo itjannni


neorang na duri joheun geotman
gachi bogo gachi meokgo gachi jeulgyeo
deutgo ulgo utgo areumdapgiman haetdeon naldeul
naega muneojiji anke mideojugo gyeoteul
jikyeojwoseo gomapda jeongmal gomawo


Baby baby baby baby baby
uri jeoldae heeojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady
naega jeongmal neoreul saranghanda
Shawty shawty shawty shawty shawty
ojik neoya nareul seontaekhan geon
naui nunmulkkajido,
jageun misokkajido.. ani?
neorobuteo oneungeoya

neul gomapgo saranghanda

English Translet

We, met for the first time years ago and then fell in love at first sight
Baby, wherever i go, you stand by my side like a shadow
Now and then, there are so many many things to prove our love
Even when I’m hurt, even when I fall, she’s the only one remaining by my side

*Baby baby baby baby baby, let’s never break up
Oh my lady lady lady lady lady, I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty, the one who i choose is only you

Even to my tears, even to my little smiles.. Do you know?
That it all came from you

Don’t say such things like you’ve gotten old already because I make you worry so much
No matter how I look at it, for me, there is no one in this world that is as beautiful as you are (don’t even say such things)
I don’t know why you keep staying with me. And also I’m sorry because I am not enough for you
But still try to believe. I will I will do well

*Baby baby baby baby baby, let’s never break up
Oh my lady lady lady lady lady, I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty, the one who i choose is only you

Even to my tears, even to my little smiles.. Do you know?
That it all came from you

Even if it seems the words ‘There is no one but you’ looks so obvious , how do I show you my heart?
Even though we fight, even when we say we hate (each other) to death, doesn’t your heart know already?
Those days of only beautiful things, seeing together only the good things about us, eating together, having fun together, crying together and laughing together
Thank you for believing in me that i won’t fall and for standing by my side. Really thank you

*Baby baby baby baby baby, let’s never break up
Oh my lady lady lady lady lady, I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty, the one who i choose is only you

I will always thank you and love you

 


Aeroportul Internațional „Avram Iancu” Cluj: Precizări cu privire la situația generată de schimbările aduse de hotărârile Consiliului Județean Cluj sistemului de management al Aeroportului

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Având în vedere afirmațiile apărute în mass-media în urma adoptării Hotărârii Consiliului Județean nr. 220/22.09.2017 și Hotărârii adoptate în data de 09.10.2017, Aeroportul Internațional „Avram Iancu” Cluj dorește să aducă următoarele precizări: Despre necesitatea aplicării prevederilor OUG nr. 109/30 noiembrie 2011 la REGIA AUTONOMĂ Aeroportul Internațional „Avram Iancu” Cluj După cum se menționează în textul OUG nr. 109/2011, neperformanța întreprinderilor de stat (regii autonome și societăți comerciale), criza financiară și imboldul Fondului Monetar Internațional, sprijinit de Comisia Europeană și Banca Mondială, au condus în anul 2011 la luarea unor măsuri privind guvernanța întreprinderilor publice, măsuri care ulterior au fost stabilite […]

Comentariu la Model de videochat? Pro și contra de Maria Mena

by Maria Mena @ Comentarii la Pagina de Transilvania

Mai multe pareri negative decat pozitive, si chiar nu inteleg de ce. Este un job ca toate celelalte si este perfect legal in Romania. Important este sa gasesti un studio corect si care lucreaza legal, ca sa nu ai probleme mai tarziu. In rest, go ahead! :) Se fac foarte multi bani din videochat!

The World Photographic Cup 2015 winners announced!

by admin @ World Photographic Cup

Individual winners and the Cup winning Team of the 2015 World Photographic Cup (WPC), sponsored by the FEP – Federation of European Professional Photographers, PPA – Professional Photographers of America, the UAPP – United Asian Professional Photography and the AIPP – Australian Institute of Professional Photography, has been  finally announced on April 12th, in Montpellier, […]

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

by Ronald Zak @ www.greensboro.com - RSS Results

Hans-Christian Strache, leader of the strongly eurosceptic Austrian Freedom Party, left, looks to Austrian Chancellor Christian Kern prior to a TV debate in Vienna, Austria, Thursday, Oct. 12, 2017. Austria will hold national elections on Sunday, Oct. 15, 2017 (AP…

Registration for WPC 2016 are still open!

by admin @ World Photographic Cup

Registration for WPC 2016 are still open! (Deadline Sept 30th) Before submitting your registration, please check the list below. Only one team per country is allowed. Registered Teams Team Australia  Team Coordinator: Kylie Lyons       kylie.lyons@aipp.com.au Team Austria  Team Coordinator: Brigitte Corn       office@brigittecorn.com Team Belgium   Team Coordinator: Nikki Huts   nikki.huts@unizo.be Team Canada    Team Coordinator: […]

Portugal strikes again at the World Photographic Cup 2017!

by admin @ World Photographic Cup

The World Photographic Cup 2017 winners announced After winning  the cup at home in 2016, …. the winner of the 2017 World Photographic Cup, with a total of 34 points…..is Team Portugal  again ! The second place goes to United States of America, with Russia in the third place. Individual gold medals go to Russia, Finland, […]

IA Daily: Joel Thomas, Tampa Debut

by admin @ Iron Affinity

It’s been a while since we’ve seen Joel Thomas take a bodybuilding stage; however, a few weeks from now the former perennial National level powerhouse will be making his long awaited IFBB debut, at the 2015 Tampa Pro. Joel burst onto the scene in 2010, with a 5th place finish at the NPC Nationals, where [&hellip

Proiecții de film și foto-concert la In/Out Transylvania Photo Festival

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Primul festival de de fotografie documentară din România, In/Out Transylvania Photo Festival invită iubitorii de fotografie să ia parte la 3 evenimente speciale weekend-ul acesta. În perioada 13 – 15 octombrie, programul festivalului se va îmbogăți cu 2 proiecții de film documentar și un foto-concert care vor completa lista de expoziții și acțiuni dedicate celor pasionați de domeniul fotografiei. Toto și surorile lui – proiecție de film, 13 Octombrie, Urania Palace, 20:00, intrare liberă Abandonaţi de societate, fără să se poată baza pe altcineva decât pe ei înşişi, Toto, în vârstă de 10 ani, şi cele două surori ale sale, […]

FF SERIES :: PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)* (PART 1)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                   : PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)*

Author                 : ...^LeeSangMi^...

FB                        : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)

Rating                 : T

Genre                  : Romance, Married Life, Comedy

Main Cast            : Kim Eun Ae a.k.a Lee Eun Ae, Lee Sungmin (SUJU), Lee JiHyun, Lee Jae Sung

Support Cast       : Lee Sang Woo and All Member Super Junior



“BERHUBUNG BANYAK YANG MINTA SEQUEL. NIH AUTHOR BUATIN SEQUEL BUAT READERS TERCINTAH! TOLONG HARGAI AUTHOR DENGAN ‘RCL’, SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!!”

===========^^=========^^=============

Apabila kau dihadapkan dua pertanyaan antara..
“menunggu orang yang kau cintai pulang? atau memilih bahagia bersama cinta yang baru?”
Manakah yang akan kau pilih?


^AUTHOR POV^


#INCHEON AIPORT



Terlihat seorang namja baru saja keluar dari pesawat dengan membawa koper yang lumayan besar, mungkin bermaksud untuk menetap di Korea. Dia bukan artis tapi kenapa saat dia lewat banyak puluhan mata yeoja melirik ke arahnya dan ada yang berbisik mengagumi wajahnya.
Yah.. Dia dianugerahi wajah yang sangat tampan. Namja itu terlihat sangat gembira begitu mengiinjakkan kakinya di Negeri Paman Gingseng ini. Karena tujuannya kesini hanyalah satu yaitu ingin menemui cinta pertama sekaligus pemilik hatinya saat ini. Bertahun-tahun dia tinggal di New York dan menjalani hubungan jarak jauh semakin membuatnya tak betah. Dan sekarang dia ingin melamar gadisnya itu untuk menjadikan istrinya. Tapi siapa sangka bahwa semua yang terjadi tidak lagi sama seperti dulu. Orang yang dia cintai sudah berlawanan arah dan tujuan...

“Huh! Senangnya... Korea I’m back!!! Dan Kim Eun Ae tunggu aku, karena aku akan melamarmu!” ucap namja itu senang begitu keluar dari bandara yaitu Lee Sang Woo. Kemudian dia langsung naik ke dalam mobil yang diperuntukkan untuk menjemputnya.

‘Kim Eun Ae, apa kabarmu sekarang? Apa kau bertambah cantik sekarang? Rasanya rindu sekali karena menjalani hubungan jarak jauh selama sepuluh tahun, dan delapan tahun terakhir ini rasanya hampa karena tiba-tiba kita lost contact. Apa kau merindukanku? Kuharap begitu!’ batinnya didalam mobil sambil melihat ke luar kaca memandangi kota Seoul yang sudah tak sama seperti dulu.



#SUNG-EUN HOME


Disisi lain terlihat keadaan sebuah rumah yang masih sepi belum ada tanda kehidupan(?) dikarenakan kedua penghuninya masih terlelap dalam mimpi mereka. Mungkin karena sekarang hari libur jadi mereka ingin menikmati istirahat mereka. Tapi tanpa mereka sadari sesaat lagi akan ada orang yang akan datang dari masa lalu salah satu dari mereka di dalam kehidupannya untuk menguji  cinta sekaligus rumah tangga mereka.


^AUTHOR POV END^


=========******==========


Aku mengerti pekerjaanmu..
Tapi kadang aku merasa tidak tega saat melihatmu begitu lelah karena mencari uang untuk aku dan anak-anak..
Dan aku merasa kasihan pada anak-anak yang kadang suka merindukan Appanya  dan ingin bermain bersama Appanya..
Terkadang aku bertanya, ‘Apakah bisa kita seperti keluarga yang lainnya berkumpul dan bersama setiap harinya?’
Dan keluar tanpa harus diikuti paparazi! Aku benci itu! Karena aku merasa seperti buronan!


^LEE EUN AE POV^



KKRRRRIINGGGG... KKKRRRIIINNNGGGG...



Bunyi alarm membuat ku terbangun dari tidurku. Padahal aku masih ingin tidur, tapi nanti siapa yang akan membuat sarapan kalau bukan aku! Saat aku ingin bangun sebuah tangan memelukku erat dari belakang siapa lagi kalau bukan Sungmin oppa. Apa dia tidak sadar kalau ini sudah siang? Lalu apa dia tidak ada jadwal? Semoga saja tidak! Karena aku ingin sekali menghabiskan hari bersamanya dirumah. Kalau diluar aku risih, pasti akan ada wartawan yang mengikuti kita.

“Oppa.. lepas tanganmu! Aku ingin mandi lalu menyiapkan sarapan untukmu..” rajukku padanya. Namun bukannya digubris malah semakin erat dia memelukku. Hemm.. Walaupun jengkel, tapi ada perasaan tidak rela juga sih kalau dia melepaskan pelukannya. Aku tidak munafik bukan?! Aku istrinya! Jujur! Aku juga rindu akan pelukan dan sentuhannya yang lain mengingat jadwalnya yang begitu padat bersama Super Junior jadi dia jarang ada dirumah dan bersama anak-anak tapi aku harus mengerti akan hal itu..

“Hemm.. Sebentar lagi chagiya.. Aku masih merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku, eoh? Lagipula aku menikahimu bukan untuk membuat sarapan setiap pagi tapi untuk menjadi sandaran dan semangat saat aku lelah..” ucapnya sambil membalikkan badanku dengan tetap memelukku. Dia menatapku intens lalu berubah menjadi sendu seakan sekarang dia sedang butuh orang untuk menjadi penyemangatnya dan itu membuatku seakan tidak tega.

“Kau kelihatan lelah oppa.. Jadwalmu membuat matamu mempunyai lingkaran hitam. Apa kau jarang tidur, eoh?” tanyaku khawatir saat menyadari gurat-gurat kelelahan diwajahnya.

“Bagaimana aku bisa tidur, tanpa pelukan dan night kissmu di malamku..” jawabnya membuat rona merah singgah di wajahku saat ini.

“Kau ini! Oppa.. Apa kau tidak ada jadwal hari ini?” tanyaku memastikan.

“Anni! Hari ini sampai besok aku free! Karena aku ingin menghabiskan hari ini denganmu..” jawabnya.

“Jinjja? Wahh.. jadi kita bisa menghabisikan hari bersama!” ucapku senang. Dia tersenyum melihat reaksiku.

Setelah itu suasana menjadi hening. Sungmin oppa menatapku intens seakan ingin menerkamku hidup-hidup.

“Chagiya..” panggilnya manja memecahkan keheningan.

“M-wo?” jawabku gugup karena tatapannya.

“Sudah berapa lama kita tidak melakukan ‘itu’?” tanyanya.

‘Mwo? Pertanyaan macam apa itu?’ batinku jengkel.

“Molla.. Mungkin hampir sebulan” jawabku sekenanya.

“MWOYA! Selama itu?!” teriaknya frustasi.

“Nde! Kan oppa sibuk mengurusi album terbaru dan tour keluar negeri”

“Oh iya! Hemm.. Bagaimana kalau kita lakukan sekarang? Aku merindukanmu chagiya..” melasnya.

“MWO? MESUM! Ini sudah siang oppa! Lagipula..” cercaku dan sekarang aku yang kaget. Aku ingin mengelak tapi tidak ada alasan apapun.

“Biarkan saja! Dan lagipula apa? Anak-anak dirumah Harabojinya hanya kita berdua chagiya..” ucapnya dengan senyuman jahil.

“Aiss.. Nde! Yasudah..” jawabku pasrah.

“Jinjja?”  

“Ne!” ucapku.

Kemudian dia mulai menindihku, lalu mencium keningku untuk meminta izin lebih lanjut dan ku balas dengan senyum. Kukalungkan tanganku pada lehernya. Dia mulai menciumku lembut disertai lumatan-lumatan kecil. Tapi itu tak berangsur lama karena sekarang dia sudah menciumku ganas. Seolah-olah baru menemukan mangsa! Omona.. kalau begini aku bisa kehabisan nafas! Kutarik kepalanya menjauh. Dan dia memberengut kesal.

“Yak oppa! Kau ingin membunuhku, eoh? Aku kehabisan nafas! Kau itu kan penyanyi, tentu nafasmu lebih kuat daripadaku..” cercaku padanya. Yang malah dijawab dengan senyum bocahnya itu. Ck! Kenapa sekarang malah aku yang ingin menerkamnya? Yak! Lee Eun Ae rupanya virus yadong Eunhyuk oppa sudah tertular padamu! *digamparjewels

“Hehehe.. Mian chagi.. Aku terlalu merindukanmu. Bisa kita lanjutkan?” sesalnya. Belum sempat aku menjawab dia sudah beraksi (?) seperti yang tadi lagi. Sampai ketika....


Ting Tong.. Ting Tong..


^LEE EUN AE POV END^


=========******==========


Lagi-lagi mereka..
Kenapa mereka tidak menikah saja, supaya tidak mengganggu kehidupan orang..
Dasar! Ahjussi-ahjussi kurang kerjaan..   (Sungmin oppa ksel bgt tuh readers,wkwk)



^LEE SUNGMIN POV^



“Aiss.. Orang gila mana yang pagi-pagi seperti ini sudah bertamu kerumah orang?!” kesalku setelah melepaskan tautan kami.  

“Kau mandi duluan chagiya.. Biar aku yang membukakan pintu” perintahku.

“Nde” jawanya patuh.

Kulangkahkan kakiku menuju pintu. Kudengar bel terus saja berbunyi. Tuhan.. orang kurang waras mana yang menjadi tamuku dan merusak kebahagiaanku!  -_-

“ANNYEONG!!!!” sapa tamu gilaku yang sudah kuketahui ini, Super Junior. Disertai senyum lebar mereka. Dan sekarang mereka malah masuk dengan seenaknya. Meninggalkan aku yang masih melongo(?) atas kedatangan mereka.

“Appa.. tadi saat aku dirumah halmoeni samchon Super Junior menjemputku dan bilang bahwa ingin mengadakan pesta dirumah ini. Bolehkan appa?” ucap Jihyun menyadarkanku

‘Mwo? Mengadakan pesta disini? Aku pikir mereka memang sudah gila, akibat kelamaan menjadi perjaka tua..’ batinku. *digorokELF

Kulangkahkan kakiku keruang tengah, tapi apa yang kudapat? Kosong! Dan didapur kulihat Ryeowook sedang meletakkan beberapa kantung belanjaan. Kuhampiri Ryeowook yang sedang sibuk memilih makanan.

“Apa benar kalian akan mengadakan pesta dirumahku? Kenapa tidak mengabari aku dahulu? Dan dimana mereka?” tanyaku pada Ryeowook yang sedang asik memotong beberapa daging.

“Ne hyung! Kami tidak mengabarimu karena ingin memberi kejutan.. hehe.. Mereka sepertinya ada ditaman belakang hyung..” jawabnya sambil memotong beberapa sayuran.

“Oppa.. Siapa yang bertamu? Eoh? Ryeowook oppa? Ternyata kau, lalu dimana yang lain?” tanya Eun Ae yang tiba-tiba saja sudah ada disampingku. Lalu kemana kedua anakku itu?

“Annyeong Eun Ae! Kau semakin cantik saja.. Yang lain sepertinya ada ditaman belakang” jawabnya  yang membuat aku mendelik.

“Ryeowook.. Kau kesini bukan untuk menggoda istriku kan?” tanyaku sakartis.

“Sudahlah oppa.. Lebih baik kau susul anak-anak dan oppadeul. Biar aku disini memasak bersama Ryeowook oppa. Ya kan oppa?” lerai istriku.

“Nde geure!”

“Hufft.. Yasudah aku susul  mereka..” ucapku pasrah.



#TAMAN BELAKANG



“Ayoo.. Ayoo.. Eunhyuk... Eunhyuk.. Eunhyuk.. Hwaiting kami mendukungmu!!” seru anggota yang lain. Yah.. Beginilah.. Mereka sedang bermain pukul guling, dimana Eunhyuk dan Leeteuk yang bertarung. Perlahan aku ikut duduk bersama member yang lain.

“Yakk!! Kenapa tidak ada yang mendukungku!! Aku leader kalian pabo!!” maki Leeteuk hyung pada anggota yang lain sambil mencoba menangkis pukulan Eunhyuk.

“Kami hanya membela yang jelas-jelas lebih kuat saja hyung. Kau itukan sudah lumayan berumur jadi sudah jelas tenagamu kalah bukan?” celetuk Kyuhyun yang membuatku tidak bisa menahan ketawa.  Disertai anggukan para member. *poorleeteuk* wkwkwk

“Yak!! Apa maksudmu,eoh? Magnae gila!! Yak! Monyet mesum kau curang memanfaatkan kesempatan untuk memukulku!” murka Leeteuk hyung. 

“Haha.. Biarkan saja lagian kau harusnya fokus hyung.. haha..” jawab Eunhyuk penuh kemenangan.

“Benar tuh hyung kau harusnya fokus saja! Lagipula aku Magnae Evil bukan Magnae Gila.. hahaha” tawa Kyuhyun menggelegar. Ckckck.. mereka itu kalau sudah berkumpul pasti ada saja orang yang di-bully.

“Diam kau Magnae Iblis!” kesal Leeteuk hyung.

“Yak! Samchon Leeteuk kau tidak boleh berkata seperti itu. Memang benar kan kalau samchon Eunhyuk lebih hebat! Samchon Leeteuk kan sudah tua! Iya kan Samchon Kyuhyun?” celetuk Jihyun yang membuat aku melongo sebagai appanya sekaligus membuat semua orang disini tertawa. Memang benar kata Eun Ae kalau Jihyun itu sudah tertular Magnae Evil itu. Ckckck.. mau jadi apa anakku nanti?

“Hahahaha.. Nde! Chagiya.. Tuh Leeteuk hyung Jihyun saja mengaku—“

“Hooreee.. Aku menang.. Hahahaha.. Lee Hyuk Jae sepertinya kau harus berhati-hati padaku! Begini-gini aku itu banyak pengalaman.. hahaha ..” ucapnya dengan tawa kemenangannya itu.

“Mwo? Bagaimana bisa? Yak! Lee Hyuk Jae! Bagaimana bisa kau kalah pada ahjussi tua itu,eoh?” cerca Kyuhyun disertai anggukan para member.

“Dia terlalu hebat pabo! Aku itukan kurus!” jawab Eunhyuk kesal. *poorEuhyuk*wkwkwk

“Hahaha.. Sepertinya kalian harus mengakui kehebatanku!” ucapnya bangga.

“Hah! Jadi tidak seru.. Hyung ayo kita menyusul Ryeowook didapur!” seru Kyuhyun dan perlahan semua member masuk. Aku diam menyaksikan muka shocknya Leeteuk hyung sambil menahan tawa yang hampir keluar ini.

“YYAK!! MAGNAE SETAN! MAGNAE IBLIS! MAGNAE GILA! KALAU DAPAT AKAN KUCINCANG KAU BERSAMAAN DAGING GULING DIPASAR!! DAN NEO! SUNGMIN! Kenapa kau tertawa eoh? Memang ada yang lucu?” maki Leeteuk hyung menggelegar (?)

“Anni.. Hanya saja ekspresimu lucu sekali hyung.. hahaha..” tawaku pecah seketika dan disambut dengan guling dari Leeteuk hyung..


^LEE SUNGMIN POV^


=========******==========


Aku kecewa padamu..
Ini semua sama saja kau mencampakkanku..
Aku disana merindukanmu hingga hampir gila..
Dan kau disini dengan cinta yang baru..
Kau harusnya melunasi janjimu untuk menunggu dan menikah denganku!!



^LEE SANG WOO POV^



“Hemm.. Kenapa udara sangat dingin? Padahal aku ingin menemui Eun Ae! Tapi ini semua tidak dapat mengurungkan niatku! Kim Eun Ae, I’m coming!!” gumamku begitu keluar dari apartement. Aku sudah mendapatkan alamat Eun Ae jadi aku bisa mengunjunginya sekarang! Semoga saja dia ada dirumah! Ku lajukan mobilku ini dengan kecepatan maksimal karena rasa rinduku yang sudah tak terbendung lagi, lagipula jalanan di kota Seoul malam ini cukup lenggang...

“Inikah rumahnya? Cukup besar! Apa aku langsung masuk saja? Cepat! Aku sudah tidak sabar!” ucapku saat mobilku sudah sampai didepan rumahnya. Aiss.. Kenapa aku jadi gugup seperti ini. Ku mulai keluar dari mobil lalu masuk ke pekarangan rumahnya. Huft.. sekarang aku berdiri didepan pintu rumahnya. Omona.. apa yang harus katakan nanti?



Ting Tong.. Ting Tong..



Aku tekan bel rumahnya, kemudian terdengar suara yeoja dari dalam. “Nde! Sebentar..” ucap dari dalam. Apa itu suara Eun Ae? Nde! Suaranya masih sama seperti dulu!


“Nugu—“
                                                                                                               


^LEE SANG WOO POV END^


=========T===B===C========

The Consequences of Limited Rationality, Social Preferences, and Lack of Self-Control

by Valeria Maltoni @ Conversation Agent - Valeria Maltoni

“I never could bear the idea of anyone's expecting something from me. It always made me want to do just the opposite.” [Jean-Paul Sartre] We'd like to think we're enlightened rational actors, that we make choices based on our individual and unique circumstances, and that we're mostly in full command of our actions. Nothing could be farther from the truth. But this is now bad news once we understand how we work. Richard H. Thaler has spent time testing how psychologically realistic assumptions come into play into economic decision-making. The field of behavioral economics is richer for his contributions and we can now apply its principles to identify and diagnose problems so we can design tools that address them. Behavioral economists study how the context of decisions interacts with our expanded understanding of human psychology. Many of the tools used by behavioral economists are about helping people make the choices...

Comentariu la FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia de Proletarul Ariton

by Proletarul Ariton @ Comentarii la Pagina de Transilvania

Tovarasi, securistii de azi, de rit nou, sunt mai capitalisti decat Rockefeller. L-au impuscat pe Cizmar sa isi poata face mendrele capitaliste. Religia? Stiu ei prea bine, opiu pentru popor!

De: Proletarul Ariton

by Proletarul Ariton @ Comentarii la: FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia

Tovarasi, securistii de azi, de rit nou, sunt mai capitalisti decat Rockefeller. L-au impuscat pe Cizmar sa isi poata face mendrele capitaliste. Religia? Stiu ei prea bine, opiu pentru popor!

155A0735.JPG

155A0735.JPG

by Chris Jorgensen/Iowa State Daily @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

Pulitzer Prize winning photojournalist Lynsey Addario gave a talk Thursday night in the Memorial Union. Addario has spent over 25 years documenting war in the Middle East. The upcoming feature film 'It's What I Do' starring Jennifer Lawrence is based…

Comentariu la Compania de Transport Public (CTP) Cluj-Napoca a organizat o licitație pentru achiziționarea unui număr de 50 de noi autobuze. de Daniela

by Daniela @ Comentarii la Pagina de Transilvania

De aproape doi ani tot ne tin ca or sa bage super autobuze in Cluj :).....

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

by Ronald Zak @ www.greensboro.com - RSS Results

Hans-Christian Strache, leader of the strongly eurosceptic Austrian Freedom Party, Austrian Chancellor Christian Kern and Foreign Minister Sebastian Kurz, head of Austrian People's Party,, from left, pose for a photograph prior to a TV debate in Vienna, Austria, Thursday, Oct.…

Valeria m Freelancers or Jobs Online - Truelancer

Valeria m Freelancers or Jobs Online - Truelancer


Truelancer.com

Searching for Best Valeria m. Hire top Valeria m Freelancers or work on the latest Valeria m Jobs Online. Create a Free Account and start now.

Comentariu la FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia de VLAD PAUL

by VLAD PAUL @ Comentarii la Pagina de Transilvania

Tovarase coleg, nu mai spuneti lucruri urate, capitaliste.......despre bravii nostri colegii de la Cluj.....nu se spune domnule general, nu putem fi asa de jignitori, se spune tovarase general. Si presa asta capitalista-imperialista, ce e asa de grav ce a facut tovarasul Todea? Ei nu stiu ca istoria se repeta? Doar in anii 1948-1960, nu faceam la fel? Nu luam babelor capitaliste casele, ca doar prea bine o duceau?

Comentariu la VIDEO: Primarul Cătălin Cherecheș la DNA Cluj în alt dosar. ”Un singur lucru mă poate limita: Moartea.” de FALS în declarații și CORUPEREA alegătorilor, noi ACUZAȚII, nou DOSAR pe numele COLECȚIONARULUI de INFRACȚIUNI, Cătălin Cherecheș | Detectivul de Presă Șoc Baia Mare

by FALS în declarații și CORUPEREA alegătorilor, noi ACUZAȚII, nou DOSAR pe numele COLECȚIONARULUI de INFRACȚIUNI, Cătălin Cherecheș | Detectivul de Presă Șoc Baia Mare @ Comentarii la Pagina de Transilvania

[…] VIDEO: Primarul Cătălin Cherecheș la DNA Cluj în alt dosar. ”Un singur lucru mă poate limita:… […]

(video) Filmat pe plaiurile de la Nisporeni! Valeria Stoica a lansat primul videoclip la o piesă în română - #diez

(video) Filmat pe plaiurile de la Nisporeni! Valeria Stoica a lansat primul videoclip la o piesă în română - #diez


#diez

Valeria Stoica a lansat cea de-a doua piesă din primul său album de debut. „Distanțe” este o piesă în limba română, o piesă de suflet despre acceptarea unor sentimente și depășirea acestora. Sentimentele au fost redate în armonioasa combinație a iernii din februarie și apusului care vestește cu speranță venirea primăverii.

De: VLAD PAUL

by VLAD PAUL @ Comentarii la: FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia

Tovarase coleg, nu mai spuneti lucruri urate, capitaliste.......despre bravii nostri colegii de la Cluj.....nu se spune domnule general, nu putem fi asa de jignitori, se spune tovarase general. Si presa asta capitalista-imperialista, ce e asa de grav ce a facut tovarasul Todea? Ei nu stiu ca istoria se repeta? Doar in anii 1948-1960, nu faceam la fel? Nu luam babelor capitaliste casele, ca doar prea bine o duceau?

Mesenchymal Stem Cells as Feeder Cells for Pancreatic Islet Transplants

Mesenchymal Stem Cells as Feeder Cells for Pancreatic Islet Transplants


PubMed Central (PMC)

Allogeneic islet transplantation serves as a source of insulin-secreting beta-cells for the maintenance of normal glucose levels and treatment of diabetes. However, limited availability of islets, high rates of islet graft failure, and the need for life-long ...

EVLS Prague Pro: List of Competitors

EVLS Prague Pro: List of Competitors


Iron Affinity

EVLS Prague Pro: LIST OF COMPETITORS Originally Posted: www.EvlsPraguePro.com PRO MEN’S OPEN William Bonac (Netherlands) Kai Greene (USA) Dalibor Hájek (Czech Republic) Dexter Jackson (USA) Johnnie Jackson (USA) Tomáš Kašpar (Czech Republic) Jeno Kiss (Hungary) Steve Kuclo (USA) Victor Martinez (Dominican Republic) Juan Morel (USA) Shawn Rhoden (USA) Ronny Rockel (Germany) Aliaksei Shabunia (Belarus) Mike Sheridan (England)…

ExoShidae Couple^^

ExoShidae Couple^^


perfectbaek

Annyeong readers^^ Disini aku mau bahas ExoShidae couple nih. Walaupun ga semua aku bahas, aku cuma bahas yang ada momentnya doang hehe :-D semoga kalian suka :-)1. SeoHanSeohyun SNSD >< Luha…

CTP anunță program de transport prelungit în data 17 octombrie, cu ocazia concertului Sting

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Cu ocazia concertului sustinut de STING, programat la Sala Polivalenta in data de 17.10.2017 incepand cu ora 20:00, Compania de Transport Public Cluj-Napoca anunta publicul calator interesat ca in aceasta data programul de transport va fi prelungit pana la ora 23:30, pe urmatoarele linii: 1 (str. Bucium – P-ta 1 Mai), 6 (str. Bucium – str. A. Vlaicu), 25 (str. Bucium – str. Unirii), 30 (cart. Grigorescu – str. A. Vlaicu), 35 (cart. Zorilor – P-ta Garii) si 101 (str. Bucium – P-ta Garii). De asemenea, intre orele 23:00–01:00 va functiona linia de autobuze 25N (str. Unirii – str. Bucium), […]

Final presidential candidates spoke at open forums this week

Final presidential candidates spoke at open forums this week

by @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

The four finalists for the president position at Iowa State, Sonny Ramaswamy, Pamela Whitten, Dale Whittaker and Windy Wintersteen, each held open forums in the Memorial Union this week for the Iowa State Community.

Help Marcia walk again

by Jonathon Colman @ Jonathon Colman

Please donate or share from this YouCaring page to help Marcia Huhta walk again. Marcia Huhta needs your help You may not know my mother in law, Marcia Huhta, but on June 6th, Marcia’s life changed forever. That’s the day … Continue reading

The post Help Marcia walk again appeared first on Jonathon Colman.

Gogoși turcești

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Cui nu îi plac gogoșile? Încearcă o rețetă inedită cu iaurt și sirop. Rețeta este foarte ușor de realizat și este necesar un timp mediu. Ingrediente: 500 g făină un praf de sare 1/2 linguriță bicarbonat de sodiu 475 iaurt ulei vegetal, pentru prăjit Pentru sirop: 75 g zahăr tos 2 linguri suc limetă 3 linguri apă coaja rasă fin de la 1 limetă Modalitate de preparare: Cerneți făina, sarea și bicarbonatul într-un castron mare și amestecați totul cu iaurt. Frământați bine compoziția, până se obține un aluat fin. Între timp se prepară siropul. Amestecați ingredientele într-un vas și fierbeți […]

How Netonomics Will Replace Destructive Economy of Scale

by Valeria Maltoni @ Conversation Agent - Valeria Maltoni

"Those that fail to learn from history, are doomed to repeat it." [Winston Churchill] When we don't learn from history, we're bound to repeat it. Giambattista Vico was an Italian political philosopher, rhetorician, historian and jurist of the Age of Enlightenment. He was a precursor of systematic and complex thought and believed that history repeated itself in cycles — primitive/divine, poetic/heroic, and civil history. Only he attributed this continuous repetition to divine providence. We like to think our rational decision-making prevails, that we maximize all alternatives in our pursuit of monetary gain, seemingly the only value. But there's a lot of room for improvement in that line of thinking. For one, it excludes how we learn, buy, and relate to each other as we get things done. For seconds, it forgets the role of technology — both with automated and addictive defaults, and he advances that level the playing field....

IA Daily: Darron Glenn Wings of Strength / Chicago Preview

by admin @ Iron Affinity

Just a few weeks removed from delivering what was easily the best performance of his pro career thus far at the Omaha Pro show, it looks like Darron Glenn is armed and ready to wage war on the 212 division at this weekend’s Chicago Pro, Wings of Strength. After struggling mightily with his consistency throughout 2014, [&hellip

How Netonomics Will Replace Destructive Economy of Scale

by Valeria Maltoni @ Conversation Agent - Valeria Maltoni

"Those that fail to learn from history, are doomed to repeat it." [Winston Churchill] When we don't learn from history, we're bound to repeat it. Giambattista Vico was an Italian political philosopher, rhetorician, historian and jurist of the Age of Enlightenment. He was a precursor of systematic and complex thought and believed that history repeated itself in cycles — primitive/divine, poetic/heroic, and civil history. Only he attributed this continuous repetition to divine providence. We like to think our rational decision-making prevails, that we maximize all alternatives in our pursuit of monetary gain, seemingly the only value. But there's a lot of room for improvement in that line of thinking. For one, it excludes how we learn, buy, and relate to each other as we get things done. For seconds, it forgets the role of technology — both with automated and addictive defaults, and he advances that level the playing field....

Valeria SEO Company | SEO Firepower

Valeria SEO Company | SEO Firepower


SEO Firepower

Valeria Digital Marketing & SEO Experts. Consistent Results. Proven Rankings. Call Us For a Free Consultation & Website Audit: (844) 238-0065.

Platforma pentru comunicații în bandă largă: orașele și regiunile își unesc forțele cu Comisia, pentru a reduce decalajul digital

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Comisia Europeană și Comitetul European al Regiunilor (CoR) au lansat azi o platformă comună menită să contribuie la disponibilitatea conexiunii în bandă largă de mare viteză în toate regiunile europene, inclusiv în zonele rurale și slab populate, unde piața nu stimulează suficient o evoluție în acest sens. Prima reuniune a Platformei pentru comunicații în bandă largă s-a desfășurat la Bruxelles, în prezența comisarului pentru economie digitală și societate digitală, Mariya Gabriel, a președintelui CoR, dl Karl-Heinz Lambertz, și a mai multor politicieni de la nivel local și regional din statele membre ale UE. Noua platformă este menită să contribuie la […]

Reţeaua magazinelor Gerovital a ajuns la 11 puncte de vânzare, la numai 1 an de la inaugurarea primului magazin

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Farmec, cel mai mare producător român de cosmetice, marchează un an de la înfiinţarea reţelei proprii de magazine Gerovital, cunoscând în acest interval o expansiune impresionantă la nivel naţional. Compania clujeană este primul jucător local din această industrie care şi-a creat propria reţea de magazine de brand Gerovital şi Farmec (19 magazine) şi care, în prima jumătate a anului 2017, a înregistrat o cifră de afaceri de peste 1 milion de euro. „Acum un an, din dorinţa de a oferi consumatorilor noştri o experienţă de brand desăvârşită, am deschis primul magazin Gerovital din România, la Bucureşti. Au urmat alte două […]

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

by Ronald Zak @ www.greensboro.com - RSS Results

Hans-Christian Strache, leader of the strongly eurosceptic Austrian Freedom Party, Austrian Chancellor Christian Kern and Foreign Minister Sebastian Kurz, head of Austrian People's Party, from left, pose for a photograph prior to a TV debate in Vienna, Austria, Thursday, Oct.…

Bruxelles: RegioStars 2017, nici o participare românească.

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

RegioStars 2017, nici o participare românească. Ca în fiecare an, au fost premiate cele mai bune proiecte, care au beneficiat de finanțare din Fondul de coeziune. În acest an, au fost 5 categori tematice: specializarea inteligentă pentru inovare în IMM-uri; uniunea energetică: schimbările climatice; emanciparea femeilor și participarea activă; educația și formarea; CityStar: orașele în tranziția digitală.   Un juriu independent, condus de Lambert Van Nistelrooij, membru al PE, a ales 24 de proiecte finaliste din 103 proiecte înscrise, pe baza a patru criterii-cheie: inovare, impact, sustenabilitate și parteneriat. Cele 24 de proiecte finaliste alese provin din regiuni și orașe […]

Comentariu la SOCANT: Încă un scandal zguduie Biserica Ortodoxă. Celebrul preot cântăreţ Cristian Pomohaci, ar fi fost înregistrat în timp ce încerca să convingă un minor să întreţină relaţii homosexuale cu el. de iancu

by iancu @ Comentarii la Pagina de Transilvania

si in Bucuresti si Constanta , dosar musamlizat de DIICOT Bucuresti http://identitydesign.ro/wp/index.php/2015/06/14/o-retea-de-prostitutie-cu-minore-ancorata-de-varfurile-puterii/

IA Daily: Jon Delarosa, Wings of Strength Contender

by admin @ Iron Affinity

While we’ve heard a lot of talk headed into this weekend’s Chicago Pro about the emergence of Akim Williams as a rising star, Michael Lockett’s thirteen day contest prep, and the long awaited pro debut of Kevin Jordan, somehow the most decorated athlete in the lineup has managed to fly way under the radar. Coming [&hellip

Judging on the way …

by admin @ World Photographic Cup

The World Photographic Cup is the first ever photography competition launched globally, with national photographic teams from America and Europe and from Asia to Australia. Its successful first round of submissions confirmed the WPC as a vehicle to universally share photographic style, encourage image excellence and create friendships across all diverse cultural environments. 22 national […]

FF THREESHOOT :: PAPER (FF REQUEST)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .




Title                       : PAPER

Author                   : ...^LeeSangMi^...

FB                         : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)

Link                      : http://www.facebook.com/adhelia.pholepelii

Twitter                 : @adeliakarlinaa (Follow, akan d’follback) XD

Rating                  : T

Genre                   : Romance, Comedy

Main Cast            : Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk, Park Seul Young

Support Cast       : Kim Soo Mi, Kim Heechul, dan member Super Junior
  

“CAST DI DALAM FF INI SEPENUHNYA MILIK TUHAN DAN KELUARGANYA. DAN FF INI MILIK SAYA DAN MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA. MIAN KALAU BANYAK TYPO BERTEBARAN. TOLONG HARGAI AUTHOR DENGAN ‘RCL’, SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!! DON’T BE SILENT READERS!!

=================^^=======^^=================

 ~“Aku yakin cinta itu akan datang! Soal datangnya kapan, biar waktu yang menjawab..”~

=================^^=======^^=================

NOTE : Disini ceritanya Heechul udah pulang wamil.

^AUTHOR POV^

@TAMAN KOTA

Terlihat dua yeoja yang sedang duduk pada bangku taman tersebut, dalam suasana keheningan. Mereka seolah asik memandangi anak-anak kecil yang sedang berlarian kesana-kemari dengan riangnya. Kadang mereka tersenyum sendiri membayangkan bagaimana anak mereka nanti jika sudah menikah. Semilir angin di musim kemarau, kadang membuat beberapa anak rambut mereka tertiup halus. Berbagai penampilan orang yang berlalu lalang menjadi tontonan malas kedua yeoja ini. Yaitu Park Seul Young dan Kim Soo Mi.

“Seul Young-ah..” ucap Soo Mi memecahkan keheningan. Jengah dengan suasana yang tidak menarik ini, dimulailah pembicaraan mencoba mengurangi kecanggungan.

“Wae?” tanya Seul Young singkat. Yeoja ini masih sebal atas aksi sahabatnya ini yang terkesan suka sekali memaksakan kehendak. Kalau tidak menuruti permintaan Soo Mi sudah dipastikan jika saat ini Seul Young masih bergelut dengan selimutnya.

“Ck! Kau masih marah, eoh?” tanya Soo Mi balik, karena kesal dengan jawaban bosan sahabatnya.

“Menurutmu?” tanya Seul Young lagi (?) . Yeoja ini bukanlah tipe orang yang akan berbasa-basi ataupun berbicara berlebihan –cerewet-. Seul Young adalah yeoja yang akan berbicara seperlunya, dan lebih terkesan diam.

“Aigoo.. Pantas saja kau tidak memiliki pacar sampai sekarang? Kau terlalu dingin Seul-ah..” ujar Soo Mi menebak. Soo Mi benar-benar bingung dengan kelakuan sahabatnya itu, bagaimana bisa seorang yeoja terlihat begitu dingin dan seakan tidak mau tau dengan keadaan sekitarnya? Padahal jika diketahui Seul Young itu sangatlah peduli, hanya saja dia tidak mau terlalu ambil pusing atas setiap yang terjadi.

“Huh! Kenapa kau selalu membicarakan itu, heh? Aku sudah bosan, pabo!” ucap Seol Young jengah atas setiap perkataan Soo Mi yang selalu mengenai pacar. -_-

“Yak! Kau bilang aku pabo? Kau yang pabo! Cih.. Sampai sekarang saja tidak mempunyai pacar..” balas Soo Mi sengit dengan senyum remehnya. Dia tidak ada maksud membuat Seul Young sakit hati atas perkataannya, dia hanya ingin sahabatnya itu membuka hati untuk seorang namja agar bisa memasuki hatinya.

“Itu hanya masalah waktu Mi-ya.. Jika memang Tuhan mentakdirkan kita bertemu, kita pasti akan dipertemukan dalam ruang cinta yang sama..” jelas Seul Young pada sahabatnya, bermaksud menghentikan celotehan rianya (?)

“Omona.. Harus berapa ratus kali lagi aku mendengarkan alasanmu itu, heh?” ucap Soo Mi yang sudah bosan dengan alasan sama yang selalu terlontar dari bibir sahabatnya itu.

“Mungkin.. Sampai kau tidak menanyakan hal bodoh itu lagi..” jawab Seul Young asal disertai kekehan ringan. Bermaksud mencairkan suasana dari pembicaraan berat mereka.

“Tapi, bagaimana kalau aku yang mencoba mencarikan kau jodoh?” usul Soo Mi pada Seul Young dengan senyum berbinar.

“Hal bodoh apa lagi yang akan kau pakai, eoh?” tanya Seul Young remeh. Yeoja ini sudah sangat bosan dengan berbagai usul Soo Mi untuk mencarikan dia pacar, yang ternyata masih berakhir nihil!

“Bagaimana dengan kertas?” lanjut Soo Mi, memberikan ide.

“Maksudmu?” tanya Seul Young yang masih tak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya.

“Jadi aku akan menaruh sebuah kertas didalam balon, kertas itu akan diisi dengan nama dan nomer telephone-mu. Eotthe?” jelas Soo Mi tentang ide yang sedang bergelayut dalam pikirannya.

“Kau gila..” komentar Seul Young tentang ide sahabatnya itu.

“Biarkan saja.. Daripada melihatmu terus-terusan menjadi perawan tua..” jawab Soo Mi asal.

#PLETAK

“Yak! Appo..” rintih Soo Mi atas perbuatan sahabatnya, padahal tadi Seul Young hanya menjitak ringan kepalanya. Kadang Kim Soo Mi itu suka bereaksi berlebihan –lebay- ataupun berbicara berlebihan –cerewet-.

“Rasakan itu! Cihh, jangan karena kau ingin menikah dengan manusia 4D itu, kau malah menghinaku!” balas Seul Young sengit. Yang diajak bicara malah mengerucutkan bibirnya.

“Namanya Heechul! Ya.. Kelakuannya memang aneh, yang penting dia mencintaiku..” ucap Soo Mi tak kalah sengit.

“Apa kau yakin dia mencintaimu?” interupsi Seul Young yang membuat Soo Mi seketika menengok kearahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Soo Mi yang bingung dengan ucapan sahabatnya itu.

“Coba kutanya, berapa kali dia mengatakan dia mencintaimu? Apa kalian sering bertemu? Dan apakah dia selalu menanyakan kabarmu?” tanya Seul Young beruntun membuat si lawan bicaranya bingung mencari jawabannya.

“Hemm.. Seingatku dia hanya sekali mengatakan cinta, yaitu saat dia menyatakan perasaannya padaku. Kita juga jarang bertemu itu dikarenakan jadwalnya yang sangat sibuk, dan karena itu pula dia jarang menanyakan kabarku.” Jawab Soo Mi yang perlahan suaranya melemah dengan raut wajah yang sendu, seperti menyimpan kesakitan tersendiri. Soo Mi sadar dia sedang berpacaran dengan salah satu member Super Junior, dimana boyband yang super sibuk. Tapi dia tetaplah seorang kekasih yang butuh kasih sayang khusus, namun selama ini Soo Mi dengan pintarnya menutupi semua kerinduannya. Dari siapapun, termasuk Seul Young.

“Justru itu aku tidak mau berpacaran dengan artis!” ucap Seul Young setelah mendengar penjelasan Soo Mi, dia tau betul apa yang dirasakan sahabatnya itu. Tapi dia mencoba pura-pura tidak tau, agar hubungan sepasang kekasih itu tetap baik. Tiba-tiba suasana hening, tidak ada yang berbicara lagi. Seketika telinga Seul Young menangkap suara isak seseorang, yang ternyata adalah Soo Mi.

“Yak! Kenapa kau menangis? Memalukan..” ujar Seul Young shock dengan kelakuan sahabatnya itu. Yang ditanya malah menaikkan volume tangisannya, dan semakin membuat Seul Young frustasi.

“Omona.. Kau tau? Kau dan Kim Heechul-mu itu memang benar-benar pasangan 4D, sama-sama aneh!” pengakuan Seul Young. Soo Mi sendiri masih betah dengan isak tangisnya.

“Kau membicarakan dia membuat aku merindukannya... hikss.. hikss..” balas Soo Mi dengan isakan.

“Yasudah diamlah.. Kau membuat kita jadi pusat perhatian.” Ucap Seul Young berbisik, sambil tersenyum kikuk pada orang-orang yang menatap aneh pada mereka.

“Shireo! Belikan aku ice cream dahulu..” rengek Soo Mi, membuat Seul Young ingin seketika menenggelamkan sahabatnya itu ke Sungai Han.

“Mwo? Jinjja..” balas Seul Young lalu bangkit meninggalkan sahabatnya itu. Bukan untuk membelikan ice cream, tapi pulang kerumahnya. Rumah, dimana tanpa gangguan manusia 4D itu.

“Yak! Seul Young-ah, jankkamman..” teriak Soo Mi karena jarak mereka yang perlahan menjauh, Soo Mi sadar jika Seul Young pasti akan pulang. Tidak mungkin membelikan apa yang dia minta.

============@@============

@HALTE SUBWAY

Terlihat seorang dipinggir bangku halte, dengan tersenyum-senyum sendiri sambil memegang sebuah kertas kecil berbentuk memo. Yeoja itu adalah Soo Mi. Dia sedang menunggu bus untuk mengatarkan dia menuju kantornya. Karena mobilnya yang masih berada di bengkel, membuat dia harus menaiki bus untuk pergi kekantornya. Sebenarnya dia sudah meminta Heechul untuk mengantarkannya, namun karena Heechul sibuk membuat dia berada disini. Soo Mi belum jera untuk mencarikan Seul Young kekasih, buktinya rencana yang kemarin dia katakan akan segera dia laksakan seusai pulang kerja nanti. Namun, tanpa sepengatahuan Seul Young tentunya. Kertas yang sekarang dia pegang berisikan nama dan nomer telephone Seul Young dan beberapa kalimat tambahan. Tiba-tiba bus yang sudah ditunggu datang juga, cepat-cepat dia masukan kertas itu. Namun, tanpa sadar karena terlalu terburu-buru, kertas yang harusnya masuk kedalam tasnya itu malah jatuh. Mungkin Tuhan sedang merencanakan hal lain.

Setelah beberapa menit berlalu, datang seorang pria menempati bangku yang diduduki oleh Soo Mi. Dandanan pria itu terlihat mencurigakan. Dimana jaket, topi, serta masker menutupi tubuhnya. Namja itu adalah Enhyuk. Dia berpenampilan seperti ini agar tidak dikenali oleh fansnya. Eunhyuk berada di halte bus ini karena ingin menikmati dunia tanpa mobil mewahnya. Digerakkan kakinya sambil menunggu bus datang, namun seketika matanya menangkap lipatan kertas yang bergerak kedepan akibat tendangannya. Karena rasa penasarannya, diambilnya kertas itu lalu dibuka. Eunhyuk bingung saat melihat isi kertas itu.

Park Seul Young
010-4460-1117
Aku masih single, mari kita berkenalan lebih jauh.. ^^

“Semenderita apa wanita ini, sampai-sampai melakukan ini.. Apa dia sudah tidak laku?” batin Eunhyuk sambil tersenyum geli setelah membaca deretan kalimat itu. Ide jahil tiba-tiba terlintas dipikirannya. Dimasukkannya kertas itu, siapa tau nanti dia kurang kerjaan sehingga bisa mengerjai si pemilik nomer telephone. Atau mungkin bisa menjadi jodoh, pikir Eunhyuk lebih luas.

=============@@===========

@CHANG CORP, -SEUL YOUNG OFFICE-
_12.30_

Suasana sepi menghiasi ruang kerja di kantor ini. Beberapa karyawan yang lain sudah menuju kantin atau restoran terdekat guna menikmati waktu istirahat mereka. Namun seorang yeoja masih enggan meninggalkan kursinya, file-file yang menumpuk lah menjadi alasannya. Seul Young, yeoja yang selalu sibuk dengan filenya. Deru nafas berat keluar dari bibir mungilnya. Tiba-tiba handphonenya bergetar lama, menandakan ada panggilan.

“Nomer siapa ini? Kenapa aku tidak mengenalinya?” gumam Seul Young, lalu mengangkat panggilan itu. Dinyalakan speaker pada handphonenya, agar dia tetap bisa bekerja. Lagipula diruangan itu juga hanya terdapat dirinya seorang.

Yeoboseyo?” suara namja membuka panggilan itu.

“Nde, nuguya?” tanya Seul Young to the point. Sekali lagi, Seul Young bukan orang yang akan berbasa-basi pada lawan bicaranya.

“Apa kau wanita single yang sedang mencari jodoh dengan sebuah kertas bodoh heh?” tanya balik sang namja, Seul Young hanya mengerutkan dahinya. Bingung, atas pertanyaan itu. Dihentikan kegiatan mengetiknya, lalu terdiam mencerna ucapan namja itu.

“Maksudmu?” tanya Seul Young yang belum mengerti arah pembicaraan sang lawan bicara.

“Kau Park Seul Young kan?” tanya sang namja lagi (?). Dan itu membuat Seul Young geram, karena pertanyaannya selalu dijawab dengan tanya juga.

“Nde, Lalu kau siapa? Kalau kau menjawab dengan pertanyaan lagi, akan kututup telepon ini!” ancam Seul Young yang jengah atas sikap si lawan bicara yang tidak diketahuinya.

“Tck! Kau ini sensitif sekali nona, Eunhyuk imnida. Kau pasti mengenal aku bukan?” ucap namja yang sudah diketahui Eunhyuk itu percaya diri. Tentu saja Eunhyuk begitu percaya diri, gadis mana yang tidak mengenal dia ataupun Super Junior? Bakat mereka yang fantastis dan tampang mereka bagai malaikat didunia ini.

“Nugu? Aku tidak mengenalmu..” jawab Seul Young polos. Dalam urusan mengenal artis, Seul Young sangatlah buruk. Yeoja ini benar-benar tidak ingin terlibat dalam cinta rumit artis.

“Mwo? Kau tidak mengenalku? Apa kau tidak memiliki televisi? Kau hidup di bagian mana, eoh?” sengit Eunhyuk sekaligus membuat Seul Young kesal.

"Untuk apa aku mengenalmu? Tidak penting! Memang kau siapa, heh?” balas Seul Young tak kalah sengit. Seul Young selain dingin dan cuek, dia juga angkuh.

“Aku Eunhyuk, member Super Junior! Kau pasti mengenalnya kan?” tanya Eunhyuk yang sebenarnya meremehkan pengetahuan Seul Young.

“Oh, nde. Aku mengenalnya, tapi hanya seorang Kim Heechul. Kalau yang lainnya aku tidak peduli, lagian aku juga tidak tertarik untuk mengetahui yang lain ..” jawab Seul Young dengan nada datar. Sementara Eunhyuk diseberang sana sudah terpengarah dengan ucapan yeoja itu.

‘Bagaimana bisa hanya seorang Kim Heechul yang dia kenal? Si manusia 4D itu?’ batin Eunhyuk ditempatnya.

“Mwo? Neo.. Jinjj—“

#BIP

“Tck! Menganggu saja..” ucap Seul Young setelah memutuskan telepon secara sepihak. Seul Young paling tidak suka jika kegiatannya diganggu hanya untuk hal-hal yang tidak penting.

“Dan Soo Mi, akan kupastikan kau akan merasakan nerakamu malam ini!” ucap Seul Young tajam, sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya.

==========@@===========

@DORM SUPER JUNIOR

“Mwo? Neo.. Jinjj—“

#BIP

“Mwoya? Yeoja itu memutuskan teleponnya sepihak? Jinjja! Pantas saja tidak laku! Tidak sopan..” cicit Eunhyuk kesal karena panggilannya diputus sepihak.
Kini Eunhyuk masih berada di kamarnya, ia tidak mau orang tau bahwa ia sedang menelpon yeoja karena iseng. Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar dari pikirannya.

“Seul Young hanya tau Heechul hyung? Bagaimana bisa? Apa mereka dekat? Lebih baik aku tanyakan saja..” gumamnya lalu keluar dari kamarnya. Dilihatnya Heechul yang sedang menonton televisi dengan yang lain, kebetulan mereka sedang tidak ada jadwal untuk beberapa jam. Setidaknya itu bagus untuk mereka, sekedar untuk meregangkan otot dan menikmati waktu bersama.

“Hyung, apa kau mengenal Park Seul Young?” tanya Eunhyuk to the point. Sambil duduk disamping Heechul. Pertanyaan Eunhyuk yang tiba-tiba membuat semua mata tertuju padanya, lalu dia hanya senyum polos guna mengembalikan suasana kembali.

“Kenal, wae?” tanya Heechul balik masih dengan mata menatap televisi.

“Anni, hanya saja yeoja itu sangat tidak sopan..” jawab Eunhyuk kesal, mengingat bagaimana pemutusan telpon sepihak tadi.

“Bagaimana kau bisa tau? Kau mengenalnya?” tanya Heechul yang bingung dengan perkataan dongsaengnya itu.

“Hanya berbicara sebentar lewat telepon, dan tidak mau lagi..” balas Eunhyuk sambil merampas makanan Shindong (?). Namun langsung dirampas lagi oleh Shindong, sebelum Eunhyuk mencicipi makanan tersebut. -_-

“Yak! Hyung kau itu pelit sekali..” gerutu Eunhyuk.

“Biarkan saja, ambil saja sana sendiri. Di dapur masih banyak..” balas Shindong tanpa menoleh.

“Dari mana kau mendapatkan nomer teleponnya?” tanya Heechul masih dengan topik yang sama.

“Igo! Tidak sengaja melihatnya di halte bus..” ucap Eunhyuk sambil menyodorkan kertas yang ia temukan tadi. Heechul pun langsung membuka kertas itu, lalu tertawa tanpa suara setelah melihat isinya. Heechul sebenarnya sudah tau apa maksud dari surat itu, sebelum dibaca. Namun dia hanya penasaran apa yang ditulis pacarnya pada kertas itu. Soo Mi telah menceritakan semua padanya.

“Soo Mi, kau benar-benar keterlaluan..” gumam Heechul yang langsung mendapat tatapan heran dari Eunhyuk.

“Mwo? Apa yang kau bicarakan hyung?” tanya Eunhyuk yang bingung dengan ucapan Heechul.

“Semua ini sebenarnya kerjaannya Soo Mi, bukan Seul Young. Yah, memang betul  buat Seul Young juga. Karenamu Seul Young jadi tau, akan kupastikan Soo Mi akan kena semprot oleh yeoja dingin itu..” aku Heechul pada Eunhyuk yang sebenarnya.

“Yeoja dingin? Sebenarnya Seul Young itu seperti apa, hyung?” tanya Eunhyuk penasaran dengan kepribadian yeoja yang baru dikenal suaranya itu.

“Seul Young itu wanita yang dingin, cuek, dan angkuh. Dia terlihat sama sekali tidak memperhatikan sekitarnya, tapi sebenarnya yeoja itu sangat memperhatikan sekitarnya hanya saja dia pura-pura tidak tau..”

“Lalu..”

“Dia bukan wanita yang manja dan cerewet seperti kebanyakan, justru itu dia wanita yang menarik. Sikap dinginnya membuat para namja begitu sulit menaklukannya, makanya sampai sekarang dia belum mempunyai pacar. Tapi dia jauh lebih cantik dari Soo Mi, ah! Aku punya fotonya..” lanjut Heechul sambil mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan foto Seul Young.


“Itu foto Seul Young yang diambil Soo Mi tanpa sengaja..” ucap Heechul menjelaskan. Sementara Eunhyuk masih betah memandangi foto itu dengan seksama, dia tidak menyangka bahwa yeoja yang dingin tadi sangatlah cantik. Karena member lain merasa tertarik dengan yeoja yang mereka bicarakan, akhirnya satu persatu ikut melihat foto itu.

“Yeopo..” ucap Eunhyuk tanpa sadar.

“Nde, neomu yeopo..” ucap Ryeowook dengan senyum merekah.

“Yeopo, hyung! Kenalkan padaku..” ucap Donghae dengan sambil menatap Heechul.

“Aku juga.. Aku juga.. Aku juga..” begitulah teriakan-teriakan mulut playboy mereka.

“Tck! Dia memang cantik, kalian ini tidak bisa melihat yeoja cantik sedikit, eoh?” ucap Heechul kesal atas kelakuan para dongsaengnya itu.

“Yak! Dia milikku!! Kenalkan dia padaku, hyung!” ujar Eunhyuk tiba-tiba, dan dibalas dengan senyum remeh Heechul.

“Dia tidak suka artis! Hebat, jika kau berhasil menaklukannya..” akui Heechul dengan seringainya.

“Lihat saja nanti, aku pasti bisa menaklukannya! HWAITING!” ucap Eunhyuk menyemangati dirinya sendiri. Sementara Heechul geleng-geleng kepala melihatnya, member yang lain pun ikut menggelengkan kepalanya.

^AUTHOR  POV END^

=========@--T--B--C--@===========

Kyyaa..
Dah lama hiatus dari dunia ff, dan muncul lagi membawa twoshoot!
Konfliknya sengaja gak terlalu berat agar kalian gak pusing bacanya, dan kalian juga pasti banyak yang merasa tau endingnya gimana, yang jelas dipart end akan ada orang baru *tunjuk someone* :P
Part selanjutnya akan dijelaskan lebih rinci kenapa Seul Young gak suka ama artis!
Ini ff adalah request’an dari “Dyah Nur Hidayah” klo gak salah! XD
Mian nde klo gak memuaskan.! :D
Gomawo yang udah RCL! :D
*bow

FF ONESHOOT :: WAITING

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                    : WAITING

Author                 : ...^LeeSangMi^...

FB                        : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)

Rating                  : T

Genre                   : Romance gagal (?), Sad, Angst, Hurt

Main Cast            : Park Hee Gi, Cho Kyuhyun

Support Cast        : Cho Sang Woo



“HAI.. HAI.. ADAKAH YANG INGAT DENGAN SAYA? *GAK ADA -_-  #NANGIS GULING-GULING# . OKE! BERHUBUNG DENGAN FF PAST SEQUEL ITU OTAK SAYA LAGI MENTOK IDE. TIBA-TIBA MUNCULAH IDE INI, DAN BERNIAT COBA-COBA MAKA JADILAH FF INI! MIAN KALO KAGAK PADA DAPET FEEL MENGINGAT SAYA BUKAN ORANG YANG PINTER MENGGAMBARKAN SUASANA  -___-. SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!! DAN TYPO(S) MERUPAKAN BINTANG TAMU FF SAYA !!” wkwkkwk :D


=================^^=======^^=================


^AUTHOR POV^



Terlihat seorang wanita sedang duduk di sebuah halte dengan tatapan sendunya. Semenjak kedatangannya di halte tersebut ia seolah bungkam seribu bahasa. Sudah beberapa bis berlalu-lalang didepannya. Namun tidak sekalipun dia bergerak ataupun bergeser dari tempatnya. Kadang orang menatapnya bingung, karena pandangannya kosong. Benar-benar seperti orang yang mendapat lumpuh mendadak. Yeoja itu, Park Hee Gi.

Dia seolah tidak peduli lagi dengan tatapan aneh orang-orang yang melihatnya. Yang dipikirannya saat ini hanyalah seorang Cho Kyuhyun. Orang yang dicintainya, orang yang selalu ia tunggu kehadirannya. Namun hingga detik ini tak jua dilihatnya sosok namja yang selalu memenuhi ruang hati dan pikirannya. Cuaca pun seakan mendukung suasana hatinya saat ini. Hujan deras disertai suara gemuruh, dimana langit tampak gelap ditutupi oleh awan-awan yang berkabut itu. Park Hee Gi semenjak kejadian itu, dia selalu hadir disini untuk menunggu datangnya sosok gagah yang selalu melindunginya saat dulu. Tapi ia tak pernah bosan ataupun jengah atas rutinitas hariannya ini, sudah sejak lama penantiannya ini tapi tidak juga membuahkan hasil, penantian akan janji seseorang. Bau khas hujan dan rintik salju sudah sering menemani penantiannya ini.



#FLASHBACK ON



*HAN RIVER*



Terlihat sepasang kekasih yang sedang duduk pada salah satu bangku dipinggir sungai. Keduanya masih berdiam, belum ada yang membuka pembicaraan. Mereka terlalu asik memandangi matahari yang hampir tenggelam itu, dan disambut dengan awan yang perlahan ubah warna menjadi lembayung itu. Sepasang kekasih itu adalah Park Hee Gi dan Cho Kyuhyun.

Mereka telah berpacaran selama tiga tahun, padahal Kyuhyun sudah ingin melamar Hee Gi mengingat umur mereka yang sudah pantas untuk membina rumah tangga. Hanya saja Kyuhyun ingin menunggu sampai Pamannya kembali ke Korea. Karena didunia ini ia hanya mempunyai Pamannya. Dan Pamannya lah yang membiayai kehidupan dan sekolah setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat. Dan kini Pamannya sedang berada di Paris untuk mengurusi perusahaannya. Perusahaan yang nantinya akan diturunkan kepada Kyuhyun mengingat Pamannya itu seorang duda tanpa anak.

“Oppa..” suara manja Hee Gi memecahkan keheningan. Dibarengi dengan bersendernya kepala Hee Gi pada pundak Kyuhyun  lalu didekapnya tangan kekar namja itu, seolah menghapus jarak diantara mereka.


“Hemm..” hanya gumaman singkat lah yang keluar dari mulut seorang Kyuhyun. Mengingat betapa dinginnya namja ini, tapi itulah yang membuat seorang Park Hee Gi bersedia memberikan seluruh hati dan hidupnya untuk namja ini. Karena Hee Gi yakin, sifat pendingin Kyuhyun inilah yang akan membuat dia setia hanya untuk seorang Park Hee Gi.


“Kenapa kau bisa tau kalau aku tadi ada dihalte?” tanya Hee Gi masih dengan posisi tadi dan sama-sama menatap kearah depan. Sebenarnya sebelum mereka disini, Hee Gi sedang berdiam diri disebuah halte dengan tatapan kosong, hal yang akan dilakukan Hee Gi apabila dia sedang mempunyai masalah.


“Karena, sebelumnya aku mencarimu kerumah tapi Eomma bilang kau keluar. Mungkin kau sedang ada masalah, makanya aku mencarimu ke halte. Mengingat kebiasaan bodohmu itu.. Dan aku janji akan selalu datang kepadamu kehalte itu apabila kau membutuhkanku..” jawab Kyuhyun sambil menggenggam tangan Hee Gi, masih dengan posisi seperti tadi. Kyuhyun memanggil Eomma Hee Gi dengan sebutan Eomma, karena hubungan mereka yang sudah cukup dekat. Dan Appa Hee Gi sudah meninggal, semenjak Hee Gi berusia dua tahun.


“......”. Hee Gi sama sekali tidak berniat untuk menyahut perkataan Kyuhyun, hanya saja kini keadaan hatinya benar-benar sedang tidak baik.


“Wae? Apa benar kau sedang ada masalah? Ceritakan saja padaku.. Aku ini pacarmu Hee Gi-ya, segalanya yang menyangkutmu aku harus tau..” lanjut Kyuhyun karena ucapannya yang sebelumnya tidak mendapat respon. Ditengoknya gadis yang sedang bersender pada pundaknya dengan tatapan kosong kedepan, seolah sedang mencoba menenangkan diri. Dilepasnya tautan tangan mereka, lalu ditangkupkan wajah Hee Gi oleh kedua tangan Kyuhyun. Ditatapnya mata coklat bulat Hee Gi yang volumenya agak sedikit besar, seperti mata boneka. Tatapan itu menghunus kedalam retina mata Hee Gi, membuat yeoja itu mati-matian menahan rasa gugupnya.


“Mwo?” tanya Hee Gi yang sudah mulai jengah dangan tatapan intimidasi pacarnya itu. Dibuangnya pandangan Hee Gi kesamping mencoba menutupi rasa gugupnya.


“Wae?” tanya Kyuhyun sekali lagi, atau bisa disebut penekanan. Sambil ditariknya wajah Hee Gi hingga ke posisi seperti tadi, menatapnya.


“Tidak ada apa-apa, Cho Kyuhyun. Aku hanya sedang bosan saja..” jawab Hee Gi lembut, berusaha menutupi semua masalahnya. Hee Gi tidak mau Kyuhyun ikut pusing memikirkan semua masalahnya, yang sebenarnya dalah masalah keluarganya. Cukup dia saja yang menderita dalam hal ini.


“Huh.. Baiklah, kalau kau tidak mau memberitahuku. Aku tidak akan memaksa, tapi bila kau sudah siap cerita aku siap mendengarkannya..”ucap Kyuhyun pasrah dengan senyumannya. Dia tidak mau yeoja yang dihadapannya ini tersiksa dengan sikapnya. ‘Biarlah.. Mungkin bila nanti dia sudah lega, pasti akan bercerita’pikir Kyuhyun.


“Hemm.. “ hanya gumaman singkat lah yang dipilih Hee Gi sebagai jawabannya. Dibalasnya senyuman Kyuhyun yang sedetik kemudian Kyuhyun sudah membawanya kedalam pelukannya. Pelukan yang cukup erat! Seolah mengungkapkan bahwa begitu cintanya ia pada Hee Gi. dan Hee Gi pun ikut membalas pelukan itu tak kalah erat. Namun sedetik kemudian dilepasnya pelukan erat itu oleh Kyuhyun, karena namja itu sekarang sedang menangkupkan kedua tangannya pada wajah Hee Gi. Ditempelkannya dahi mereka hingga hidung mereka bersentuhan, sampai deru nafas mereka pun begitu terasa pada kulit wajah masing-masing. Kedua tersenyum bersama, senyum bahagia.


“Saranghae...” ucap Kyuhyun lembut, masih dengan saling tersenyum.


“Nado saranghae..” balas Hee Gi, begitu juga. Sedetik kemudian Kyuhyun langsung menyambar bibir mungil yeoja itu, melumatnya dengan kecupan-kecupan ringan. Mereka seolah tidak peduli lagi sedang berada dimana dan jika mungkin orang melihat kearah mereka. Yang mereka pedulikan sekarang adalah bagaiman menyalurkan perasaan cinta itu hingga begitu indah dan manis. Saat mereka mulai kehabisan nafas, mereka berhenti sejenak. Tapi tidak butuh waktu lama hingga Kyuhyun menyambar lagi bibir Hee Gi, seperti tadi. Dan begitupun seterusnya. Langit gelap, matahari tenggelam, kicauan burung, suara orang berlalu-lalang seolah menjadi saksi atas cinta mereka.


===============******===============



#PARK HEE GI HOME



“Jangan!! ANDWE!! Jangan ambil barang-barang kita.. Kita akan membayar hutangnya, beri kami waktu..” teriak histeris Eomma Hee Gi. Dan Hee Gi  hanya bisa memeluk badan lemah Eommanya dengan isakannya. Ya.. mereka sedang berusaha mempertahankan barang-barang dirumahnya yang akan diambil oleh Cho Sang Woo, si penagih hutang. Appa hee Gi meninggal dengan meninggalkan hutang. Dan ini membuat Hee Gi dan Eommanya mati-matian bertahan hidup dan mencari uang untuk melunasi hutangnya.


“Ahjussi.. Beri kami waktu.. hikss..hikss.. Kami akan membayarnya.. hikss.hikss..” mohon Hee Gi berlinangan air mata sambil bersujud kearah Sang Woo.


“Shireo!! Sepertinya yang aku inginkan sekarang bukan uang, tapi kau gadis manis. Menikahlah denganku!! Lalu hutangmu kuanggap lunas dan aku akan membayar semua hutangmu yang belum terbayarkan. Eotthoke?” tawar Sang Woo. Sang Woo adalah duda tanpa anak yang berlinangan harta, dan seketika dia ingin menjadikan Hee Gi istrinya sekaligus Ibu dari anak-anaknya yang akan jadi penerus kekayaannya kelak.


“Mwo? Jangan Hee Gi-ya.. Jangan!! Eomma tidak apa-apa bila harus hidup seperti ini. Asalkan kau tidak menggadaikan kebahagiaanmu. Bagaimana dengan pacarmu Hee Gi-ya..” melas Eomma Hee Gi, mencoba memberikan saran agar anaknya tidak salah memilih.


“Aku bersedia menikah denganmu, Ahjussi..” ucap Hee Gi lemah, lalu memeluk tubuh ringkih Eommanya.


“Hee Gi-ya..” gumam Eomma Hee Gi kecewa.


“Aku tidak apa-apa Eomma, dan kita akan hidup tenang tanpa hutang lagi..” tangis keduanya pun pecah.


“Baiklah, kau telah mengambil keputusan yang tepat Park Hee Gi. Pernikahan kita akan dilaksanakan dua minggu lagi, sebaiknya kau bersiap-siap. Lalu putuskan hubunganmu itu dengan pacarmu!” perintah Sang Woo. Kemudian melenggang pergi bersama dengan pengawal-pengawalnya.



===================******=======================



#HAN RIVER



“Mianhae.. sepertinya hubungan kita cukup sampai disini oppa..” ucap Hee Gi memecahkan keheningan diantara mereka. Disini, ditempat mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Berbagi kebahagiaan, kesedihan semua telah membaur menjadi sebuah bayangan indah di masa lalu. Kyuhyun yang seperti mendapat terapi dadakan sontak menatap tidak percaya kearah Hee Gi. sedangkan Hee Gi hanya merunduk, terlalu takut menghadapi wajah Kyuhyun.


“Mwo? Wae? Wae Park Hee Gi?! Apa ada yang salah dengan sikapku? Katakan padaku!” ucap Kyuhyun sakartis dengan volume yang agak tinggi. Marah, kesal, kecewa semua jadi satu didalam pikiran dan hati Kyuhyun saat ini. Dan Hee Gi pun tau bahwa saat ini Kyuhyun benar-benar MARAH!


“Tidak ada oppa, kau memperlakukanku dengan sangat baik..” ucap Hee Gi lemah, berbanding terbalik dengan Kyuhyun.


“Lalu? Wae?” tanya Kyuhyun seolah belum puas dengan jawaban yeoja itu.


“Sebenarnya.. Saat Appa meninggal, dia meninggalkan banyak hutang kepada aku dan Eomma. Lalu kemarin ada salah satu penagih hutang yang datang kerumah, dan dia menagih semua hutang kami. Aku dan Eomma tidak tau harus membayar dengan apa. Dan dia menawarkan agar aku mau menikah dengannya, maka dia akan mengganggap hutung kami lunas dan akan melunasi hutang kami yang lain. Aku tidak bisa memikirkan apa-apa lagi oppa.. Dan aku menerimanya..” ucap Hee Gi lirih diakhir kalimat, setelah menjelaskan semua yang terjadi atau bisa disebut kenyataan yang telah terjadi. Lalu Kyuhyun runtuh seketika, menyenderkan badan lemasnya pada bangku kayu tersebut. Berulang kali menghela nafas gusar. Dan Hee Gi, wanita itu sedang menahan air matanya agar tidak jatuh dihadapan Kyuhyun.


“AAARRRGGHHTTTT!!!!” teriak Kyuhyun gusar.


“Padahal aku sudah ingin melamarmu Hee Gi-ya, Pamanku sudah pulang dari Paris. Tapi terlambat, sudah ada yang melamarmu lebih dahulu..” gumam Kyuhyun lirih, dan itu terdengar sangat miris ditelinga Hee Gi.


“Terlambat oppa..” balas Hee Gi tak kalah lirih.


“Siapa namanya? Aku akan coba membayarnya dengan uangku.. Beritahu aku!” ucap Kyuhyun seketika sambil bangun dari senderannya.


“Cho Sang Woo..” jawab Hee Gi lemah.


“C-ho S-ang Woo? Kau tidak salah kan?” jawab Kyuhyun sakartis.


“Anni, wae oppa?”


‘Paman.. Kenapa harus kau?!’  batin Kyuhyun.


“Hee Gi, aku harus pergi! Aku akan menyelesaikan semuanya.. Kau tenang saja..” ucap Kyuhyun langsung bangkit, lalu mencium kening Hee Gi dahulu. Kemudian berlari, yang perlahan menghilang dari pandangan Hee Gi.


‘Oppa..’ gumam Hee Gi lirih.



=================******=================



“APPA!! NEO EODDISEO??!!” teriak Kyuhyun lantang begitu memasuki rumahnya. Kyuhyun memanggil Pamannya itu dengan sebutan Appa. Itu adalah permintaan Pamannya sendiri, mengingat Pamannya yang tidak mempunyai anak.


“Appa disini! Kenapa kau teriak-teriak Kyuhyun-ah..” jawab Appanya keluar dari kamar.


“Aku mau bertanya! Apa Appa akan menikah dengan Park Hee Gi? Jawab aku Appa!!” cerca Kyuhyun meluapkan kemarahannya.


“Nde.. Waeyo Kyuhyun-ah?” tanya Appanya tak mengerti.


“Mwo? Kenapa harus dia Appa?! Park Hee Gi adalah pacarku! Aku akan segera melamarnya.. Aku mohon batalkan pernikahan itu! Jebal..” ucap Kyuhyun melas. Tidak ada lagi bentakan seperti tadi. Suara itu terdengar lemah, sangat lemah. Seperti bukan Kyuhyun yang terlihat dingin seperti biasa.


“Tidak bisa, Kyuhyun-ah.. Undangan sudah disebar..” ucap Appa Kyuhyun lirih. Seperti ikut merasakan bagaimana penderitaan keponakan yang sudah dianggap anak olehnya itu.


“Tapi, kita bisa mengumumkan pembatalannya sekarang juga Appa..” usul Kyuhyun.


“Shireo! Keputusan Appa sudah bulat!! Lagipula apa sudah membayar semua hutang mereka!” tolak Appa Kyuhyun, karena merasa keputusannya ini sudah tidak bisa dibatalkan lagi.


“Appa.. Jebal.. Aku sangat mencintai Park Hee Gi..” melas Kyuhyun .


“Mianhae.. Kyuhyun-ah.. Kali ini Appa tidak bisa menuruti permintaanmu yang satu itu. Jebal, kali ini kau lah yang harus menuruti permintaan Appa, Appa sudah terlalu banyak menurutimu Kyuhyun-ah.. Mianhae Appa harus pergi untuk melihat baju pernikahan kami..” ucap Appa Kyuhyun sambil melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang lemah dan shock atas semua kejadian yang menurutnya memuakkan ini.



#BRUUKK



Seketika Kyuhyun ambruk, dengan posisi bertumpu pada lutut. Seperti orang sedang berlutut. Kyuhyun menangis, ya.. air mata yang dia tahan mati-matian tadi tumpah lah sudah. Dipukul dadanya pelan, mencoba mengurangi rasa sakit itu. Namun sakit itu malah bertambah ngilu, dan Kyuhyun yakin hanya Hee Gi lah obat dari semua ini.



=================******=================



#INCHEON AIRPORT



Terlihat seorang namja sedang duduk sambil memegang sebuah ponsel. Terkadang dilihatnya ponsel itu dengan tatapan bingung, yang sepertinya ingin memanggil seseorang tapi ragu. Namja itu tampak terlihat frustasi, sesekali disenderkan badannya pada bangku tunggu pesawat tersebut. Lalu didongakkan kepalanya keatas, sambil membuang nafas gusar lewat mulutnya. Dan pemberitahuan bahwa pesawatnya akan segera berangkatpun menghentikan aktivitasnya.


‘Mianhae.. Aku sudah memutuskan ini! Aku tidak mau lebih terluka lagi saat melihat pernikahan kalian. Mianhae Park Hee Gi..’


Gumam sang namja sebelum bangkit dari duduknya. Lalu digeretnya koper itu, sambil berjalan menuju pintu pemberangkatan ke Paris. Cho Kyuhyun , namja itu adalah dia. Dia pergi ke Paris mendadak seperti ini, tanpa bilang siapapun karena alasan tersebut. Dia berniat akan melanjutkan kehidupan disana dengan meneruskan perusahaan Appanya  –Pamannya-. Dia menengok kebelakang sebelum benar-benar memberi tiketnya pada petugas.


‘Mianhae...’ gumaman terakhirnya.


“Cho Kyuhyun... Cho Kyuhyun... Neo eoddiseo? Cho Kyuhyun jangan tinggalkan aku...” teriak sang yeoja ditengah ribuan orang yang berlalu-lalang, Park Hee Gi. Yeoja itu kalut! Perasaan takut menyelubungi hatinya saat ini. Dia tidak lagi peduli orang mau menganggapnya orang gila sekalipun, yang sekarang baginya dia bisa bertemu dengan Cho Kyuhyun.


“Ahgassi.. Aku mau tanya apa penerbangan ke Paris sudah berangkat?” tanya Hee Gi antusias pada receptionis.


“Sudah Ahgassi sekitar lima menit yang lalu sudah lepas landas..” jawab sang receptionis.



#BBRUKK



Park Hee Gi ambruk seketika, enyah sudah harapan untuk bersama namja tersebut. Dia menangis sejadi-jadinya didepan meja receptionis tersebut. Terus meneriaki nama Cho Kyuhyun, dan itu membuat orang yang berlalu-lalang didepannya menatap iba.





=================******=================


"Yeoboseo.."


".........."


"Mwo? Appa meninggal?! Kau tidak bercanda kan? Lalu bagaimana dengan pernikahannya?"


".........."


"Ok! Aku akan langsung ke Korea. Akan aku usahakan hadir dipemakaman.."


".........."


"Nde.."


FLIP..


'Appa.. Mengapa kau harus pergi sekarang? Ya Tuhan.. Kenapa kau ambil semua orang-orang yang aku sayangi begitu cepat.. Apa ini rencanamu untuk menyatukanku dengan Hee Gi? Kalau iya, kenapa harus cara menyakitkan ini?'.


Gumam seorang namja yang tak lain adalah Cho Kyuhyun, masih dibangku kantornya. Seketika dia teringat bahwa harus segera pergi ke Korea. Diambilnya kunci mobil yang tergeletak diatas mejanya. Dilangkahkan kakinya secepat mungkin agar segera tiba di bandara dan lebih tepatnya segera menemui Park Hee Gi. Dinyalakan mobilnya dengan cepat saat sudah masuk kedalam mobil, dan melesat secepat mungkin tidak peduli lagi akan bahaya yang akan datang nanti. Dipikiran Kyuhyun saat ini hanyalah seorang Park Hee Gi. Dan saat menyetir pun dia malah membanyangkan wajah Hee Gi, dan tidak melihat sebuah mobil yang sedang melaju kearahnya. Hingga...



#BRRUKK



Mobil Kyuhyun terpental dan berguling diatas jalanan. Mobil itu berhenti saat menabrak sebuah pembatas jalan. Dan keadaan Kyuhyun saat ini? Jangan ditanyakan lagi! Darah berlumuran disekitar wajahnya, jangankan untuk berusaha keluar. Menggerakkan badannya saja begitu terasa sulit. Apakah ini akhir dari cinta mereka? Biarkan Tuhan yang menentukan..  




#FLASHBACK OFF





=================******=================




‘Kenapa kau harus pergi Cho Kyuhyun?’


‘Dan kenapa kau tidak kembali lagi kesini?’


‘Aku menunggumu disini! Jadi kembalilah..’


‘Aku belum menikah Cho Kyuhyun, aku dan Appamu tidak jadi menikah Cho Kyuhyun..’


‘Appamu meninggal, dalam sebuah kecelakaan sebelum pernikahan kita..’


‘Lalu.. Kenapa kau tidak hadir dipemakaman Cho Kyuhyun?’


‘Apa kau tidak tau, eoh?’


‘Untuk itu, cepatlah pulang! Akan kuceritakan semuanya..’


‘Dan kita akan menikah..’


‘Apa kau tidak merindukanku, eoh?’


Batin Hee Gi masih dihalte. Yap! Yeoja ini masih betah berlama-lama disini. Menunggu hujan reda sampai langit berganti kejingga-an. Tatapannya masih kosong! Namun rasanya dia sudah cukup lelah duduk dihalte ini, dibukanya payung yang dibawanya dari rumah. Dia pun pulang dengan membelah hujan. Mencoba meresapi dalam-dalam setiap langkahnya. Dan mungkin ini akan berlanjut besok dan seterusnya.



=================******=================



#EPILOG



“Aku merindukanmu Park Hee Gi, sangat merindukan segala yang ada di dirimu.. Namun sekarang waktu, ruang dan dunia memisahkan kita. Tapi itu semua tidak dapat memisahkan cinta kita. Hee Gi-ya, aku mohon berhentilah kegiatan bodoh itu! Hiduplah dengan bahagia. Menikahlah dan lahirkanlah anak-anak yang lucu. Itu lebih indah Hee Gi-ya, daripada melihatmu melakukan kegiatan bodoh itu membuatku begitu terluka, Hee Gi-ya.. Mianhae..”

Ucap seorang namja yang dari setadi memperhatikan Hee Gi dari seberang halte setiap harinya. Perlahan bayangannya hilang dibawa oleh derasnya hujan. 



================E=====N======D======================


Huaa... *elap keringet
Gimana? Gimana? Ff saya?
Gg dapet feelnya kah??
Berhubung saya lagi galau! Dan ide buat nerusin ff PAST mentok!!
Alias gg ada ide sama sekali!!
Maka terciptalah ff ini!! Hahahaha *evillaugh
Ff ini dah saya rombak, jadi apabila tidak berkenan mohon maaf..

IA Daily: Thomas Lenihan, NPC USAs Preview

by admin @ Iron Affinity

We’ve seen quite a bit of change in bodybuilding over the last few years, but at every level of the sport there’s a fundamental element that has yet to fade out of style; the fact that conditioning wins shows. Less than three weeks to go before stepping onstage at the upcoming USA Championships, it looks like [&hellip

Editorial: Engage with presidential search

Editorial: Engage with presidential search

by The ISD Editorial Board @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

The four finalists for the Iowa State presidency have been named and the public had an hour to hear from and ask questions to each of the candidates. If you didn’t have a chance to hear from all of the…

De: Miron Alexandru, medic

by Miron Alexandru, medic @ Comentarii la: FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia

Oameni buni, dragi crestini, eu cred ca securitatea lui Ceausescu a privatizat si bisericile iar noi inca nu am aflat. Poate si aerul... si apa... si culoarea verde...si cerul... sperante nu prea mai avem. Cine sunt "cetatenii acestia" Todea, Crihalmeanu, Muresan, Damian? Ce fac preotii catolici din Romania? Ne ascund adevarul? Traiesc in teroare sau in complicitate cu pastorii pacatosii? Noi credinciosii de care parte a baricadei suntem? De partea vicarului general Todea , cel care a furat acum 8 ani casa unei batrane sau de partea acestei femei umilite, pentru a doua oara? Prima oara i s-a furat casa iar acum nu a fost lasata sa intre in biserica? Noi cine sauntem? Trebuie sa stam cocosati, umili si aplecati toata viata? De ce la "Palatul Justitiei" din Cluj se doarme? Pana cand incompetentii, nesimtitii, smecherii ...trebuie sa ne conduca, sa ne dea lectii de morala?

WPC 2018, 9 weeks to the opening day!

by admin @ World Photographic Cup

We are happy to inform you the WPC organizing committee is already at work for the next World Photographic Cup 2018, 5th edition, which will be celebrated in Australia. You will receive further information in the next weeks, but please consider that the next WPC competition will open on July 1st. Please insert that date, […]

Conversation Agent - Valeria Maltoni

Conversation Agent - Valeria Maltoni


Conversation Agent - Valeria Maltoni

Conversation Agent is a dialogue of how business, technology, and human behavior are the most valuable ingredients to creating better customer experiences.

addario

addario

by Chris Jorgensen/Iowa State Daily @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

Pulitzer Prize winning photojournalist Lynsey Addario gave a talk Thursday night in the Memorial Union. Addario has spent over 25 years documenting war in the Middle East. The upcoming feature film 'It's What I Do' starring Jennifer Lawrence is based…

IA Daily: Shawn Rhoden, Southern States Guest Posing

by admin @ Iron Affinity

We’re still a few months away from the Olympia, and that means that there’s still time to jump on the Shawn Rhoden bandwagon, which appears to be gaining momentum with each passing week. A few weeks ago an absolutely monstrous looking version of Flexatron took the stage, as the featured guest-poser at the NPC Southern States, giving [&hellip

IA Daily: Chicago IFBB Bodybuilding Recap 2015

by admin @ Iron Affinity

Not that we want to say ‘told you so’ but in case you missed last Friday’s IA Daily profiling of Jon Delarosa heading into the upcoming Chicago Pro, where we said the show was his to lose if he came in at his best – we told you so! Delarosa took the stage in the Windy [&hellip

XIII Jornadas Romanas - A Valeria Condita 2014. En el año de Nerva - Valeria (Cuenca) | Minería Romana - Lapis Specularis

XIII Jornadas Romanas - A Valeria Condita 2014. En el año de Nerva - Valeria (Cuenca) | Minería Romana - Lapis Specularis


Scoop.it

En Valeria (Cuenca) las "XIII Jornadas Romanas Valeria Condita", este año dedicadas al emperador Nerva. La conferencia inaugural es "La minería conquense del lapis specularis: de Roma al año 2015", por María José Bernárdez Gómez y Juan Carlos Guisado di Monti, Directores del Proyecto de Minería R...

Clujul găzduiește Campionatul Mondial de Karate Fudokan. Peste 2.000 de sportivi din 40 de țări vin să concureze

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Clujul va găzdui, în perioada 3-5 noiembrie 2017, Campionatul Mondial de Karate Fudokan, una dintre cele mai mari competiții organizate în oraș. Astfel, evenimentul va reuni aproximativ 2.000 de sportivi din 40 de țări, care se vor lupta pentru cele 900 de medalii puse în joc de organizatori. În cele trei zile de Campionat Mondial, în Sala Polivalentă vor fi amenajate 12 suprafeţe de concurs(tatami) pe care sportivii vor urca în drumul lor spre finală. În total, nu mai puţin de 480 de lupte vor avea loc în concurs. Pentru câştigarea unei medalii, fiecare luptător sau luptătoare va trebui să iasă învingător/învingătoare din 32 de confruntări în care „singurul adversar cu adevarat puternic eşti tu însuţi”, […]

FF TWOSHOOT :: FAITHFUL (FF REQUEST)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Title                     : FAITHFUL



Author                 : ...^LeeSangMi^...


FB                       : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)


Link                    : http://www.facebook.com/adhelia.pholepelii


Twitter               : @adeliakarlinaa (Follow, akan d’follback) XD


Rating               : T


Genre                : Romance gagal (?), Sad, Happy


Main Cast         : Han HyeEun, Lee Donghae


Support Cast     : Kim Hyuna




ANNYEONGG.... ^^


“KEMBALI LAGI DENGAN SAYA AUTHOR YANG SELALU BIKIN FF GAJE DAN AMBURADUL. MIAN KALAU BANYAK TYPO MENYUSUP ATAU NYEMPIL (?) DON’T PLAGIAT, DON’T BASH! SEMOGA MEMUASKAN (?) HARAP RCL!!!


=================^^=======^^=================

Aku mencintaimu apa adanya..
Tidak peduli seperti apa dirimu..
Dan orang mau berkata apa..
Yang aku tahu, bahwa aku dilahirkan hanya untuk mencintaimu..



^AUTHOR POV^



#CAFE SWEET ROMANCE



Terlihat suasana cafe yang cukup ramai dikarenakan sedang waktunya jam istirahat. Dan dipojok cafe terdapat seorang yeoja sedang duduk dengan muka yang sedikit muram. Bagaimana tidak?! Sudah hampir satu jam dia menunggu namjachingunya namun sampai sekarang tak jua dilihat keberadaannya. Yeoja itu adalah Han HyeEun. Dia adalah seorang yeoja yang mempunyai berat diatas rata-rata gadis pada umumnya. Tapi cukup tinggi, dan sebenarnya wajahnya itu sangat cantik. Hanya saja itu semua agak tertutupi dengan pipi chubby-nya, matanya yang besar dan bibirnya yang kecil membuat dia terlihat lucu.


Dan itu semua akan bertambah apabila dia memiliki berat rata-rata gadis normal. Kembali lagi kepada gadis itu. Menunggu merupakan hal yang sangat dibencinya, tapi sekarang entah kenapa bila menunggu sang namjachingu ia tak pernah benci. Tapi sepertinya ia sudah mulai bosan berlama-lama duduk menghabiskan waktu di cafe tersebut. Diambilnya tas mini yang selalu menemaninya kemana-mana, berniat untuk pulang. Sampai ketika..


"Jankkamman... Kajima! Aku sudah datang! Mianhae Hye, membuat kau menunggu lama.." Ucap seorang namja yang tak lain adalah Lee Donghae, namjachingu Han HyeEun.


"Hufftt.. Kau selalu saja terlambat! Kali ini alasannnya apa lagi, eoh? Meeting? Macet?” ucap HyeEun cepat sambil mendudukan dirinya kembali. Dikerucutkan bibirnya, sambil memalingkan wajah kearah jendela seperti enggan menatap wajah sang kekasih. Donghae yang sudah sangat hafal dengan kelakuan HyeEun, tersenyum lembut. Kadang sikap seperti inilah yang membuat Donghae begitu mencintai seorang Han HyeEun, gadis dengan berat diatas rata-rata. Namun dapat meruntuhkan pertahanan cinta Donghae hingga kedasarnya. Ditariknya dagu gadis itu lembut hingga sekarang menghadapnya.


“Chagiya.. Kau kan mengerti bukan bagaimana sibuknya aku? Kalaupun aku bisa lebih cepat, akupun dengan senang hati melakukannya hanya untuk melihat wajah cantikmu itu..” jelas Donghae lembut disertai senyuman yang sangat tulus.


“Tck! Gombal..” balas HyeEun acuh. Sebenarnya hati yeoja itu sudah luluh dari tadi, dia hanya ingin Donghae tidak telat lagi. Karena sebenarnya diapun sangat mencintai Donghae tulus, tidak peduli dengan kekayaan dan ketampanan seorang Lee Donghae. Baginya setiap waktu apabila dilalui dengan Donghae sangatlah penting, justru itu jika namja itu selalu telat bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama? Dan HyeEun juga takut kalau namja itu malah lebih banyak menghabiskan waktu dengan wanita lain, dan nanti malah meninggalkan HyeEun yang serba kekurangan itu.


“Aku sedang tidak menggombal Hye, kau memang sangat cantik. Itu semua tidak terlihat dengan kasat mata, karena dengan cintalah melihatnya..” ucap Donghae masih dengan senyumnya, sambil mengusap tangan si gadis.


“Hentikan gombalanmu itu oppa..” ujar HyeEun kesal, karena akhirnya dialah yang kalah. Kalah karena tidak bisa bersikap acuh pada namja itu. Pesona dan ketulusan Donghaelah yang selalu bisa meruntuhkan pertahanan hatinya.


“Whoaa.. Lihat, wajahmu sangat merah chagiya.. Kau semakin terlihat cantik.. Hahaha..” gelak tawa Donghae terdengar tapi tidak terlalu memekakan telinga, karena dia masih menghargai sang kekasih. Tiba-tiba Donghae terdiam saat mendengar bisikan-bisikan pengunjung cafe yang sedang membicarakannya.


“Apa lelaki itu bodoh? Bagaimana bisa dia mempunyai pacar seperti itu?”


“Dia sangat tampan, tapi dia terlalu bodoh untuk membedakan mana wanita yang cantik..”


“Apa wanita itu memberi guna-guna, agar namja tampan itu mau dengannya?”


“Wanita itu tidak sadar diri, apa dia tidak tau malu?”


Begitulah bisikan-bisikan mulut iri, yang Donghae dengar. Dan dia yakin bahwa HyeEun pun juga mendengar itu. Lalu ditatapnya gadis didepannya itu dengan tulus, namun si gadis malah menampakkan wajah datar seolah tidak mendengar apa-apa. Itu semua justru makin membuat hati Donghar terluka melihat gadisnya dicemooh seperti itu. Ditatapnya nanar pengunjung cafe yang membicarakan mereka, sehingga membuat yang ditatap langsung gugup dan tidak lagi membicarakan HyeEun dan Donghae.


“Sudahlah oppa.. Gwenchana, aku sudah biasa. Cah, sekarang kau ingin memesan apa?” ucap HyeEun lembut, berusaha menenangkan namja itu.


“Kenapa kau malah mengajak aku kesini? Kenapa tidak diapartement saja seperti biasa? Tiba-tiba aku jadi tidak nafsu makan, ayo kita pergi! Makan diapartementmu saja..” tanya Donghae yang diakhiri ajakan pada HyeEun. Si gadis malah menghela nafas berat, dirinya sudah terlalu biasa menghadapi situasi seperti ini. Namun, bagi Donghae ini adalah hal yang sangat mengesalkan. Bukankah semua orang tidak sempurna? Itulah yang selalu ada dibenak Donghae.


“Oppa, ayolah.. Aku sudah terbiasa, lagipu—“


“Hye..” sela Donghae dengan melas. Hal ini lah yang paling HyeEun benci, dimana ia tidak menolak kemauan seorang Lee Donghae. Apabila Donghae sudah menunjukkan wajah sendu yang perlu dikasihani.


“Arra..” balas HyeEun pasrah. Sudah dibilang bukan? Pesona seorang Donghae itu sangat lah kuat!


“Cah! Kajja..” ucap Donghae sambil menarik tangan gadis itu untuk segera keluar dari cafe. Senyum tak berhenti Donghae tebarkan sampai didalam mobil. Laki-laki ini terlalu mengagumi wanita yang sedang duduk disampingnya itu.


“Tck! Hentikan senyum bodohmu itu oppa.. Apa kau tidak bosan senyum terus, eoh?” cerca HyeEun karena sudah mulai jengah menatap senyum bodoh itu. Yang diajak berbicara malah makin tersenyum lebar, dan itu membuat HyeEun mendengus kesal.


“Untuk apa aku bosan tersenyum untuk yeojachinguku..” ucap Donghae bangga.


“Tck! Terserahmu lah oppa..” balas HyeEun jengah.




Hening.....




Tidak ada lagi pembicaraan didalam mobil ini, keduanya seolah sibuk dengan kegiatan masing-masing. HyeEun seolah asik memandangi keluar jendela mobil, padahal pikirannya melayang entah kemana. Yeoja itu seakan ingat dengan cemoohan orang-orang dicafe tadi, sesungguhnya ingin sekali dia memarahi orang-orang itu. Namun, dia tau pasti akan berujung dengan rasa sakit juga.


“Hye, kita sudah sampai diapartmentmu..” ujar Donghae begitu sampai didepan apartement HyeEun. Membuat si yeoja tersadar dari lamunannya.


“Nde? Ah ne.. Lalu oppa, apa kau ingin makan dahulu? Kau kan belum makan..” tawar HyeEun khawatir.


“Tidak usah, aku bisa makan dikantor nanti..” tolak Donghae lembut, tidak ingin menyinggung perasaan HyeEun.


“Ohh.. Hemm.. Oppa, apa aku boleh bertanya?” tanya HyeEun yang langsung mendapat kerutan bingung pada wajah Donghae.


“Mwo?”


“Kenapa kau ingin berpacaran dengan yeoja gendut sepertiku?” tanya HyeEun penasaran. Setelah mendengar pertanyaan HyeEun, Donghae menghela nafas lemah. Digenggamnya tangan yeoja itu, dengan senyum tulus.


“Aku mau berpacaran denganmu, karena kau memiliki hati yang berbeda dengan yeoja lainnya. Dan aku tidak peduli dengan kekuranganmu, yang aku peduli adalah kau bisa terus ada disampingku..” ucap Donghae masih dengan senyumnya. Sesaat kemudian HyeEun memeluk namja itu, seolah menyalurkan bahwa HyeEun pun mencintainya lebih dalam dari apapun.


“Gomawo oppa, sudah menerima aku apa adanya. Dan menjadi orang yang selalu ada untukku..” balas HyeEun tulus. Dan dijawab anggukan oleh Donghae, masih dengan keadaan berpelukan.


“Cah! Masuklah, lalu makan. Arra?” ucap Donghae sambil melepas pelukannya.


“Arra..” jawab HyeEun patuh, lalu diciumnya kening HyeEun oleh Donghae sebagai perpisahan. HyeEun pun keluar dari mobil, lalu melambai sebelum Donghae benar-benar pergi dari pandangannya.



==========@@==========



Keesokan harinya..



@LEE COORPORATION



Seorang yeoja dengan bentuk badan yang melebihi gadis normal sedang berjalan di dalam sebuah kantor, sambil membawa bekal makanan. Karyawan-karyawan kantor satu-persatu tersenyum saat melewatinya, seolah benar-benar menghormatinya. Sebenarnya karyawan-karyawan itu sangat lah malas untuk tersenyum kepada yeoja itu, tapi menyangkut yeoja itu adalah kekasih dari direktur mereka berbagai macam perlakuan lembutpun mereka umbar. Hanya demi pekerjaan, klise memang.


Yeoja itu adalah HyeEun. HyeEun pun seolah merasa biasa-biasa saja, dibalasnya satu-persatu senyuman itu dengan tulus. Inilah sisi kelebihan dari yeoja itu, dia tidak pernah melihat sesuatu dari sisi negatif. Karena baginya apabila dia melihat semua dari sisi negatif, maka siksa batin lah yang akan dia dapat. Masuklah HyeEun kedalam lift sebelumnya menekan tombol pada sisi kanan pintu lift itu.



Ting..



Begitu pintu lift terbuka, segera dilangkahkan kakinya menuju ruangan sang kekasih, Lee Donghae. Dirapikan pakaian dan dandanannya saat tepat didepan pintu ruangan itu, agar terlihat rapi didepan sang namjachingu.



#CEKLEK



“Annyeong oppa!” sapa HyeEun sambil menyembulkan kepalanya dibalik pintu. Dilihatnya Donghae sedang berhadapan dengan sekretarisnya, tanpa aba-aba masuklah ia keruangan itu. Namja itu tersenyum melihat kedatangan HyeEun, kedatangan yang memang ditunggu Donghae.


“Annyeong chagiya..” balas Donghae dengan senyum menawannya, saat HyeEun tepat berada dihadapan namja itu. Seketika HyeEun menengok kearah sekretaris Donghae. Cantik, seksi, sempurna! Itulah pendapatnya tentang penampilan sang sekretaris. Namun yeoja yang sedang dipandang kagum itu malah menatap bingung sekaligus remeh kearah HyeEun, karena sebetulnya yeoja itu tidak tau siapa HyeEun. Kim Hyuna, yeoja yang membuat HyeEun merasa iri sekaligus takjub saat melihat bentuk tubuhnya.


“Annyeong, apa kau sekretaris Donghae oppa?”


“Eh? Nde, aku sekretaris Donghae sajjangnim. Lalu kau siapa? Mian kalau aku lancang..”


“Gwenchana, aku adalah yeojachingu Donghae oppa. Naneun Han HyeEun imnida. Namamu.. Kim Hyuna?” ucap HyeEun membaca nametag yang tertempel pada baju di bagian dada sebelah kanan. Hyuna, wanita itu terkejut setelah mendengar penjelasan HyeEun.


‘Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana wanita seperti ini bisa menjadi yeojachingu Donghae sajjangnim?’


Batin Hyuna sambil melihat HyeEun dari bawah sampai atas. Sedangkan Donghae, pria itu masih diam menyaksikan kedua yeoja itu berbicara mengenalkan diri masing-masing. Dan sepertinya Donghae menangkap ada keganjilan dari tatapan Hyuna ke HyeEun, daripada terjadi yang tidak-tidak lebih baik dia bertindak dahulu.


“Hyuna-ssi, kau sudah tidak ada urusan lagi bukan? Bisakah kau tinggalkan kami berdua..” titah Donghae yang sekaligus menyadarkan lamunan yeoja itu kepada HyeEun.


“Nde? Geure, aku permisi keluar Donghae sajjangnim dan.. HyeEun-ssi..” ucap Hyuna kikuk seraya bungkuk, sadar dari lamunannya. Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui maksud direkturnya tersebut, segera pamitnya dia untuk keluar. Dibalasnya dengan bungkukan juga oleh HyeEun dan Donghae.


“Chagi, mana bekal makan siangku?” rajuk Donghae manja, tentu saja setelah Hyuna keluar dari ruangan itu. Semanja apapun Donghae kepada HyeEun, tetap saja dia ingin bersikap dewasa dan bijaksana kepada karyawan-karyawan nya. Perlu dipertegas! Hanya kepada karyawannya, tidak untuk HyeEun.


“Igo, makanlah..” jawab HyeEun sambil menyodorkan bekal makanan. Segera diambilnya bekal makanan itu, lalu dibukanya dengan terburu-buru seolah-olah bahwa Donghae benar-benar sudah lapar.


“Yak! Tidak bisakah kau bersabar sedikit oppa..” tegur HyeEun yang sudah jengah dengan tingkah kekanakan Donghae.


“Hehehe.. Aku sudah lapar chagi..” jawab Donghae dengan cengirannya.


“Tck! Yasudah, aku permisi ke toilet dulu...” pamit HyeEun yang hanya dijawab anggukan oleh Donghae. Pria itu seolah asik dengan makanan yang tersaji didepannya itu, walaupun HyeEun lenyap sekalipun dia tidak akan menyadari itu. -_-



==========@@=========



#TOILET WANITA



Saat ini HyeEun masih berada didalam toilet. Tidak tau kenapa sejak tadi dijalan perutnya sangat sakit. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari pintu toilet utama. Derap langkah dari sepasang sepatu high hells pun terdengar mendekati wastafel .


“Huh! Bagaimana Donghae sajjangnim bisa suka dengan yeoja gendut seperti itu? Aku bahkan jauh lebihsexy dari cewe tidak berbentuk itu..” ucap wanita yang tidak diketahui HyeEun itu. Tapi suaranya seperti tidak asing baginya.


“Kim Hyuna, kau harus merebut Donghae sajjangnim. Bagaimana bisa kau mau kalah dengan wanita jelek itu..” lanjut wanita itu menyemangati diri sendiri. Kim Hyuna! HyeEun tidak menyangka bahwa wanita itu adalah sekretaris kekasihnya sendiri. Dan yang lebih mencengangkan baginya, saat mendengar ucapan yeoja itu. Dengan kesabaran diluar batas, keluarlah HyeEun dari toilet tempat dia berada, pintu kedua dari ujung toilet.



#CEKLEK



Suara decitan pintu membuat Hyuna terlonjak kaget, dia kalut. Dia merutuki kebodohannya sendiri, berbicara sembarangan tanpa melihat situasi. Keluarlah HyeEun dari pintu tersebut. Sekarang berganti Hyuna yang tercengang, atas keberadaan HyeEun. HyeEun menatap nanar kearah Hyuna, dihampirinya yeoja itu. Hyuna diam, tidak dapat berkata apa-apa.


“Wae? Kenapa diam? Kau takut? Takut aku berbuat macam-macam?” tanya HyeEun sakartis.


“Tck! Anni, untuk apa aku diam menghadapi yeoja tidak tau malu sepertimu..” jawab Hyuna mengumpulkan semua keberaniannya.


“Mwo? Hanya dengan kesempurnaan badanmu itu, kau merasa begitu hebat heh?” sindir HyeEun dengan senyuman sinisnya.


“Geure! Aku jauh lebih sempurna daripada-mu. Lagian wanita sepertimu itu merusak keturunan! You know?” balas Hyuna sengit, seolah menantang HyeEun.


“Neo!” ucap HyeEun sambil mengacungkan jari telunjuknya itu kehadapan wajah Hyuna. Hyuna hanya membalas dengan smirk evil-nya.


“Mwo?” ucap Hyuna menantang.


“Yeoja sialan... Yeoja perebut pacar orang.. Yeoja murahan.. Enyah kau!!” ucap HyeEun histeris, sambil menjambak rambut Hyuna dengan sekuat tenaga. Emosinya saat ini benar-benar sudah tak terkendali.


“Yakk!! Lepaskan tanganmu yeoja gendut! Kau merusak rambutku bodoh! Sakit.. Akh!!” rintih Hyuna yang merasakan sakit dikepalanya, ternyata HyeEun benar-benar emosi. Tiba-tiba ada seorang yeoja masuk kedalam toilet, saat menyadari keadaan didalam yeoja itu segera mencari bantuan. Dan Hyuna merasa ini sangat bagus untuk dimanfaatkan, tidak dibalasnya segala yang dilakukan HyeEun. Sekarang diam lebih menguntungkan baginya.


“Dasar yeoja sialan.. Tidak tau di—“ ucapan HyeEun terhenti.



#BRAKK



Pintu terbuka dengan kasarnya, terlihat orang berdesak masuk dengan lancangnya. Padahal didepan mereka terdapat direktur mereka, Donghae. Namja itu terpaku melihat kelakuan kekasihnya tersebut, tidak peduli dengan desakan-desakan dari arah belakangnya. Bingung, malu, marah, sekarang menjadi satu dalam hatinya. Bagaimana bisa seorang Han HyeEun melakukan itu, yeoja yang sangat kalem menurutnya. Dilihatnya keadaan Hyuna yang berantakan, sedangkan HyeEun yang masih rapi. Dan satu yang Donghae tangkap, bahwa ini semua kelakuan yeojanya. Sadar banyak yang melihat ini, dibalikkan badannya kearah karyawan-karyawan yang penasaran atas kejadian ini.


“Apa yang kalian lihat? Cepat, teruskan pekerjaan kalian!” titah Donghae murka. Karyawan yang merasa bersalah itupun segera enyah dari hadapan Donghae, tidak lupa membungkukan badan.


“Hye, apa yang kau lakukan heh?” tanya Donghae sakartis.


“A-ku.. A-kuu hanya—“ jawab HyeEun terbata, lidahnya seakan kelu mengeluarkan kata-kata.


“Hikks.. Hikss.. Gwenchana sajjangnim.. Jangan salahkan HyeEun, dia tidak salah.Hikkss..Hikss.. Aku yang salah..” ujar Hyuna dengan isakannya yang entah sejak kapan muncul. Dalam hati ia tersenyum bahagia, rencananya berhasil. Donghae menatap Hyuna iba, sedangkan HyeEun menatap tak percaya pada yeoja itu. Seolah sadar bahwa ia sudah terperangkap pada jebakan yeoja sialan itu.


“Aku kecewa padamu, Hye..” ucap Donghae lirih. HyeEun terpaku mendengar perkataan namjachingu-nya, dia tidak menyangka semua menjadi seperti ini. Dia merutuki kebodohannya, tidak bisa mengontrol emosinya.


“Oppa, ini tidak seperti yang kau pikirkan! Dengarkan penjelasan aku oppa, aku.. Aku tidak melakukan apapun..” jelas
HyeEun lemah, air matanya saat ini mendesak keluar. Sakit! Mendengar orang yang dicintainya tidak percaya padanya.


“Mwo? Kau tidak melakukan apapun? Lalu, ini apa Hye?” ucap Donghae setengah membentak. Runtuhlah sudah pertahanan HyeEun, air mata yang tadi ia tahan terjunlah sudah. Donghae yang menyadari telah menyakiti gadisnya, berniat menghapus air mata itu. Namun, tangan itu dengan cepat ditepis oleh HyeEun.


“Dan aku jauh lebih kecewa padamu oppa! Kau tidak tau yang sebenarnya..” ucap HyeEun sebelum keluar dari toilet itu.



‘Mianhae Hye.. Aku hanya bingung harus percaya pada siapa?’



Batin Donghae sambil menatap sendu kepergian HyeEun, bahu gadis itu bergetar. Menandakan betapa sakitnya ia saat ini. Rasa bersalah benar-benar menghinggapi Donghae. Hyuna? Wanita itu tertawa bahagia dalam hatinya. Puas? Tentu saja! Melihat semua benar-benar berjalan dengan sukses.



^AUTHOR POV END^



============T===B===C=============


Haloo... Semua...  #teriak pake toa masjid yg boleh nyolong# XD
Eonniii ‘Khie Thu Risqy’ nih ff request’an mu..
Mian klo gak memuaskan dan gak sesuai dengan harapan eon..  --____--
Otakku udah mentok disituh!! :(
Ok! RCL ya..
DON’T BE SILENT READERS!!!
Gomawo yang udah RCL! :D
*bow

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

Austria's national vote Sunday: Questions and answers

by Ronald Zak @ www.greensboro.com - RSS Results

Hans-Christian Strache, leader of the strongly eurosceptic Austrian Freedom Party, left, and Foreign Minister Sebastian Kurz, head of Austrian People's Party, wait for the beginning of a TV debate in Vienna, Austria, Thursday, Oct. 12, 2017. Austria will hold national…

wendy wintersteen

wendy wintersteen

by Ashley Siegner/Iowa State Daily @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

Wendy Wintersteen, dean of the College of Agriculture and Life Sciences, spoke during her presidential open forum as one of the four finalists for the ISU presidency in the Great Hall of the Memorial Union on Oct. 12.

Comentariu la SOCANT: Încă un scandal zguduie Biserica Ortodoxă. Celebrul preot cântăreţ Cristian Pomohaci, ar fi fost înregistrat în timp ce încerca să convingă un minor să întreţină relaţii homosexuale cu el. de Pamouri solare Oradea

by Pamouri solare Oradea @ Comentarii la Pagina de Transilvania

Am trait sa o vad si pe asta. Nu am crezu nici o secnda ca voi ajunge sa o vad si pe asta!

155A0731.JPG

155A0731.JPG

by Chris Jorgensen/Iowa State Daily @ www.iowastatedaily.com - RSS Results

Pulitzer Prize winning photojournalist Lynsey Addario gave a talk Thursday night in the Memorial Union. Addario has spent over 25 years documenting war in the Middle East. The upcoming feature film 'It's What I Do' starring Jennifer Lawrence is based…

IA Daily: Branch Warren, Olympia Update (2015)

by admin @ Iron Affinity

After two-plus decades, countless battles against giants of the sport, and more than a few major titles lining his trophy case, Branch Warren has deservedly earned the reputation as one of the most badass men in bodybuilding. Twelve weeks from now one of the IFBB’s truly grizzled vets will be making his 8th trip to [&hellip

FOTO/VIDEO: Câștigătorii premiilor RegioStars 2017 / Winners of the RegioStars Awards 2017

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Premiilor RegioStars ale Comisiei Europene au avut loc la Bruxelles în cadrul Săptămânii Europene a Regiunilor și Orașelor. Această competiție anuală la nivel UE pune accentul pe cele mai inovatoare și inspirate proiecte finanțate de UE și ilustrează, prin exemple concrete din viața reală, modul în care politica de coeziune sprijină viețile oamenilor prin crearea unei creșteri economică și locuri de muncă la nivel regional. În plus față de recunoașterea proiectelor selectate, această competiție urmărește să promoveze schimbul de bune practici între practicienii din cadrul politicii de coeziune, precum și să inspire alți manageri de proiecte și autorități de gestionare. […]

IA Daily: Jon Ward, USA Super-Heavyweight Threat / USAs

by admin @ Iron Affinity

Today kicks-off action at the USA Championships, where some of the country’s top amateur athletes are set to battle it out to graduate to the pro ranks. With some many contesnders, it’s difficult to forecast who might see their name in the record books, as the next successor in a long line of great overall-champions that [&hellip

The Consequences of Limited Rationality, Social Preferences, and Lack of Self-Control

by Valeria Maltoni @ Conversation Agent - Valeria Maltoni

“I never could bear the idea of anyone's expecting something from me. It always made me want to do just the opposite.” [Jean-Paul Sartre] We'd like to think we're enlightened rational actors, that we make choices based on our individual and unique circumstances, and that we're mostly in full command of our actions. Nothing could be farther from the truth. But this is now bad news once we understand how we work. Richard H. Thaler has spent time testing how psychologically realistic assumptions come into play into economic decision-making. The field of behavioral economics is richer for his contributions and we can now apply its principles to identify and diagnose problems so we can design tools that address them. Behavioral economists study how the context of decisions interacts with our expanded understanding of human psychology. Many of the tools used by behavioral economists are about helping people make the choices...

De: ionica ciotu

by ionica ciotu @ Comentarii la: FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia

Gresit domnule Cornel, de unde COLONEL si GENERAL ? Acestea sunt mari demnitati in orice societate, cei impricinati sunt penibili caprari impostoriati, tradatori de CRISTOS, BIEARICA si NEAM. Rusine popalailor!!!

FF TWOSHOOT :: FAITHFUL (FF REQUEST)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                     : FAITHFUL



Author                 : ...^LeeSangMi^...


FB                         : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)


Link                      : http://www.facebook.com/adhelia.pholepelii


Twitter                 : @adeliakarlinaa (Follow, akan d’follback) XD


Rating                  : T


Genre                   : Romance gagal (?), Sad, Happy


Main Cast            : Han HyeEun, Lee Donghae


Support Cast      : Kim Hyuna




ANNYEONGG.... ^^


“KEMBALI LAGI DENGAN SAYA AUTHOR YANG SELALU BIKIN FF GAJE DAN AMBURADUL. MIAN KALAU BANYAK TYPO MENYUSUP ATAU NYEMPIL (?) DON’T PLAGIAT, DON’T BASH! SEMOGA MEMUASKAN (?) HARAP RCL!!!


=================^^=======^^=================

Aku mencintaimu apa adanya..
Tidak peduli seperti apa dirimu..
Dan orang mau berkata apa..
Yang aku tahu, bahwa aku dilahirkan hanya untuk mencintaimu..



^AUTHOR POV^



#CAFE SWEET ROMANCE



Terlihat suasana cafe yang cukup ramai dikarenakan sedang waktunya jam istirahat. Dan dipojok cafe terdapat seorang yeoja sedang duduk dengan muka yang sedikit muram. Bagaimana tidak?! Sudah hampir satu jam dia menunggu namjachingunya namun sampai sekarang tak jua dilihat keberadaannya. Yeoja itu adalah Han HyeEun. Dia adalah seorang yeoja yang mempunyai berat diatas rata-rata gadis pada umumnya. Tapi cukup tinggi, dan sebenarnya wajahnya itu sangat cantik. Hanya saja itu semua agak tertutupi dengan pipi chubby-nya, matanya yang besar dan bibirnya yang kecil membuat dia terlihat lucu.


Dan itu semua akan bertambah apabila dia memiliki berat rata-rata gadis normal. Kembali lagi kepada gadis itu. Menunggu merupakan hal yang sangat dibencinya, tapi sekarang entah kenapa bila menunggu sang namjachingu ia tak pernah benci. Tapi sepertinya ia sudah mulai bosan berlama-lama duduk menghabiskan waktu di cafe tersebut. Diambilnya tas mini yang selalu menemaninya kemana-mana, berniat untuk pulang. Sampai ketika..


"Jankkamman... Kajima! Aku sudah datang! Mianhae Hye, membuat kau menunggu lama.." Ucap seorang namja yang tak lain adalah Lee Donghae, namjachingu Han HyeEun.


"Hufftt.. Kau selalu saja terlambat! Kali ini alasannnya apa lagi, eoh? Meeting? Macet?” ucap HyeEun cepat sambil mendudukan dirinya kembali. Dikerucutkan bibirnya, sambil memalingkan wajah kearah jendela seperti enggan menatap wajah sang kekasih. Donghae yang sudah sangat hafal dengan kelakuan HyeEun, tersenyum lembut. Kadang sikap seperti inilah yang membuat Donghae begitu mencintai seorang Han HyeEun, gadis dengan berat diatas rata-rata. Namun dapat meruntuhkan pertahanan cinta Donghae hingga kedasarnya. Ditariknya dagu gadis itu lembut hingga sekarang menghadapnya.


“Chagiya.. Kau kan mengerti bukan bagaimana sibuknya aku? Kalaupun aku bisa lebih cepat, akupun dengan senang hati melakukannya hanya untuk melihat wajah cantikmu itu..” jelas Donghae lembut disertai senyuman yang sangat tulus.


“Tck! Gombal..” balas HyeEun acuh. Sebenarnya hati yeoja itu sudah luluh dari tadi, dia hanya ingin Donghae tidak telat lagi. Karena sebenarnya diapun sangat mencintai Donghae tulus, tidak peduli dengan kekayaan dan ketampanan seorang Lee Donghae. Baginya setiap waktu apabila dilalui dengan Donghae sangatlah penting, justru itu jika namja itu selalu telat bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama? Dan HyeEun juga takut kalau namja itu malah lebih banyak menghabiskan waktu dengan wanita lain, dan nanti malah meninggalkan HyeEun yang serba kekurangan itu.


“Aku sedang tidak menggombal Hye, kau memang sangat cantik. Itu semua tidak terlihat dengan kasat mata, karena dengan cintalah melihatnya..” ucap Donghae masih dengan senyumnya, sambil mengusap tangan si gadis.


“Hentikan gombalanmu itu oppa..” ujar HyeEun kesal, karena akhirnya dialah yang kalah. Kalah karena tidak bisa bersikap acuh pada namja itu. Pesona dan ketulusan Donghaelah yang selalu bisa meruntuhkan pertahanan hatinya.


“Whoaa.. Lihat, wajahmu sangat merah chagiya.. Kau semakin terlihat cantik.. Hahaha..” gelak tawa Donghae terdengar tapi tidak terlalu memekakan telinga, karena dia masih menghargai sang kekasih. Tiba-tiba Donghae terdiam saat mendengar bisikan-bisikan pengunjung cafe yang sedang membicarakannya.


“Apa lelaki itu bodoh? Bagaimana bisa dia mempunyai pacar seperti itu?”


“Dia sangat tampan, tapi dia terlalu bodoh untuk membedakan mana wanita yang cantik..”


“Apa wanita itu memberi guna-guna, agar namja tampan itu mau dengannya?”


“Wanita itu tidak sadar diri, apa dia tidak tau malu?”


Begitulah bisikan-bisikan mulut iri, yang Donghae dengar. Dan dia yakin bahwa HyeEun pun juga mendengar itu. Lalu ditatapnya gadis didepannya itu dengan tulus, namun si gadis malah menampakkan wajah datar seolah tidak mendengar apa-apa. Itu semua justru makin membuat hati Donghar terluka melihat gadisnya dicemooh seperti itu. Ditatapnya nanar pengunjung cafe yang membicarakan mereka, sehingga membuat yang ditatap langsung gugup dan tidak lagi membicarakan HyeEun dan Donghae.


“Sudahlah oppa.. Gwenchana, aku sudah biasa. Cah, sekarang kau ingin memesan apa?” ucap HyeEun lembut, berusaha menenangkan namja itu.


“Kenapa kau malah mengajak aku kesini? Kenapa tidak diapartement saja seperti biasa? Tiba-tiba aku jadi tidak nafsu makan, ayo kita pergi! Makan diapartementmu saja..” tanya Donghae yang diakhiri ajakan pada HyeEun. Si gadis malah menghela nafas berat, dirinya sudah terlalu biasa menghadapi situasi seperti ini. Namun, bagi Donghae ini adalah hal yang sangat mengesalkan. Bukankah semua orang tidak sempurna? Itulah yang selalu ada dibenak Donghae.


“Oppa, ayolah.. Aku sudah terbiasa, lagipu—“


“Hye..” sela Donghae dengan melas. Hal ini lah yang paling HyeEun benci, dimana ia tidak menolak kemauan seorang Lee Donghae. Apabila Donghae sudah menunjukkan wajah sendu yang perlu dikasihani.


“Arra..” balas HyeEun pasrah. Sudah dibilang bukan? Pesona seorang Donghae itu sangat lah kuat!


“Cah! Kajja..” ucap Donghae sambil menarik tangan gadis itu untuk segera keluar dari cafe. Senyum tak berhenti Donghae tebarkan sampai didalam mobil. Laki-laki ini terlalu mengagumi wanita yang sedang duduk disampingnya itu.


“Tck! Hentikan senyum bodohmu itu oppa.. Apa kau tidak bosan senyum terus, eoh?” cerca HyeEun karena sudah mulai jengah menatap senyum bodoh itu. Yang diajak berbicara malah makin tersenyum lebar, dan itu membuat HyeEun mendengus kesal.


“Untuk apa aku bosan tersenyum untuk yeojachinguku..” ucap Donghae bangga.


“Tck! Terserahmu lah oppa..” balas HyeEun jengah.




Hening.....




Tidak ada lagi pembicaraan didalam mobil ini, keduanya seolah sibuk dengan kegiatan masing-masing. HyeEun seolah asik memandangi keluar jendela mobil, padahal pikirannya melayang entah kemana. Yeoja itu seakan ingat dengan cemoohan orang-orang dicafe tadi, sesungguhnya ingin sekali dia memarahi orang-orang itu. Namun, dia tau pasti akan berujung dengan rasa sakit juga.


“Hye, kita sudah sampai diapartmentmu..” ujar Donghae begitu sampai didepan apartement HyeEun. Membuat si yeoja tersadar dari lamunannya.


“Nde? Ah ne.. Lalu oppa, apa kau ingin makan dahulu? Kau kan belum makan..” tawar HyeEun khawatir.


“Tidak usah, aku bisa makan dikantor nanti..” tolak Donghae lembut, tidak ingin menyinggung perasaan HyeEun.


“Ohh.. Hemm.. Oppa, apa aku boleh bertanya?” tanya HyeEun yang langsung mendapat kerutan bingung pada wajah Donghae.


“Mwo?”


“Kenapa kau ingin berpacaran dengan yeoja gendut sepertiku?” tanya HyeEun penasaran. Setelah mendengar pertanyaan HyeEun, Donghae menghela nafas lemah. Digenggamnya tangan yeoja itu, dengan senyum tulus.


“Aku mau berpacaran denganmu, karena kau memiliki hati yang berbeda dengan yeoja lainnya. Dan aku tidak peduli dengan kekuranganmu, yang aku peduli adalah kau bisa terus ada disampingku..” ucap Donghae masih dengan senyumnya. Sesaat kemudian HyeEun memeluk namja itu, seolah menyalurkan bahwa HyeEun pun mencintainya lebih dalam dari apapun.


“Gomawo oppa, sudah menerima aku apa adanya. Dan menjadi orang yang selalu ada untukku..” balas HyeEun tulus. Dan dijawab anggukan oleh Donghae, masih dengan keadaan berpelukan.


“Cah! Masuklah, lalu makan. Arra?” ucap Donghae sambil melepas pelukannya.


“Arra..” jawab HyeEun patuh, lalu diciumnya kening HyeEun oleh Donghae sebagai perpisahan. HyeEun pun keluar dari mobil, lalu melambai sebelum Donghae benar-benar pergi dari pandangannya.



==========@@==========



Keesokan harinya..



@LEE COORPORATION



Seorang yeoja dengan bentuk badan yang melebihi gadis normal sedang berjalan di dalam sebuah kantor, sambil membawa bekal makanan. Karyawan-karyawan kantor satu-persatu tersenyum saat melewatinya, seolah benar-benar menghormatinya. Sebenarnya karyawan-karyawan itu sangat lah malas untuk tersenyum kepada yeoja itu, tapi menyangkut yeoja itu adalah kekasih dari direktur mereka berbagai macam perlakuan lembutpun mereka umbar. Hanya demi pekerjaan, klise memang.


Yeoja itu adalah HyeEun. HyeEun pun seolah merasa biasa-biasa saja, dibalasnya satu-persatu senyuman itu dengan tulus. Inilah sisi kelebihan dari yeoja itu, dia tidak pernah melihat sesuatu dari sisi negatif. Karena baginya apabila dia melihat semua dari sisi negatif, maka siksa batin lah yang akan dia dapat. Masuklah HyeEun kedalam lift sebelumnya menekan tombol pada sisi kanan pintu lift itu.



Ting..



Begitu pintu lift terbuka, segera dilangkahkan kakinya menuju ruangan sang kekasih, Lee Donghae. Dirapikan pakaian dan dandanannya saat tepat didepan pintu ruangan itu, agar terlihat rapi didepan sang namjachingu.



#CEKLEK



“Annyeong oppa!” sapa HyeEun sambil menyembulkan kepalanya dibalik pintu. Dilihatnya Donghae sedang berhadapan dengan sekretarisnya, tanpa aba-aba masuklah ia keruangan itu. Namja itu tersenyum melihat kedatangan HyeEun, kedatangan yang memang ditunggu Donghae.


“Annyeong chagiya..” balas Donghae dengan senyum menawannya, saat HyeEun tepat berada dihadapan namja itu. Seketika HyeEun menengok kearah sekretaris Donghae. Cantik, seksi, sempurna! Itulah pendapatnya tentang penampilan sang sekretaris. Namun yeoja yang sedang dipandang kagum itu malah menatap bingung sekaligus remeh kearah HyeEun, karena sebetulnya yeoja itu tidak tau siapa HyeEun. Kim Hyuna, yeoja yang membuat HyeEun merasa iri sekaligus takjub saat melihat bentuk tubuhnya.


“Annyeong, apa kau sekretaris Donghae oppa?”


“Eh? Nde, aku sekretaris Donghae sajjangnim. Lalu kau siapa? Mian kalau aku lancang..”


“Gwenchana, aku adalah yeojachingu Donghae oppa. Naneun Han HyeEun imnida. Namamu.. Kim Hyuna?” ucap HyeEun membaca nametag yang tertempel pada baju di bagian dada sebelah kanan. Hyuna, wanita itu terkejut setelah mendengar penjelasan HyeEun.


‘Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana wanita seperti ini bisa menjadi yeojachingu Donghae sajjangnim?’


Batin Hyuna sambil melihat HyeEun dari bawah sampai atas. Sedangkan Donghae, pria itu masih diam menyaksikan kedua yeoja itu berbicara mengenalkan diri masing-masing. Dan sepertinya Donghae menangkap ada keganjilan dari tatapan Hyuna ke HyeEun, daripada terjadi yang tidak-tidak lebih baik dia bertindak dahulu.


“Hyuna-ssi, kau sudah tidak ada urusan lagi bukan? Bisakah kau tinggalkan kami berdua..” titah Donghae yang sekaligus menyadarkan lamunan yeoja itu kepada HyeEun.


“Nde? Geure, aku permisi keluar Donghae sajjangnim dan.. HyeEun-ssi..” ucap Hyuna kikuk seraya bungkuk, sadar dari lamunannya. Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui maksud direkturnya tersebut, segera pamitnya dia untuk keluar. Dibalasnya dengan bungkukan juga oleh HyeEun dan Donghae.


“Chagi, mana bekal makan siangku?” rajuk Donghae manja, tentu saja setelah Hyuna keluar dari ruangan itu. Semanja apapun Donghae kepada HyeEun, tetap saja dia ingin bersikap dewasa dan bijaksana kepada karyawan-karyawan nya. Perlu dipertegas! Hanya kepada karyawannya, tidak untuk HyeEun.


“Igo, makanlah..” jawab HyeEun sambil menyodorkan bekal makanan. Segera diambilnya bekal makanan itu, lalu dibukanya dengan terburu-buru seolah-olah bahwa Donghae benar-benar sudah lapar.


“Yak! Tidak bisakah kau bersabar sedikit oppa..” tegur HyeEun yang sudah jengah dengan tingkah kekanakan Donghae.


“Hehehe.. Aku sudah lapar chagi..” jawab Donghae dengan cengirannya.


“Tck! Yasudah, aku permisi ke toilet dulu...” pamit HyeEun yang hanya dijawab anggukan oleh Donghae. Pria itu seolah asik dengan makanan yang tersaji didepannya itu, walaupun HyeEun lenyap sekalipun dia tidak akan menyadari itu. -_-



==========@@=========



#TOILET WANITA



Saat ini HyeEun masih berada didalam toilet. Tidak tau kenapa sejak tadi dijalan perutnya sangat sakit. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari pintu toilet utama. Derap langkah dari sepasang sepatu high hells pun terdengar mendekati wastafel .


“Huh! Bagaimana Donghae sajjangnim bisa suka dengan yeoja gendut seperti itu? Aku bahkan jauh lebihsexy dari cewe tidak berbentuk itu..” ucap wanita yang tidak diketahui HyeEun itu. Tapi suaranya seperti tidak asing baginya.


“Kim Hyuna, kau harus merebut Donghae sajjangnim. Bagaimana bisa kau mau kalah dengan wanita jelek itu..” lanjut wanita itu menyemangati diri sendiri. Kim Hyuna! HyeEun tidak menyangka bahwa wanita itu adalah sekretaris kekasihnya sendiri. Dan yang lebih mencengangkan baginya, saat mendengar ucapan yeoja itu. Dengan kesabaran diluar batas, keluarlah HyeEun dari toilet tempat dia berada, pintu kedua dari ujung toilet.



#CEKLEK



Suara decitan pintu membuat Hyuna terlonjak kaget, dia kalut. Dia merutuki kebodohannya sendiri, berbicara sembarangan tanpa melihat situasi. Keluarlah HyeEun dari pintu tersebut. Sekarang berganti Hyuna yang tercengang, atas keberadaan HyeEun. HyeEun menatap nanar kearah Hyuna, dihampirinya yeoja itu. Hyuna diam, tidak dapat berkata apa-apa.


“Wae? Kenapa diam? Kau takut? Takut aku berbuat macam-macam?” tanya HyeEun sakartis.


“Tck! Anni, untuk apa aku diam menghadapi yeoja tidak tau malu sepertimu..” jawab Hyuna mengumpulkan semua keberaniannya.


“Mwo? Hanya dengan kesempurnaan badanmu itu, kau merasa begitu hebat heh?” sindir HyeEun dengan senyuman sinisnya.


“Geure! Aku jauh lebih sempurna daripada-mu. Lagian wanita sepertimu itu merusak keturunan! You know?” balas Hyuna sengit, seolah menantang HyeEun.


“Neo!” ucap HyeEun sambil mengacungkan jari telunjuknya itu kehadapan wajah Hyuna. Hyuna hanya membalas dengan smirk evil-nya.


“Mwo?” ucap Hyuna menantang.


“Yeoja sialan... Yeoja perebut pacar orang.. Yeoja murahan.. Enyah kau!!” ucap HyeEun histeris, sambil menjambak rambut Hyuna dengan sekuat tenaga. Emosinya saat ini benar-benar sudah tak terkendali.


“Yakk!! Lepaskan tanganmu yeoja gendut! Kau merusak rambutku bodoh! Sakit.. Akh!!” rintih Hyuna yang merasakan sakit dikepalanya, ternyata HyeEun benar-benar emosi. Tiba-tiba ada seorang yeoja masuk kedalam toilet, saat menyadari keadaan didalam yeoja itu segera mencari bantuan. Dan Hyuna merasa ini sangat bagus untuk dimanfaatkan, tidak dibalasnya segala yang dilakukan HyeEun. Sekarang diam lebih menguntungkan baginya.


“Dasar yeoja sialan.. Tidak tau di—“ ucapan HyeEun terhenti.



#BRAKK



Pintu terbuka dengan kasarnya, terlihat orang berdesak masuk dengan lancangnya. Padahal didepan mereka terdapat direktur mereka, Donghae. Namja itu terpaku melihat kelakuan kekasihnya tersebut, tidak peduli dengan desakan-desakan dari arah belakangnya. Bingung, malu, marah, sekarang menjadi satu dalam hatinya. Bagaimana bisa seorang Han HyeEun melakukan itu, yeoja yang sangat kalem menurutnya. Dilihatnya keadaan Hyuna yang berantakan, sedangkan HyeEun yang masih rapi. Dan satu yang Donghae tangkap, bahwa ini semua kelakuan yeojanya. Sadar banyak yang melihat ini, dibalikkan badannya kearah karyawan-karyawan yang penasaran atas kejadian ini.


“Apa yang kalian lihat? Cepat, teruskan pekerjaan kalian!” titah Donghae murka. Karyawan yang merasa bersalah itupun segera enyah dari hadapan Donghae, tidak lupa membungkukan badan.


“Hye, apa yang kau lakukan heh?” tanya Donghae sakartis.


“A-ku.. A-kuu hanya—“ jawab HyeEun terbata, lidahnya seakan kelu mengeluarkan kata-kata.


“Hikks.. Hikss.. Gwenchana sajjangnim.. Jangan salahkan HyeEun, dia tidak salah.Hikkss..Hikss.. Aku yang salah..” ujar Hyuna dengan isakannya yang entah sejak kapan muncul. Dalam hati ia tersenyum bahagia, rencananya berhasil. Donghae menatap Hyuna iba, sedangkan HyeEun menatap tak percaya pada yeoja itu. Seolah sadar bahwa ia sudah terperangkap pada jebakan yeoja sialan itu.


“Aku kecewa padamu, Hye..” ucap Donghae lirih. HyeEun terpaku mendengar perkataan namjachingu-nya, dia tidak menyangka semua menjadi seperti ini. Dia merutuki kebodohannya, tidak bisa mengontrol emosinya.


“Oppa, ini tidak seperti yang kau pikirkan! Dengarkan penjelasan aku oppa, aku.. Aku tidak melakukan apapun..” jelas
HyeEun lemah, air matanya saat ini mendesak keluar. Sakit! Mendengar orang yang dicintainya tidak percaya padanya.


“Mwo? Kau tidak melakukan apapun? Lalu, ini apa Hye?” ucap Donghae setengah membentak. Runtuhlah sudah pertahanan HyeEun, air mata yang tadi ia tahan terjunlah sudah. Donghae yang menyadari telah menyakiti gadisnya, berniat menghapus air mata itu. Namun, tangan itu dengan cepat ditepis oleh HyeEun.


“Dan aku jauh lebih kecewa padamu oppa! Kau tidak tau yang sebenarnya..” ucap HyeEun sebelum keluar dari toilet itu.



‘Mianhae Hye.. Aku hanya bingung harus percaya pada siapa?’



Batin Donghae sambil menatap sendu kepergian HyeEun, bahu gadis itu bergetar. Menandakan betapa sakitnya ia saat ini. Rasa bersalah benar-benar menghinggapi Donghae. Hyuna? Wanita itu tertawa bahagia dalam hatinya. Puas? Tentu saja! Melihat semua benar-benar berjalan dengan sukses.



^AUTHOR POV END^



============T===B===C=============


Haloo... Semua...  #teriak pake toa masjid yg boleh nyolong# XD
Eonniii ‘Khie Thu Risqy’ nih ff request’an mu..
Mian klo gak memuaskan dan gak sesuai dengan harapan eon..  --____--
Otakku udah mentok disituh!! :(
Ok! RCL ya..
DON’T BE SILENT READERS!!!
Gomawo yang udah RCL! :D
*bow

FF ONESHOOT :: MY STORY (My Life and My Family)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .

Tittle : My Story (My Life and My Family)

Author : ...^LeeSangMi^...

FB : Adhell Si Elf (Lee Sang Mi)

Rating : T

Genre : Romance, Married Life

Main Cast : Kim Eun Ae a.k.a Lee Eun Ae, Lee Sungmin (SUJU), Lee JiHyun, Lee Jae Sung

Support Cast : All Member Suju, Sunny (SNSD)


“CAST DI DALAM FF INI SEPENUHNYA MILIK TUHAN DAN KELUARGANYA. DAN FF INI MILIK SAYA DAN MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA. MIAN KALAU BANYAK TYPO BERTEBARAN. TOLONG HARGAI AUTHOR, INI FF ONESHOOT PERTAMA AUTHOR SEMOGA MEMUASKAN (?)

===============^^==============


“Kebahagiaan yang paling berharga adalah saat aku memilikimu dan kenikmatan yang paling aku syukuri adalah saat Tuhan memberikan kita dua malaikat kecil sebagai pelengkap dan sumber kebahagiaan kita untuk masa mendatang..” 
================^^==============

Aku mencintaimu..
Mencintai semua yang ada pada dirimu..
Dan malaikat kecil kita..
Malaikat yang dikirimkan untuk menebarkan
kebahagiaan.. 



LEE EUN AE POV


Pagi yang biasa, dimana aku selalu melakukan rutinitas harianku. Yaitu.. memandangi wajah imut suamiku sebelum dia terbangun.. kekekek.
Dan apa kalian tahu? Bahwa hidupku saat ini sangatlah sempurna. Kenapa? Karena dimana saat aku bangun, aku bisa melihat wajah pangeranku yang selalu memberikanku kebahagiaan disetiap harinya.
Yahh, walaupun aku tahu bahwa tidak setiap harinya dia selalu bersamaku. Aku cukup tahu mengenai resiko menikah dengan seorang bintang hallyu seperti-nya, yang selalu sibuk konser didalam maupun diluar negeri dan aku juga cukup mengerti bahwa dia selalu digandrungi oleh wanita –wanita yang secara berat hati aku akui mereka mempunyai tampang yang lebih dariku.
Tck! maka dari itu aku sangat tidak suka apabila Sungmin oppa dekat dengan wanita-wanita itu! Karena dilihat dari manapun mereka jauh lebih baik dari padaku. Dan aku takut Sungmin oppa tergoda oleh mereka.-__-

Asal kalian tahu! Mendapatkan Sungmin oppa saja susahnya sudah seperti mengerjakan ribuan soal matematika -__- .
Kita berpacaran sudah dari saat kita kuliah, lalu kita memutuskan untuk menikah. Dimana sebelum berpacaran itu aku harus mengalahkan puluhan yeoja yang selalu menggeranyanginya(?) kemanapun dia berada.
Hufft, dan pengorbananku juga belum berakhir! Karena setelah berpacaran dengan dia. Para yeoja-yeoja gila itu malah menterorku, mengerjaiku, dan meledekku bahwa aku tidak pantas dengan Sungmin oppa. Tapi, semuanya aku jalani saja dengan kuat, tegar, dan dengan air mata.. (T_T).
Dan itu semua terbayar karena aku bisa memiliki Sungmin oppa dan pendampingnya kini hingga maut memisahkan kita.
Yahhh, walaupun awalnya harus aku yang menyatakan perasaanku dulu, karena aku tidak ingin memendam cintaku dan kemudian merelakan dia bersama seseorang. Tidak akan! Karena seorang Lee Sungmin dilahirkan hanya untuk seorang Kim Eun Ae! Ingat itu!


FLASHBACK ON

Sore hari yang cerah ditemani suara teriakan dan tertawa anak-anak. Dimana saat ini aku sedang berada di taman karena ingin bertemu Sungmin oppa, lebih tepatnya saat ini aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Soal diterima atau tidaknya itu tidak penting. Yang penting adalah aku sudah mengatakan semua apa yang aku rasakan padanya.

Sungguh! Melihat anak-anak bermain begitu riangnya aku malah membanyangkan bagaimana jika suatu hari nanti aku mempunyai anak dari Sungmin oppa? Pasti dia akan sangat imut seperti Sungmin oppa.


“Mian, aku terlambat.. Apa sudah lama menunggu ?” ucap seseorang yang langsung duduk disampingku sekaligus membuyarkan lamunanku.

“Eoh? Oppa! Ah.. Gwenchana. Aku juga baru datang.” jawabku saat sadar bahwa yang disampingku saat ini adalah Sungmin oppa.

“Oh, Lalu ada keperluan apa kamu memintaku untuk bertemu? Kamu bilang ada sesuatu yang penting, apa itu?” tanyanya beruntun.

“Aiss, tanya satu-satu jangan langsung keroyokan(?) seperti itu!” kesalku.

“Ah. Ne, mianhae.. Lalu apa yang ingin kau bicarakan?” tanyanya lagi.


‘Omona.. eottokeh? Apa yang harus aku katakan?’  batinku gugup.


“Eun Ae, neo gwenchana? Kenapa wajahmu tiba-tiba pucat?” ucap Sungmin oppa khawatir dan malah semakin membuatku gugup.

“Eh? Itu.. Oppa.. Aku menyukaimu.. ah! Anni, lebih tepatnya mencintaimu! Sudah sejak saat kita bertemu. Dan apakah oppa mau menjadi namjachinguku?” ucapku mengutarakan semua yang ada pada hatiku saat ini.


Hening....


Seketika suasana hening diantara kami, tidak ada yang berbicara untuk memecahkan suasana canggung ini. Masing-masing dari kami sibuk akan pikiran masing-masing dan sepertinya Sungmin oppa juga masih terkejut akan ucapanku tadi.
Seketika aku merasakan dia bangun dari kursi yang kami duduki dan kemudian pergi begitu saja, meninggalkanku yang masih penasaran akan jawabannya..


‘Aiiss.. kau berharap apa lagi Eun Ae! Sudah jelas dia menolakmu, buktinya dia pergi tanpa sepatah katapun..’ batinku.

Ne! Benar juga dia memang tidak sama sekali menyukaiku. Itu semua sudah jelas bukan? Air mata ini sudah tidak bisa ditahan lagi, aku menangis sejadi-jadinya.
Tidak peduli orang mau menganggap aku orang gila sekalipun. Yang jelas hati ini benar-benar sakit mengetahui kenyataan pahit ini! Eomma, beginikah rasanya patah hati? Kenapa sakit sekali.


Kusandarkan tubuhku pada kursi taman ini dengan berlinangan air mata, ku pukul dada ini siapa tahu bisa mengurangi rasa sakit yang begitu menyesakkan. Tapi ternyata tidak sedikitpun berkurang malah bertambah sakit, seperti di hantam ribuan ton batu.
Dan kalian tahu betul kan bagaimana rasa sakit ini? Kutundukkan wajah di antara kakiku mencoba mencerna semua ini.


#SKIP


"Eomma.. Aku pulang.."

"Omona.. Kau kenapa Eun Ae? Kenapa kau berantakan seperti ini?" tanya Eomma beruntun.

"Nae gwenchana, Eomma" jawabku sekenanya. Menahan sekaligus menutupi semua rasa sakit ini.

"Eoh.. Yasudah. Cepat mandi sudah sore! Eomma mau keluar dulu sebentar.."

"Nde Eomma.."


Begitu sampai kamar aku kunci pintu rapat-rapat dan ku menangis lagi sejadi-jadinya merutuki kebodohanku! Kenapa aku harus menyatakan perasaanku kalau jadinya malah begini! Lebih baik aku pendam saja sampai seumur hidup pun pasti lebih baik daripada harus seperti ini!
Besok aku harus ke kampus, lalu apakah sanggup hati ini untuk melihat Sungmin oppa? Menyebut namanya saja membuatku terbayang kejadian menyakitkan tadi. Lalu, apa yang harus aku lakukan? Yasudah! Aku izin saja untuk beberapa hari.


#SKIP


Hari ini aku berangkat ke kampus seperti biasa tapi dengan suasana hati yang berbeda dari sebelumnya dan saat ini sepertinya aku harus menghindari untuk bertemu dengan Sungmin oppa, dan Eun Ae kau harus ingat! Apabila kau bertemu dengan Sungmin oppa bersikaplah biasa, anggap saja sekarang dan seterusnya kau sudah tidak menyukainya. Kau harus ingat bagaimana dia meninggalkanmu kemarin.

Saat aku berjalan dilorong tiba-tiba beberapa yeoja menarikku kedalam gudang. Dihempaskannya tubuhku ke lantai, lalu yeoja-yeoja yang kuketahui adalah fansnya Sungmin oppa ini menghampiriku. Ditariknya rambutku oleh yeoja yang berambut lurus.

"Apa hubunganmu dengan Sungmin oppa, heh?!" tanyanya sambil terus memarik rambutku. Sungguh! Ini sangat sakit!! Seperti akar rambutmu serasa ingin lepas dari rambutmu!

"Arrghtt.. Appo!! Lepaskan.. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Sungmin oppa.." ucapku memohon pada mereka.

"Heh! Kau pikir kita percaya! Kau pasti menyukainya kan?!"

"Anni! Aku tidak menyukainya! Aku hanya berteman dengannya!" jawabku mencoba menahan air mata ini. Kini yeoja yang berambut pendek menghampiriku.


#PLAKKK

"APPO!! Hhikkss.. Jebal.. Hikkss..Lepaskan aku!!" pintaku pada mereka disertai tangisan.


#BRAAKK


"Lepaskan dia!!" teriak seorang namja. Kudongakkan kepalaku menatapnya.


'Sungmin oppa..' batinku.


"Oppa.. Kenapa kau ada disini?" tanya yeoja-yeoja itu. Sungmin oppa langsung melirik yeoja-yeoja itu dengan tatapan tajamnya lalu menghampiriku.

"Kalian! Jangan pernah sentuh Eun Ae lagi! Karena Eun Ae mulai sekarang adalah yeojachinguku, jadi jika kalian menyentuhnya maka kalian akan berurusan denganku!!" ancamnya pada yeoja-yeoja yang sentak membuat mereka kaget sekaligus kecewa dan sekarang mereka lari keluar gudang dengan menangis terisak.

"Eun Ae, neo gwenchana?" tanyanya padaku.

"Nde gwenchana! Sudahlah oppa jangan beri aku harapan palsu lagi! Jadi jangan merasa bahwa aku mencintaimu, lalu kau bisa berbuat seenaknya! Aku sudah lelah!" ucapku sambil merapikan pakaian dan rambutku yang acak-acakan. Segera kulangkahkan kakiku keluar gudang sampai ketika...


Sungmin oppa menarik tanganku lalu menghempaskan tubuhku ke dinding.

"Mianhae.. Jeongmal mianhae.. Atas perbuatanku yang kemarin itu karena aku belum sepenuhnya yakin akan perasaanku tapi sekarang AKU INGIN MENJADI PACARMU!!" ucapnya penuh penekanan diakhir kalimat dan membuat mataku membulat sempurna.

"M-wo? A-ku tidak percaya pa--..."


#CUPP


"Apa ini belum cukup juga membuktikan semuanya, eoh?" ucapnya setelah mencium bibirku.

"Hemm.. Nde! Aku percaya padamu.. Lalu apakah sekarang kita berpacaran?"

"Ne!" jawabnya dan langsung memelukku erat. Kubalas pelukannya membuat kita terhanyut sampai melupakan bahwa sekarang kita bolos masuk ke kelas.



FLASHBACK OFF


Begitulah kisahku dalam mendapatkan Sungmin oppa sekaligus di-bully oleh fansnya. Tapi kemudian aku sadar bahwa Sungmin oppa juga mencintaiku, jadi cintaku ini tidak bertepuk sebelah tangan.

“Sudah puaskah kau memandangi wajahku, eoh?” ucap suamiku itu tanpa membuka matanya dan sekaligus membuyarkan lamunanku.

‘Jankkamman! Dia menyadari aku sedang memandangi wajahnya. Omona.. mau taruh dimana wajahku ini! Aiss.. pasti wajahku ini warnanya sudah berubah seperti tomat!’  batinku menyadari kelakuan bodohku sendiri.

“Aigoo.. Kenapa oppa percaya diri sekali? Siapa yang memandangi wajahmu! Karena posisiku saja yang menghadapmu, jadi seperti memandangimu” elakku lalu bangun berniat menuju kamar mandi tapi sebuah tangan menelusup ke dalam pinggangku hingga sekarang dia memelukku erat dari belakang, Sungmin oppa.

“Aigoo.. Kenapa tiba-tiba istriku jadi sensitif sekali,eoh? Oppa kan hanya bercanda! Lagipula oppa juga senang bahwa kau mengagumi ketampananku ini!” ucapnya percaya diri.

“Iss.. oppa!” ucapku memukul pelan tangannya yang berada dipinggangku ini.

“HHUUUAAA... EOOMMA!! AAPPAA!!! HHUAAA..” sebuah tangisan menghentikan aktifitas kita.

“Oppa! Itu suara Jaesung kan?” tanyaku pada suamiku.

“Nde! Geure.. Aiss.. ini pasti kerjaan Jihyun! Aigoo.. eonni macam apa dia itu!” jawab Sungmin oppa.

“Yak! Dia itu juga anakmu!” cercaku padanya dan aku langsung turun dari kasur untuk menyusul kedua malaikat kecilku itu.

Lee Jihyun dan Lee Jaesung adalah anak kami, Jihyun berusia enam tahun sedangkan Jaesung berusia lima tahun. Mereka tidak pernah akur karena Jihyun selalu saja merecoki Jaesung. Aku sudah pasrah akan kelakuan dia yang menyerupai Kyuhyun oppa si Magnae Evil itu.

“Aigoo.. Anak Eomma kenapa nangis? Siapa yang membuatmu nangis, hem?” tanyaku pada anakku ini.

“Itu Eomma.. Nunna.. hikkss.. dia menyambil mainanku.. hikss..hikss..” ucapnya sambil terisak.

“Jihyun! Apa yang kau lakukan, eoh? Kenapa kau selalu mengganggu dongsaengmu? Apa kurang mainan yang Appamu dan Eomma belikan?” tanyaku beruntun pada anakku yang jahilnya sudah tingkat akut ini.

“Anni! Aku hanya meminjam mainannya Eomma.. Tapi dia pelit sekali! Appa.. tolong aku kenapa Eomma galak sekali! Lagipula kenapa Appa mau sama Eomma yang galak seperti itu? Kan Sunny ahjumma jauh lebih baik dari Eomma..” ucapnya dengan wajah polos.

“Yak! Neo! Terlalu banyak bergaul dengan magnae iblis itu kau jadi kurang ajar seperti ini!”makiku padanya. Dan dia malah bersembunyi pada tubuh Appanya itu.

“Sudahlah Eun Ae-ya.. Kau tau kan memang sifatnya seperti ini.. Dan Jihyun.. kau mandi ne? Ini sudah siang..” lerai Sungmin oppa.

“Huft.. yasudah.. Jaesung ayo mandi sama Eomma mau kan?” ajakku pada anakku yang imut ini.

“Nde.. Eomma..” jawabnya patuh dan langsung kugendong dia.

“Appa.. aku ingin dimandikan sama Eomma juga...” rengek Jihyun pada Sungmin oppa. Sungmin oppa langsung menoleh kearahku dan menunjukkan ekspresi yang mengatakan ‘Ajak Jihyun atau aku akan menginap didrom’. 


‘Aiss.. bisa-bisanya dia mengancamku seperti itu! Sudah tahu aku baru berdebat dengannya..’ batinku emosi tapi bagaimanapun Jihyun juga anak kami.

“Yasudah sini mandi sama Eomma..” ajakku padanya lalu dia tersenyum gembira sambil berlari kearahku dan ikut membuatku tersenyum.

“Aku mau digendong juga Eomma..” rajuknya padaku.

“Hemm.. Yasudah ayo naik ke punggung Eomma..” jawabku. Lalu kami berjalan kearah kamar mandi dan kulihat Sungmin oppa tersenyum melihat kami.
Sesudah selesai aku memakaikan mereka pakaian, lalu berjalan ke kamar untuk mandi. Dan ketika aku masuk kulihat Sungmin oppa baru saja selesai mandi. Kuhampiri dia.

“Sudah selesai?” tanyanya.

“Nde, sudah.” jawabku.

“Yasudah mandi dulu, kau belum mandi kan?” tanyanya dengan senyum imutnya itu.

“Nde! Aku mandi dulu.” jawabku membalas senyum lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi.

Aku keluar dari kamar mandi dan kulihat Sungmin oppa sedang duduk di kasur kami. Dia tersenyum saat aku keluar dari kamar mandi. Kubalas senyumnya dan langsung bercermin untuk menyisir tapi tangan Sungmin oppa menghentikanku.

“Biar aku saja..” ucapnya. Kemudian dia menyisiri setiap rambutku dengan telaten (?) seperti tidak menginginkan sehelai rambutpun rontok.

“Eun Ae-ya.. “ panggilnya manja dengan memelukku dari belakang setelah menyisir rambutku tadi.

“Mwo? Hem..” jawabku.

“Gomawo.. Jeongmal gomawo!! Untuk semua yang kau berikan dan lakukan untukku dan anak kita.. Aku bangga memilikimu! Walaupun banyak wanita diluar sana yang lebih cantik atau baik darimu, tapi aku yakin bahwa tidak ada yang lebih mengerti aku dan anak-anak sepertimu..” ucapnya yang membuat aku terharu. Dibalikkan badanku lalu ditariknya tengkukku dan hidung kita sudah bersentuhan sampai ketika.....



“EOMMA! APPA!! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN???!!!!



=================END=============






Huftt.. akhirnya selesai juga..
Mian klo ceritanya gaje atau apalah itu..
Yang suka RCL ne.. ;))
Khamsahamnida.. ^^ #BOWbuatreaders#

Protesters hold meeting, discuss weekend's demonstration

Protesters hold meeting, discuss weekend's demonstration


Iowa State Daily

Emotions ran high in the Sun Room of the Memorial Union on Monday during a meeting of protesters who demonstrated against Republican presidential candidates during Saturday’s Cy-Hawk tailgate.

FF SERIES :: PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)* (PART 2)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                : PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)*


Author             : ...^LeeSangMi^...


FB                    : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)


Rating             : T


Genre               : Romance, Married Life, Sad, Angst


Main Cast        : Kim Eun Ae a.k.a Lee Eun Ae, Lee Sungmin (SUJU), Lee JiHyun, Lee Jae Sung


Support Cast   : Lee Sang Woo



“CAST DI DALAM FF INI SEPENUHNYA MILIK TUHAN DAN KELUARGANYA. DAN FF INI MILIK SAYA DAN MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA. MIAN KALAU BANYAK TYPO BERTEBARAN. TOLONG HARGAI AUTHOR DENGAN ‘RCL’, SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!!


=================^^=======^^=================


“Aku dan dia sudah tidak ada apa-apa lagi.. Jadi jangan berpikiran yang macam-macam, dan percayalah bahwa seluruh hatiku ini hanya untukmu dan anak-anak kita.. Dia hanya masa laluku, tapi kalianlah masa depanku..”


=================^^=======^^================= 


Inikah balasanmu Kim Eun Ae!
Balasan atas rasa rinduku dan kerja kerasku untukmu!
Sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu!
Aku tidak peduli kau sudah mempunyai suami dan anak!
Janji adalah hutang!! ~~




^LEE SANG WOO POV^




“Nugu--?”ucapnya terpotong setelah membuka pintu dan menyadari bahwa akulah yang menjadi tamunya. Dia benar Eun Aeku! Yeoja yang selama ini memenuhi hati dan pikiranku. Yeoja yang membuatku seperti orang gila di New York karena terlalu merindukannya. Dia adalah Eun Aeku!! Omona.. kenapa dia semakin cantik? Semua yang ada pada dirinya belum berubah! Rasanya ingin sekali memeluknya saat ini.


Dia terlihat benar-benar terkejut. “Lee Sa-ng W-oo?!” kagetnya dengan mata yang melebar.


“Nde! Ini aku kekasihmu! Apa kau mulai lupa padaku, eoh?” jawabku. Belum sempat dia menjawab pertanyaanku tiba-tiba ada seorang yeoja kecil yang menghampirinya.


“Eomma.. Appa sama Jaesung jahat! Aku tidak diajak main.. Ayo kita lawan mereka lagi Eomma...” rajuk yeoja kecil itu.


‘Jankkamman.. Eomma? Apa aku tidak salah dengar?! Yeoja kecil itu memanggilnya Eomma?! Kim Eun Ae, kau harus menjelaskan ini semua kepadaku!!!’


“Eh? Ahjushi nuguya? Aku tidak pernah lihat Ahjushi, apa Ahjushi teman Eommaku?” tanya yeoja kecil itu kepadaku, sebelum Eun Ae berbicara.


 “Jihyun.. Sebaiknya kau masuk dahulu nanti Eomma menyusul ne! Udara disini dingin..” ucap Eun Ae pada yeoja kecil yang sudah kuketahui namanya Jihyun lewat perkataan Eun Ae tadi.


“Nde! Tapi Eomma harus menyusul ne! Yaksok?” jawab Jihyun patuh seolah-olah bahwa Eun Ae benar-benar Eommanya.


“Yaksok!” balasnya kemudian mencium kening Jihyun.


‘Tuhan.. cobaan apa lagi ini diantara kita?! Apa benar Eun Ae sudah menikah dan mempunyai anak? Bilang bahwa semua ini tidak benar!! Kenyataan ini terlalu pahit!!’ (T_T)


“Aku bisa jelaskan didalam, silahkan masuk..” ucapnya sebelum aku mengeluarkan suara. Aku benar-benar shock atas kejadian ini.


“Pertama-tama, apa yang ingin kau tanyakan kepadaku?” tanyanya begitu kita sampai diruang tamu.


“Apa maksud dari semua ini? Eomma? Jihyun? Appa? Jaesung? Tolong jelaskan kepadaku Kim Eun Ae!!” ucapku dengan penekanan. Terlihat dia menunduk tidak berani menatapku, kemudian dia membuang nafasnya berat.


“Eomma itu maksudnya...” ucapnya terpotong saat seorang namja turun dengan Jihyun dan seorang namja kecil yang sepertinya namanya itu Jaesung, perkiraanku menebak.


“Chagiya.. Dia nugu? Kenapa kau tidak bilang kalau ada tamu” ucap namja itu.


“Eh? Sungmin oppa! Apa kalian mainnya sudah selesai? Apa Jaesung ingin minum susu? Kalau begitu Eomma buatkan dulu ne!” ucap Eun Ae gugup lalu berjalan  menuju dapur. Tapi kemudian tangan namja yang bernama Sungmin itu mencegahnya..


“Jankkamman! Kau belum menjawab pertanyaanku.. Dia Nuguya?” ucap Sungmin kepada Eun Ae.


“Di-a i-tu..” jawab Eun Ae gugup pada Sungmin.


“Aku adalah..” ucapku memotong pembicaraan Eun Ae yang membuat semuanya menatapku termasuk Eun Ae menatapku melas seolah mengatakan ‘Jebal.. Jangan katakan yang sebenarnya! Biar aku saja yang menjelaskan!’. Tapi sepertinya kesabaranku sudah habis Kim Eun Ae!!



^LEE SANG WOO POV END^



=========******==========



Hanya satu inginku darimu..
Tolong jangan kacaukan hidup kami yang sekarang..
Dan maaf atas pengkhianatanku..~~




^LEE EUN AE POV^




“Aku adalah..” ucap Sang Woo memotong pembicaraanku yang membuat semuanya menatapnya termasuk aku yang menatapnya  melas seolah mengatakan ‘Jebal.. Jangan katakan yang sebenarnya! Biar aku saja yang menjelaskan!’ batinku semoga dia mengerti. 




Hening.......




“Aku adalah teman SMA dari Eun Ae. Lalu kau siapa?” lanjutnya membuat aku lega.


‘Huft.. untung saja dia tidak mengatakan yang macam-macam..’ batinku.


“Ah! Aku suaminya lalu ini berdua anak kami, yang yeoja namanya Lee Jihyun lalu yang namja namanya Lee Jaesung dan aku Lee Sungmin. Bangeupsemnida!” ucap Sungmin oppa seraya memperkenalkan anak-anak.


“Oh.. Arra! Aku Lee Sang Woo, nado bangeupsemnida!” balas Sang Woo dengan senyum. Dan aku tahu senyum itu palsu dia menutupi lukanya dengan senyum itu dan itu membuatku sangat merasa bersalah.


“Aku kedapur dulu ne! Sekalian mengambil minum buat Sang Woo” ucapku lalu menuju dapur. Begitu sampai dapur aku menarik napas selega-leganya.



‘Omona.. Bagaimana ini dia datang lagi di kehidupanku! Tuhan.. Rencana apa lagi yang sedang Kau atur? Aku sudah hidup bahagia dengan Sungmin oppa! Kenapa kau malah datangkan lagi orang dari masa laluku yang bisa saja mengacaukan rumah tanggaku dengan Sungmin oppa..”



“Jja.. Ini minumannya.. Silahkan diminum! Jaesung, Jihyun ayo minum susu lalu tidur..” ucapku lalu memberikan mereka masing-masing segelas susu dan menggiring(?) keduanya ke kamar mereka.


Setelah aku menidurkan Jihyun dan Jaesung aku kembali keruang tengah. Tiba-tiba suasana hening tidak ada yang memulai pembicaraan. Sang Woo diam mungkin karena aku, dan dia seperti sedang mencerna tiap kenyataan ini, yang pastinya sangat menyakitkan bukan? Apakah aku jahat? Berbahagia diatas penderitaan orang lain? Sedangkan kenapa Sungmin oppa diam itu aku tidak tahu kenapa!


“Wae? Apa ada yang salah? Kenapa semua diam?” ucapku memecahkan keheningan.


 “Eh? Nde! Sepertinya sudah malam sudah saatnya aku pulang..” ucapnya sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.


“Eoh? Yasudah.. Mian kita tidak dapat mengantarmu sampai luar, kerena diluar cuaca sangat dingin..” ucap Sungmin oppa lalu kami mengantarkan sampai pintu.


“Hati-hati dijalan ne! Annyeong higiseyo!” 


“Nde” balasnya sebelum memasuki mobilnya.



Aku dan Sungmin oppa langsung menuju kekamar dalam keheningan, tidak ada yang memulai pembicaraan. Sesampainya di kamar pun masing-masing dari kita masih larut dalam pikiran masing-masing. Dan aku bingung haruskah aku menjelaskan pada Sungmin oppa tentang siapa Sang Woo?! Tapi bagaimana kalau Sungmin oppa malah marah padaku? Ah! Lebih baik tunggu waktu yang tepat saja.


“Eun Ae? Apa kau sudah tidur?” tanya Sungmin oppa dibelakangku karena aku tidur dengan posisi membelakanginya.


“Eoh? Aku belum tidur, Wae?” tanyaku seraya berbalik menghadapnya.



#DEG



‘Ya Tuhan.. Kenapa jantungku berdetak tak karuan seperti ini? Apa jangan-jangan Sungmin oppa ingin menanyakan tentang Sang Woo? Lalu aku harus bicara apa?’ batinku tak tenang. Segala pertanyaan bergelayut dipikiranku. Namun kini suasana hening diantara kami membuatku semakin gugup.




Hening......




“Itu.. Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan kepadaku? Bicarakan saja..” jawabnya menebak isi pikiranku.


“Eh? Itu.. Sebenarnya oppa.. A-ku mau jujur bahwa Sang Woo itu.. Mantan kekasihku. Kita berpacaran saat SMA selama dua tahun tapi kemudian dia memutuskan untuk meneruskan sekolah di New York..”




#FLASHBACK ON




Saat ini aku dan Sang Woo sedang berada ditaman. Menyaksikan beberapa anak kecil yang sedang berlarian kesana kemari dengan riangnya. Mereka tertawa bahagia tanpa beban sedikitpun sedangkan kami –aku dan Sang Woo- sedang diam dengan pikiran masing-masing. Aku dan Sang Woo adalah sepasang kekasih, kami mulai menjalani hubungan ini semenjak dua tahun lalu.


Sebelumnya kami bersahabat dari kecil. Sampai ketika perasaan yang melebihi sahabat itu menghampiri kita. Yang berujung pada saat ini yaitu sepasang kekasih. Kita berdua sama-sama kelas tiga SMA. Dan kami disini sekarang sedang memikirkan bagaimana hubungan kami kedepan, mengingat sebentar lagi kami lulus sekolah..


“Eun..” panggilnya memecahkan keheningan.


“Wae?”


“A-ku.. A-ku ingin meneruskan kuliahku di New York” jawabnya gugup dan membuat aku shock. Seperti mendapat terapi dadakan.


“Mwo? New York? Kenapa harus kesana? Kan banyak Universitas bagus di Seoul, Woo..”ucapku sakartis


“Tapi.. orang tuaku memintaku untuk meneruskan kesana, Eun”


“ Apa kau tidak mencintaiku? Lalu bagaimana dengan hubungan kita? Apakah harus sampai disi—“


“Sssttt.. Aku mencintaimu malah sangat! Hubungan kita tidak sampai disini, Eun. Aku ke New York untuk menjadi orang sukses, lalu melamarmu. Lihat! Anak-anak itu.. Suatu saat nanti aku ingin kita menikah dan mempunyai  anak-anak manis seperti mereka. Jadi aku ingin pada saat nanti melamarmu aku sudah siap baik fisik, mental, dan financial..” ucapnya sambil menangkupkan wajahku.


“Tapi bagaimana jika saat kau disana kau malah jatuh cinta pada gadis lain dan meninggalkanku, eoh?” tanyaku meng-intimidasinya. Berharap dengan semua ini dapat merubah keputusannya itu.


“Tidak! Tidak akan! Dan selalu seperti ini! Aku hanya dilahirkan untukmu dan kau pun hanya dilahirkan untukku seorang! Dengar itu.. Arraseo?”


“Arraseo..” jawabku pasrah.


“Eun, kau harus janji bahwa kau akan menungguku dan menikah denganku. Yaksok?”


“Nde. Yaksok!”. Sesaat kemudian dia memelukku erat. Malah sangat erat. Yang membuktikan betapa cintanya dia padaku dan sebenarnya betapa tidak relanya juga dia meninggalkanku. Tapi ini semua dia lakukan demi cinta kita. Ne, demi cinta kita!



‘Tapi.. Bagaimana jika nanti malah aku yang meninggalkanmu dan memilih cinta lain? Aku takut! Aku takut semua itu terjadi! Dan ternyata akulah yang menyakiti hatimu..’ –




#FLASHBACK OFF




“Itulah yang sebenarnya oppa.. Kau tidak marah kan? Karena aku tidak jujur dari awal kepadamu..” ucapku begitu selesai menjelaskan semuanya.


“Anni.. Untuk apa aku harus marah padamu. Yang terpenting sekarang kau sudah jujur kepadaku dan tetaplah berada disisiku hingga mautpun tidak bisa memisahkan kita..”


“Gomawo oppa atas pengertianmu.. Nde! Kalau soal itu mah pasti..”


“Satu lagi tetaplah menjadi seorang Eun Ae-ku yang selalu mengagumiku dan selalu memujaku. Aku tidak peduli sebelumnya kau telah jatuh cinta pada siapa! Yang terpenting sekarang kau harus selalu ada untukku dan anak-anak kita! Jangan pernah kau menengok kebelakang! Untuk mencari kebahagiaan lain. Karena hanya kami dunia dan kebahagiaanmu Lee Eun Ae!” ucapnya mengeluarkan semua bebannya.


“Egois..”


“Ne! Aku memang egois! Semua yang menyangkut tentangmu memang harus selalu seperti itu! Sudah.. Cepat tidur..” jawabnya sambil menarikku kedalam pelukannya. Membenamkan wajahku didalam dada bidangnya, tempat favoritku.


“Saranghae..” ucapku begitu saja.


“Nado Saranghae..” jawabnya sambil mencium puncak kepalaku.



^LEE EUN AE POV END^



=========******==========



Aku tak akan pernah berhenti sampai kau benar-benar sudah menjadi milikku..
Milikku seutuhnya..




^LEE SANG WOO POV^ 




Silau matahari membuat mataku seperti disenter ribuan lampu yang membuatku harus menyipitkan dahulu mataku ini untuk menyesuaikan pagi pertama di kota Seoul. Kubangkitkan tubuhku dari tempat tidurku lalu kulangkahkan kakiku menuju teras depan kamarku. Kuhirup udara pagi ini dalam-dalam.


Tiba-tiba aku teringat dengan kejadian semalam yang membuat hati ini begitu hancur. Dicampakkan oleh gadis yang kucintai, gadis yang membuat tidurku tidak tenang selama di New York. Dia Kim Eun Ae. Sesaat kemudian kenapa hati ini begitu ngilu saat mengingat itu. Kupukul-pukul pelan dada ini mencoba mengurangi rasa sakit ini. Tapi apa daya hati ini malah bertambah sakit! Semua ini terasa seperti mimpi. Mimpi yang sangat buruk!


‘Tuhan.. Kalau benar ini semua mimpi, aku ingin cepat bangun dari mimpi burukku ini. Dan hidup bahagia bersama Eun Ae. Karena kenyataan ini terlalu pahit Tuhan!! Harus melihat orang yang aku cintai bahagia dan tersenyum untuk orang lain..  Kata orang setiap rencana-Mu itu indah! Tapi mengapa ini semua begitu menyakitkan bagiku?!’ perlahan air mata ini turun begitu saja. Kupegang pagar teras ini kuat-kuat mencoba menyalurkan rasa sakit ini. Aku hanya manusia biasa! Dimana bisa lemah saat merasa tersakiti. Benar-benar sakit saat orang yang merupakan cinta pertamamu dan temanmu semenjak kecil lah yang membuatmu terluka. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam pikiranku. Kubasuh air mata ini kemudian berjalan mencari ponselku lalu memanggil seseorang.


“Yeoboseoyo..”


“.........”


“Ini aku Lee Sang Woo”


“.........”


“Itu semua tidak penting! Yang terpenting sekarang aku ingin kita bertemu di Cafe biasa yang sering kita kunjungi saat SMA”


 “.......”


“Eun.. Jeball.. Aku butuh penjelasan lebih lanjut atas semua ini! Aku merindukanmu..”


“.......”


“Jam sepuluh nanti, aku harap kau tidak terlambat”


“........”



FLIP..



‘Aku tidak akan pernah melepaskanmu Kim Eun Ae! Walaupun aku harus menjadi pria brengsek sekalipun dan menghancurkan pernikahan kalian! Aku tidak peduli! Permainan dimulai Kim Eun Ae! Dan Lee Sungmin sebaiknya kau harus lebih menjaga istrimu itu dariku.. hahaha..’




^LEE SANG WOO POV END^




=========T===B===C========


Huaaa..
Akhirnya selesai juga.. J
Mian ne dipart ini gak ada komedinya kaya yang part sebelumnya..
Sebenarnya author males ngelanjutin nih ff, soalnya RCLnya berkurang! Lebih banyak pas oneshootnya.. huhuhu   :’(  #nangis dipojokan#
RCL!!! KALAU MASIH MAU LANJUT!! KALAU RCLNYA BERKURANG DARI YANG SEBELUMNYA AUTHOR MALES NGELANJUTIN DAHH..  *PLAKK
Khamsahamnida bagi yang RCL!! *bow

FOTO| Premianții concursului de matematică ”Pitagora” 2017. Rezultate deosebite pentru elevii din Alba Iulia şi Sebeş

FOTO| Premianții concursului de matematică ”Pitagora” 2017. Rezultate deosebite pentru elevii din Alba Iulia şi Sebeş


Ziarul Unirea

Alba Iulia în parteneriat cu Inspectoratul Şcolar Judeţean Alba şi Primăria Alba Iulia a organizat cea de-a XVIII-a ediţie a Concursului interjudeţean de matematică „PITAGORA”. Concursul s-a desfăşurat la Şcoala Gimnazială” Vasile Goldiş” din Alba Iulia în data de 8 aprilie 2017. Este un concurs destinat elevilor din clasele IV-VIII, pasionaţi de matematică. Sunt evaluate […]

The Inaugural World Photographic Cup hits the target!

by admin @ World Photographic Cup

Speculation and enthusiasm for the inaugural World Photographic Cup is rife amongst professional photographers, for the first ever competition launched around the globe, with teams from the USA  and Europe and from Africa, to Japan to Australia. Announced by the Professional Photographers of America on their website’s homepage as, “An International competition celebrating photography in […]

De: UN CETATEAN

by UN CETATEAN @ Comentarii la: FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia

Un cetatean JANDARMERIA CLUJ SI POLITIA LOCALA. - SA VA FIE RUSINE.

FF SERIES :: PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)* (PART 3)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .


Tittle                    : PAST Sequel *MY STORY (My Life and My Family)*

Author                 : ...^LeeSangMi^...

FB                        : Adhell Lia (Lee Sang Mi) & Adhell Lia II (Lee Sang Mi)

Rating                 : T

Genre                  : Romance, Married Life, Sad, Angst

Main Cast            : Kim Eun Ae a.k.a Lee Eun Ae, Lee Sungmin (SUJU), Lee JiHyun, Lee Jae Sung

Support Cast      : Lee Sang Woo



“CAST DI DALAM FF INI SEPENUHNYA MILIK TUHAN DAN KELUARGANYA. DAN FF INI MILIK SAYA DAN MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA. MIAN KALAU BANYAK TYPO BERTEBARAN. TOLONG HARGAI AUTHOR DENGAN ‘RCL’, SEMOGA MEMUASKAN (?)  DAN DON’T BASH!!!  DON’T PLAGIAT!!!


=================^^=======^^=================


 “Aku dan dia sudah tidak ada apa-apa lagi.. Jadi jangan berpikiran yang macam-macam, dan percayalah bahwa seluruh hatiku ini hanya untukmu dan anak-anak kita.. Dia hanya masa laluku, tapi kalianlah masa depanku..”~~


=================^^=======^^================= 

Aku ragu untuk menemuimu..
Mungkin lebih tepatnya takut!
Takut berpaling kepadamu..
Lalu meninggalkan sebuah kenyataan yaitu KELUARGAKU!! ~~



^LEE EUN AE POV^



The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope had seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining from up above
you surrounded me with your endless love
and all things I couldn’t see are now so clear to me  – Donghae : My Everything


Bunyi dering handphone membuatku menghentikan kegiatan meriasku didepan cermin. Kulangkahkan kakiku menuju meja kecil samping tempat tidur untuk mengambil handphone tersebut.


‘Mwo? Nomer siapa ini? Aku tidak mengenalnya! Apa aku harus angkat? Ah! Angkat saja siapa tau penting!’batinku bertanya.


“.........”


“Nde, yeoboseoyo. Mian, kau siapa?”


“.........”


“Eoh? Darimana kau bisa tau nomer telephoneku?”


“.........”


 “Mwo? Aku sibuk mengurusi Jihyun dan Jaesung! Mian, aku tidak bisa”


“.........”


“Tapi.. Huftt.. Yasudahlah, jam berapa?”


“.........”


“Nde..”


FLIP..



Omona.. Eotthoke? Lalu anak-anak sama siapa? Ah! Lebih baik aku menitipkan mereka saja kepada eommanim. Hanya sebentar! Ya .. Hanya sebentar!’



^LEE EUN AE POV END^


=========******==========


Hiduplah dengan bahagia..
Carilah kebahagiaanmu sendiri tanpa harus merusak kebahagiaan orang..
Karena, hidup ini singkat!~~



^AUTHOR POV^



#CAFE FULL ROMANCE



Terlihat sepasang namja dan yeoja yang sedang duduk dalam keheningan di dalam cafe tersebut. Belum ada yang memulai pembiacaraan semenjak kehadiran kedatangan mereka disini. Hanya suara samar kendaraan berlalu-lalang diluar cafe, karena didalam cafe tersebut pun sedang sepi pengunjung.


“Hemm.. Kau ingin berbicara apa? Palli.. Aku harus mengurus anak-anak!” ucap sang yeoja, Lee Eun Ae. Memecahkan keheningan diantara mereka.


“Huh! Tidakkah kau merasa bersalah saat mengucap kata ‘anak-anak’ kepadaku Kim Eun Ae?!” tanya sang namja meng-intimidasi, Lee Sang Woo.


“Lalu aku harus mengucap apa? Inilah kenyataannya, Woo! Eoh! Dan kau harus ingat sekarang margaku itu Lee!” ucap Eun Ae sengit. Terlihat Sang Woo membuang tersenyum remeh. Lalu sedetik kemudian raut wajahnya sendu, menandakan betapa terlukanya dia. Dilihatnya gadis didepannya itu dalam-dalam. Ditariknya nafas dalam sebelum memulai lagi pembicaraan.


“A-ku.. Kecewa padamu..” ucapnya lirih. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan miris. Ditundukkan wajahnya dalam-dalam, tidak mau terlihat lemah dihadapan gadis yang dicintainya itu.


“Mianhae.. Mungkin beribu kata maafpun takkan bisa membalas semua ini. Aku.. melakukan ini semua karena aku lelah! Lelah menunggu sebuah ‘ketidakpastian’! Kau meninggalkanku selama 10 tahun, dan kitalost contact selama delapan tahun! Aku merasa kesepian, Woo. Hidupku hampa, gelap! Seperti tidak ada sama sekali penerangan saat kau jauh disana. Hingga pada saatnya Sungmin oppa hadir dan membawa penerangan sekaligus kebahagiaan yang lenyap bersama jauhnya dirimu. Aku sudah coba untuk menunggumu, tapi kehadiran Sungmin oppa dihidupku membuat aku merasa semua kebahagiaanku telah kembali. Apa aku salah, Woo?” ucapku panjang lebar dengan nada lebih lembut dari yang sebelumnya, menjelaskan semua kenyataan yang terjadi pada saat dia tidak ada. Dia menatapku tidak percaya, seakan ini semua rekayasa.


“Begitukah? Lalu mana janjimu yang bilang bahwa kau akan menungguku dan menikah denganku, Eun? Semudah itukah kau berpaling? Dulu kau yang takut aku akan meninggalkanmu untuk wanita lain! Tapi sekarang, kaulah yang melakukan itu! Tck.. Munafik! Aku disana merindukanmu hingga hampir gila! Dan kau disini berbahagia dengan keluargamu! Kau anggap aku apa, eoh?!” ucap Sang Woo setengah membentak. Membuat yeoja didepannya itu kaget sekaligus menahan air mata yang sebentar lagi aku meluncur bebas(?) itu. Sang Woo kaget, dia baru saja menyadari bahwa telah membuat Eun Ae terluka. Digenggam tangan Eun Ae mencoba untuk meminta maaf. Tapi dengan cepat ditepis oleh yeoja itu. Membuat Sang Woo benar-benar merasa bersalah.


“Mi-an.. A-ku tidak bermaksud membentakmu aku hanya---“


“Mianhae.. Jeongmal mianhae.. Jeongmal mianhae.. Aku tau aku salah! Karena tidak menunggumu dan membayar janjiku untuk menikah denganmu. Dan a-ku.. a-ku--- “




#GREP 




Direngkuhnya erat Eun Ae, agar sedikit tenang. Namun yang terjadi sekarang malah isakan demi isakan muncul dari bibir mungil gadis itu.


“Sssttt.. Uljima.. Aku tidak bisa melihat gadis yang kucintai menangis karenaku.. Uljima..” tenang Sang Woo.


‘Wae? Kenapa disaat seperti ini saja kau masih mencintaiku?! Jebal.. Jangan seperti ini! Jangan berikan perhatian yang dulu lagi! Aku takut melakukan kesalahan untuk kedua kalinya..’  batin Eun Ae


‘Saat melihat air mata itu.. Entah kenapa aku jadi lupa tentang rencanaku. Tapi saat melihat senyummu, membuatku semakin ingin memilikimu. Dan semakin ingin melakukan rencana gilaku!’ batin Sang Woo.


“Tapi aku memang egois, Woo! Hiksss.. hiksss.. A-ku mencari kebahagiaan lain.. hikkss..hikss.. Sedangkan kau menderita disana.. hiikkss.. hiikss..” ucap Eun Ae disertai tangisnya, masih direngkuhan Sang Woo.


“Uljima..”




#CUUPP




Tanpa sadar Sang Woo mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Eun Ae. Dia seakan ingat akan kejadian dimasa lalunya bersama gadis itu. Membuat dia berani melakukan hal terlarang itu.




#FLASHBACK ON




Terlihat sepasang anak kecil sedang bermain di taman. Berlarian kesana-kemari dan saling berkejar-kejaran. Seperti yang semua anak manusia mendapat masa kecil yang bahagia. Walaupun belum tentu besarnya mereka akan bahagia dan saling tertawa riang.
Yeoja dan namja kecil itu adalah Kim Eun Ae dan Lee Sang Woo. Mereka bersahabat semenjak berumur empat tahun. Dan kini mereka telah menginjak umur delapan tahun. Kemana-mana mereka selalu bersama dan berjanji seterusnya pun akan terus seperti ini. Terlihat Eun Ae kecil kelelahan akibat berkejar-kejaran. Dan mereka pun memutuskan untuk beristirahat diayunan taman.


“Hah..hah.. Sang Woo kita istirahat dulu. Eun Ae lelah! Nde.. Jebal..” ucap Eun Ae kecil dengan nafas lelahnya, sambil mendudukkan badan kecilnyanya pada kursi ayunan.


“Nde, Sang Woo juga lelah..” balas Sang Woo kecil sambil mendudukkan badan kecilnya juga pada kursi ayunan, disamping Eun Ae.


“Sang Woo, Eun Ae iri sama sepasang remaja itu..” ujar Eun Ae kecil sambil menunjuk sepasang kekasih remaja yang sedang duduk berduaan dikursi taman.


“Wae?” sahut Sang Woo.


“Mereka itu mesra sekali, terus juga pasti orang pacaran itu mempunyai panggilan yang co cweet..” jawab Eun Ae dengan imutnya, disertai bibir yang dikerucutkan.


“Kita juga bisa seperti itu, tapi nanti saja kalau kita sudah dewasa. Kita juga bisa punya panggilan yang co cweet! Gimana kalau Eun Ae panggil Sang Woo, Woo aja. Trus Sang Woo panggil Eun Ae, Eun. Eotthoke?” sahut Sang Woo riang.


“Nde! Bagus, Woo emang pintar! Hehehe..”  balas Eun Ae dengan senyum imutnya.


“Woo.. Eun Ae ingin ice cream..” rengek Eun Ae tiba-tiba pada Sang Woo.


“Mwo? Ice cream? Yasudah Woo beli dulu nde. Eun jangan kemana-kemana, arra?”


“Arra..”


Beberapa menit kemudian Sang woo datang membawa dua buah ice cream dengan riangnya melewati bocah-bocah kecil lainnya.


“Eun!!” panggil Sang Woo. Eun Ae yang menyadari ada yang memanggilnya segera menoleh kearah suara. Dilihatnya Sang Woo sedang berjalan kearahnya dengan riang sambil mengacungkan dua buah ice cream masing-masing ditangannya. Mereka saling tersenyum.



#BRRUKK



Seorang bocah kecil yang sedang berlari menabrak Sang Woo sehingga ice cream yang dia pegang jatuh. Bocah kecil itu sudah berlari entah kemana, karena tidak menyadari kesalahannya. Sedangkan Sang Woo kecil masih termangu menatap ice cream itu. Lalu ditatapnya Eun Ae kecil yang menunjukkan wajah kecewanya dan hampir menangis. Disusulnya Eun Ae. Begitu sampai Sang Woo langsung mencoba menenangkan Eun Ae.


“Eun.. Uljima.. Aku akan belikan lagi nde! Tapi jangan menangis..” tenang Sang Woo kecil.


“Hikss..hikss.. Ice creamku.. Hikss..hikss..” isak Eun Ae


“Uljima.. Tunggu nde! Aku belikan lagi” ucap Sang Woo kemudian pergi


Terlihat Sang Woo kecil pun berlari mengejar tukang ice cream yang perlahan hampir menjauh itu. Diliriknya Eun Ae yang masih terisak, masih dengan berlari. Diteriakinya penjual ice cream tersebut hingga akihirnya si penjual ice cream berhenti karena merasa ada yang memanggilnya. Dilihatnya seorang namja kecil yang sedang berlari kearahnya.


“Ada apa nak? Ada yang bisa ahjussi bantu?” tanya penjual ice cream begitu Sang Woo sudah berdiri dihadapannya dengan nafas tersenggal.


“Hosh.. hosh.. Ahjussi apa ice creamnya masih ada?” tanya Sang Woo dengan nafas tak beraturannya.


“Mian.. Ice creamnya sudah habis” jawab penjual ice cream menyesal.


“Mwo? Tapi sahabatku ingin ice cream ahjussi!” balas Sang Woo tak terima.


“Mianhae.. Ahjussi harus pergi” jawab penjual ice cream, yang kelamaan menjauh.


“Tapi.. Huft..” gumam Sang Woo pasrah.


‘Eotthoke? Eun, Mianhae....’ batin Sang Woo kecil menyesal


Berjalanlah Sang Woo kecil kearah Eun Ae yang masih terisak. Perasaan bersalah begitu menyelimuti hatinya. Takut sampai-sampai Eun Ae malah tambah kecewa padanya. Berbagai kemungkinan burukpun bergelayut dipikiran namja kecil ini. Dari mulai bagaimana nanti kalau Eun Ae malah meninggalkannya!Atau Eun Ae marah padanya! Atau malah Eun Ae memutuskan persahabatan diantara mereka. Kini Sang Woo sudah sampai dihadapan Eun Ae yang masih tertunduk dengan terisak disertai gumamannya tentang ice cream itu. Dipeluknya Eun Ae kecil, bermaksud menenangkan. *sosweet* :D


“Eun.. Mianhae.. Ice creamnya sudah habis..” ucap Sang Woo kecil dengan suara rendah disela pelukannya.


“Aku mau ice cream Woo.. hikss.. hikss.. Aku mau ice cream..” isak Eun Ae kecil.


“Uljima.. Aku tidak suka bila kau menangis. Bagaimana aku beri mantra biar kau tidak menangis lagi?” tawar Sang Woo setelah melepaskan pelukannya.


“Mantra apa?” tanya Eun Ae kecil dengan wajah polosnya.



#CUP




“Sudah! Eotthoke?” tanya Sang Woo setelah mengecup bibir Eun Ae.


“Mwoya? Kenapa kau menciumku? Lalu mana mantranya?” tanya Eun Ae yang belum menyadari, dan tidak lagi dengan isak tangisnya. Yang entah kenapa tangis itu enyah seketika, seperti benar-benar diberi mantra.


“Ya.. Itu mantranya! Whooaa.. Lihat! Mantraku manjur! Kau sudah tidak menangis lagi. Hehehe..” jawab Sang Woo riang.


“Nde! Benar-benar manjur.. Hehehe..” ucap Eun Ae menyadari.


“Hemm.. Dan aku akan melakukan itu jika kau menangis lagi. Yasudah, kajja..”


“Nde..” sahut Eun Ae seraya bangkit dari ayunan. Dan merekapun pulang dengan bergandengan tangan dan menebarkan senyum riang layaknya benar-benar seperti anak-anak kecil yang berbahagia.




#FLASHBACK OFF



Bibir mereka masih menyatu. Namun tidak ada pergerakan disana, Sang Woo cukup sadar diri mengenai siapa dia saat ini dan status mereka. Apalagi mengenai status Eun Ae, yang merupakan ISTRI ORANG LAIN! Lalu.. Eun Ae bagaimana dengan dia? Seperti mendapat terapi dadakan. Wanita itu masih shock dengan adegan yang hina ini. Tapi, kalau boleh jujur ciuman ini adalah ciuman yang benar-benar ia rindukan dulu! Seketika matanya membesar, lalu didorongnya Sang Woo sampai tautan mereka benar-benar terlepas, ia sadar. Entah kenapa tiba-tiba perasaan kalut, takut, kaget semua menjadi satu. Dan dia pun bingung harus bagaimana saat ini. Dia seolah masuk dalam situasi yang rumit, kalau boleh rasanya ia ingin lenyap seketika saat ini juga!


“Apa yang kau lakukan, eoh? Apa kau sudah gila?!” bentak Eun Ae.


“Nde! Aku memang gila!! Dan itu karenamu!! Karenamu Lee Eun Ae!” balas Sang Woo tak kalah sambil bangkit dari duduknya, akibat dorongan Eun Ae tadi.


“Aku sudah menduga ini akan terjadi, makanya aku ragu untuk datang. Neo! Jangan ganggu kehidupanku lagi! Aku sudah bahagia sekarang! Aku pulang..” ucap Eun Ae seraya mengambil tasnya berniat beranjak pergi dari cafe ini. Namun langkahnya berhenti seketika saat tangannya ditarik oleh seseorang, Sang Woo.


“Mwo?”


“Mianhae.. Tapi yang tadi, bukankah aku akan selalu melakukan itu saat kau menangis? Apa kau tak ingat?” ucap Sang Woo lirih dengan merunduk, masih dengan berpegangan tangan.


‘Aku ingat! Malah sangat ingat! Tapi.. ingatan itu membuatku takut! Takut semakin membuat banyak orang kecewa..’ batin Eun Ae.


“Eun..” panggil Sang Woo karena yeoja yang didepannya ini tiba-tiba terdiam.


“Eh? Nde.. Aku ingat semua itu! Tapi.. itu dulu Woo. Sekarang aku sudah menikah dan mempunyai anak. Sebaiknya tidak usah kau ganggu keluargaku lagi, jalan kita sudah berbeda Woo..” ujar Eun Ae tak kalah lirih.


“Oke! Aku tidak akan mengganggumu dan keluargamu lagi asalkan kau mau menemaniku jalan-jalan melewati hari ini bersama seperti biasa. Saat.. kita pacaran dulu..” usul Sang Woo, yang sebenarnya merupakan awal dari rencananya.


“Mwo? Tapi..”


Jebal, Eun..” mohon Sang Woo.


“Nde.. Tapi kau harus janji bahwa kau tidak akan menggangguku lagi!”


“Yaksok!”


‘Tck! Kau terlalu naif Eun, justru aku bodoh jika aku tidak mempertahankanmu dan meninggalkanmu begitu saja! Dan sepertinya rencana awalku ini akan benar-benar berhasil.. hahaha..’ batin Sang Woo licik.


“Woo.. kajja.. jadi tidak?” ajak Eun Ae


“Ah! Nde! Kajja..” jawab Sang Woo riang sambil menarik tangan Eun Ae keluar dari Cafe itu. Dan tanpa mereka sadari dari setadi ada seorang namja yang sedang duduk dengan tenang menatap nanar kearah mereka didalam cafe itu semenjak perbincangan awal mereka. Dan mungkin namja tersebut melihat dengan jelas bagaimana kejadian hina tadi.



^AUTHOR POV END^



=========T===B===C========

Huaaa..
Akhirnya selesai juga.. J
Mian ne dipart ini kagak dapet feelnya, jujur otak udah mentok disitu! :p
JANGAN LUPA RCL!! KRITIK DAN SARAN DIPERLUKAN!! :D
Khamsahamnida yang udah RCL!! *bowbuatreaders :)

Ivy League Junior Golf Camps Princeton

by Rhonda Kuhn @ College Golf Camps™

Ivy League Junior Golf Camps Princeton BIG 5 Trump National Doral, Miami, Florida, West Lake Village, Los Angeles, California and [...]

The post Ivy League Junior Golf Camps Princeton appeared first on College Golf Camps™.

World Photographic Cup 2017 Finalists Announced!

by admin @ World Photographic Cup

Individual top-10 finalists  at the 2017 World Photographic Cup (WPC), sponsored by the FEP – Federation of European Professional Photographers, PPA – Professional Photographers of America, the UAPP – United Asian Professional Photography and the AIPP – Australian Institute of Professional Photography,  have been finally announced on January 9th, 2017, in San Antonio, Texas, USA , […]

Spanish deputy PM warns of "economic recession" in Catalonia if secession standoff continues

by @ www.greensboro.com - RSS Results

MADRID (AP) — Spanish deputy PM warns of "economic recession" in Catalonia if secession standoff continues.

Creating Friendships and Uniting Photographers Worldwide

by admin @ World Photographic Cup

As the excitement grows and the deadline approaches, more and more nations are joining the “World Photographic Cup” competition. 19 countries have committed to entering – Australia, Austria, Belgium, Canada, Czech Republic, Denmark, France, Finland, Georgia, Germany, Ireland, Japan, Norway, Pakistan, Slovakia, Spain, Ukraine, UK and USA………. have all joined and each day requests are […]

Comentariu la FOTO/ VIDEO: O clujeancă de 81 de ani este considerată „teroristul” numarul 1 al României. Jandarmeria și Poliția Locală în acțiune. Pe cine apără aceștia de ionica ciotu

by ionica ciotu @ Comentarii la Pagina de Transilvania

Gresit domnule Cornel, de unde COLONEL si GENERAL ? Acestea sunt mari demnitati in orice societate, cei impricinati sunt penibili caprari impostoriati, tradatori de CRISTOS, BIEARICA si NEAM. Rusine popalailor!!!

Proiect cu finanțare europeană câștigat de Spitalul de Boli Infecțioase din Cluj-Napoca

by paginadetransilvania @ Pagina de Transilvania

Spitalul Clinic de Boli Infecțioase Cluj-Napoca, unitate medicală aflată în subordinea Consiliului Județean Cluj, aduce la cunoștința opiniei publice faptul că Autoritatea de Management a aprobat derularea proiectului cu finanțare europeană „Optimizarea prevenției și tratamentului Hepatitelor cronice B și C prin creșterea competențelor personalului medical din România” depus de Spital. Cu o valoare totală de 9.763.291,85 de lei, proiectul urmează să beneficieze de o finanțare europeană nerambursabilă în proporție de 98% prin intermediul Programului Operațional Capital Uman 2014-2020, Axa prioritară 4 – Incluziunea socială și combaterea sărăciei. „Dincolo de reușita în sine a obținerii acestei importante finanțări europene, aprobarea proiectului […]

UNTITLED (Versi GAJE)

by noreply@blogger.com (ELF ETERNITY) @ .




Keadaan ruang tamu yang terbengkalai, tapi ingat! Hanya ruang tamunya saja. Kamar tidur, dapur, dan yang lainnya bersih total. Tapi kenapa hanya ruang tamu? Entahlah. Semenjak si yeoja yang merupakan penghuni apartement memasukinya, semua benda yang seharusnya berada pada tempatnya itu pun jadi berserakan. Sang yeoja sendiri itu pun sedang duduk termangu di depan laptopnya. Daritadi, matanya tak pernah lekas dari benda persegi empat itu. Cho Soomi, ingin rasanya dia mengeluarkan sumpah serapah-nya pada teman sekelasnya. Tiba-tiba suara pintu mampir di indera pendengarannya. Siapa lagi kalau bukan suaminya. Orang yang tau password apartement itu selain dia.

“Ck..ck.ck.. Yak! Cho Soomi apa yang kau lakukan, eoh? Kenapa apartement kita berantakan seperti ini?” Teriak Kyuhyun lantang. Yang ditanya masih saja fokus pada laptop-nya. Suara teriakan itu bagai angin lalu baginya.

“Yak! Jawab pertanyaan aku jika aku bertanya Soomi-ah.” Tegur Kyuhyun begitu mendaratkan tubuhnya disamping istrinya tersebut. Soomi masih saja ambigu. Dicondongkan tubuh Kyuhyun melihat apa yang istrinya lihat sampai harus mengacuhkannya.

“Hanya tampilan Windows Explorer, so?” Gumamnya sambil menatap istrinya.

“Jangan ganggu aku, Cho Kyuhyun.” Desis Soomi dengan tajamnya. Namun Kyuhyun malah meletakkan kepalanya di paha istrinya. Soomi hanya bisa mendengus pasrah.

“Kau kenapa, hem?” Kali ini Kyuhyun dengan jail-nya memainkan rambut istrinya yang sedang digerai itu.

“Flashdisk-ku, Cho.” Lirih Soomi sambil mencabut flashdisk kesayangannya itu dari laptop-nya.

“Wae?” Mata Kyuhyun beralih menatap benda ukuran kecil yang sedang diratapi istrinya itu.

“Dia rusak, dan semua data-ku hilang.”

“Coba sini, aku lihat.” Tangan Kyuhyun terulur mengambil flashdisk itu.

“Yak! Kau mau membuat tanganku terluka? Aishh.. Itu panas sekali, pabo!” Cerca Kyuhyun saat tangannya  menyentuh permukaan dimana bagian USB itu dimasukan ke perangkat.

“Justru itu, jadinya flashdisk ini tidak bisa dipakai lagi. Itu juga karena tidak bisa dideteksi. Cho Kyuhyun, eottokeh?” Jelas Soomi dengan tampang melasnya.

“Apakah terdapat data yang penting?” Tanya Kyuhyun memastikan. Soomi pun terlihat berpikir.

“Hemm.. Banyak!”

“Tugas kuliah?”

“Aniya, keunde.. music video idolaku!” Jawab Soomi dengan memanyunkan bibirnya. Setelah mendengar jawaban istrinya Kyuhyun malah shock. Dia pun bangkit dari pangkuan Soomi.

“MWO? Hanya music video idolamu?” Tanya Kyuhyun sakartik. Soomi hanya menjawab dengan anggukan singkat.

“Apa ada music video Super Junior?” Soomi menggeleng polos.

“Keunde, music video pribadi-ku pasti ada kan?” tanya Kyuhyun dengan senyum berbinar. Lagi-lagi, Soomi hanya menggeleng.

“YAK! Bagaimana bisa kau tidak menyimpan sama-sekali video-ku, dan malah meratapi music video orang lain hah?!” Kyuhyun murka. Soomi hanya merasa shock atas reaksi suaminya itu.

“YAK! Kenapa kau malah marah padaku?!” Tanya balik Soomi tak kalah murka.

“Yang suamimu sebenarnya siapa, eoh? Idolamu itu atau aku?” Tanya Kyuhyun sakartik.

“Kau suamiku, Cho Kyuhyun.”

“Keunde, kalau boleh memilih aku lebih baik menikah dengan idolaku.” Lanjut Soomi dengan bergumam, tapi masih bisa didengar Cho Kyuhyun.

“MWO? MWO? Yasudah, sana kau menikah dengan idola-mu yang tidak seberapa bila dibandingkan denganku itu, Cho Soomi.” Ucap Kyuhyun sambil menatap kesal istrinya itu.

“Cih, lebih baik mereka Cho Kyuhyun. Kalau lebih baik dirimu, aku pasti akan meng-idolakanmu. Arraseo?” Ucap Soomi dengan percaya dirinya. Benar-benar malam yang buruk bagi Cho Kyuhyun, setelah bekerja dari pagi buta dan malah disambut seperti ini.

“Yasudah, sana pergi menyusul idolamu!” Titah Kyuhyun yang muak dengan kelakuan abnormal istrinya itu. Mana ada seorang istri malah menjelekan suaminya, dan malah menyanjung orang lain di depan suaminya pula. Hanya seorang Cho Soomi-lah yang bisa melakukannya.

“Yasudah, malam ini silahkan kau tidur di ruang tamu tuan Cho yang terhormat.” Sindir Soomi seraya membawa laptopnya bersama ke kamar tidur. Dia ingin melampiaskan kekesalannya dengan menuruti jiwa Fangirl-nya sepertinya.

Cho Kyuhyun hanya bisa menyandarkan tubuhnya pada sofa, terlalu banyak jadwal yang ia lakukan hari ini. Dan berharap bisa memulihkannya dengan bercengkrama dengan sang istri, tapi malah bertengkar karena hal sepele.

“Bagaimana dia yang semarah itu? Harusnya aku, disini aku yang tersakiti! Bagaimana bisa seorang istri malah mengagumi namja lain? Aishh.. jinjja..” Gumam Kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi.

“Bagaimana bisa dia se-sensitif itu? Apa dia sedang PMS? Atau memang sedang datang bulan? Yak! Berarti aku tidak bisa melancarkan ‘rencana’ ku. Ck, hari yang sial!”Lanjutnya masih dengan bergumam.

“Apa yang kau bicarakan? Kau bebicara sendiri? Dasar, aneh.” Umpat Soomi dengan evil smirk-nya.

“Mwo? Kau mendengarnya?” Soomi menggeleng.

“Lalu, untuk apa kau kesini lagi eoh?” Ucap Kyuhyun dengan nada yang seperti mengusir Soomi.

“Aku hanya mengambil makalah-ku yang ketinggalan. Wae? Apa tidak boleh heh?” Tanya Soomi sewot.

“Ahni.” Jawab Kyuhyun cuek dengan pandangan menatap ke lain arah.
Tiba-tiba saja saat Soomi hendak menaiki tangga sebuah tangan memeluknya dari belakang. Wanginya yang khas, begitu menelusup masuk ke dalam indera penciumannya. Wangi yang selalu Soomi rindukan saat Kyuhyun sibuk dengan pekerjaan-nya sebagai bintang hallyu.

DEG

Jantungnya benar-benar harus diberi obat penenang. Bagaimana bisa sudah menikah satu tahun, tapi masih saja suka berdebar tak karuan. Dan Kyuhyun, apa dia berniat menjadi duda? Karena selalu saja melakukan skinship dadakan. Kyuhyun malah menyandarkan kepalanya pada pundak gadis itu. Nafas itu mengalir damai di tengkuknya, sensasi geli menghiasi badan Soomi dari puncak kepala hingga ujung kaki.
“Cho Kyuhyun, berhenti melakukan hal yang menjijikan!” Protes Soomi karena apa yang Kyuhyun lakukan ini bisa berakibat tidak baik pada tubuhnya.

“Apa kau tidak merindukanku, hem?” tanya Kyuhyun seduktif. Kini bibirnya mulai menjelajahi tengkuk Soomi. Soomi hanya bisa menggigit bibirnya, agar tidak mengeluarkan suara yang menjijikan.

“Jawab aku, Soomi-ah.”

“Aku sangat merindukanmu, bodoh. Malah, terkadang aku iri sama fangirl-mu yang selalu bisa melihatmu. Kemudian meneriaki namamu, melihat bagaimana kau tersenyum untuk mereka. Dan itu semua membuat aku seperti di-duakan. Menjijikan.” Umpat Soomi mengutarakan semua yang terpendam diotaknya. Gengsi yang selalu melekat dalam dirinya, bagai tenggelam oleh kelamnya malam. Kyuhyun diam, ia pun menghentikan kegiatan-nya.

“Kau sedang tidak bercanda kan? Apa kau salah makan saat di kampus, eoh?” Kyuhyun membalikan badan Soomi, mencoba menelisik kebohongan yang mungkin tercipta. Namun nihil, istrinya malah memandang sendu kearahnya.

“Aniya, aku serius. Dan.. Lihat, fangirl-mu selalu melihat penampilan terbaikmu. Tapi aku, hanya melihat mata panda sekaligus jiwa letih ini. Cih, menggelikan.” Sindir Soomi sambil melingkarkan tangannya pada leher Kyuhyun. Tangan Soomi masih memegang makalah, namun tidak untuk seperkian detik berikutnya. Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir Soomi, decakan-demi-decakan menggema ruangan itu. Malam yang sunyi dan pekat seolah menjadi saksi penyaluran rindu sepasang makhluk ciptaan Tuhan ini.
Tangan Kyuhyun mulai menelusup masuk kedalam pakaian tidur Soomi, kepalanya pun sudah beralih masuk kedalam tengkuk istrinya itu. Soomi hanya bisa pasrah, menikmati dan merasakan sentuhan yang sudah benar-benar ia rindukan. Perlahan tapi pasti Kyuhyun mulai membopong tubuh Soomi ke dalam kamar, Soomi pun diam dalam pelukan Kyuhyun.


#SKIPP#


~~~~~_END_~~~~~

Despedida da personagem Beijinho Doce

by noreply@blogger.com (Xengobulengotengo) @ Xengobulengotengo Cia de Teatro



A boneca foi uma personagem que encantou várias crianças com brincadeiras e contação de histórias. 
Obrigada, Beijinho, por tanto carinho e graça emprestada!
Confira momentos marcantes de mais de uma década de atividades.